Arsip Blog

DIBUKA, Pre Order Buku “PARA PIONIR” 

Rp 10.000 per pcs disumbangakan untuk program “Sepatu untuk Lesten”

Buku “Para Pionir” merupakan buku kumpulan cerita tentang pengalaman mengajar para Guru Sarjana Mendidik di daerah Terdepan, Terluar dan Tertinggal (SM-3T). Buku ini bercerita tentang suka duka serta berbagai pengalaman menarik serta inspiratif selama mereka bertugas di seluruh pelosok Indonesia, dari Aceh sampai Papua.

Keuntungan 10 ribu per pcs dari penjualan buku akan disumbangkan untuk program ‘Sepatu untuk Lesten”. Program ini bertujuan untuk menyediakan SEPATU SEKOLAH dan alat-alat belajar bagi siswa SD di pelosok Lesten, Kabupaten Gayo Lues, Nanggroe Aceh Darussalam.

HARGA : Rp 39.000,00.

Tahap Pre Order
1. Waktu Pre Order Tahap I : 29 April s/d 6 Mei 2016
2. Transfer : 29 April s/d 12 Mei 2016
3. Pengiriman Buku : 13 Mei 2016

Cara pre Order
1. Ketik Nama, Jumlah pemesanan, Alamat lengkap beserta Kode Pos, dan kirim via SMS/WA/Telegram ke 085743321133 atau pin BB 5E1C9415
2. Setelah itu kami akan memberi tahu total biaya (harga buku + ongkos kirim)
3. Pemesan mentransfer total biaya ke rekening BNI 0374797600 a.n Eko Rizqa Sari
4. Pemesan mengkonfirmasi pembayaran berikut foto bukti transfer via WA/SMS/Telegram ke 085743321133
5. Buku mulai dikirimkan tanggal 13 Mei 2016

NB :
Kami juga menerima donasi selain dari pembelian buku. Rekening BNI 0374797600 a.n Eko Rizqa Sari

Kontak person 085743321133

Silahkan Share Informasi ini, semoga menjadi amal jariyah saudara sekalian.

Mari Maju Bersama, Mencerdaskan Indonesia

 

 

 

 

 

Iklan

Cerita tentang Kehidupan Asrama PPG SM3T UNY (Eps. 3) Antara Usia dan Kepingan Mozaik

Senja di Wates

Senja di Rusunawa PPG UNY Wates

 

Semburat merah saga bergradasi dibalik gulungan cumulus. Sinaran senja terpantul di jendela-jendela bangunan asrama. Angin lembah mulai turun menggusur hawa panas. Burung-burung mulai kembali ke peraduan. Pandanganku mengarah ke utara, memandang lapangan bola, ladang pertanian dan perbukitan Menoreh di batas cakrawala.

Tidak terasa, 26 tahun sudah kutapaki hidup. Bak asteroid yang melayang-layang diantara Mars dan Yupiter, aku tak tahu kelak akan terbawa kemana nasibku esok kelak. Apakah tetap terombang-ambing dan bertubrukan dengan planetoid, atau berdarah menembus perlapisan-perlapisan atmosfer hingga akhirnya mendarat di Lautan Raja Ampat dan akhirnya merasakan sepenggal firdaus disana.

Terlahir dari ayah dan ibu yang berprofesi sebagai guru, tidak menjadikanku berminat mengikuti jejak mereka. Saat Orde Baru, kehidupan seorang guru pas-pasan saja. Bahkan gajinya lebih kecil dari gaji buruh pabrik di kota besar. Barulah setelah Gus Dur bertahta, kesejahteraan guru meningkat. Kehidupan guru tidak lagi walayamutu walayahya. Meski demikian, niat mengikuti jejak orangtuaku tiada terbersit juga. Apalagi aku bersekolah di SMA favorit, dimana kampus-kampus nomor wahid semacam UI, UGM, dan ITB adalah patokan kesuksesan.

Read the rest of this entry

Catatan Selepas Senja (eps.1) Awoal Kehidupan PPG Bermula (Kehidupan di Asrama PPG SM3T UNY)

(Catatan Kecil tentang Kehidupan asrama PPG SM3T UNY Angkatan III, ditulis di lantai 3)

Pembukaan PPG SM-3T

Pembukaan PPG SM-3T UNY Angkatan III

 

Jeda menganggur yang hampir setengah tahun membuat bimbang alumni SM3T. Waktu yang sangat tanggung untuk bekerja secara formal di sekolah. Jikapun ada yang mengajar di sekolah, bisanya hanya menjadi guru pengganti ataupun punya perjanjian khusus dengan sekolah bersangkutan bahwa mereka hanya sebentar saja mengabdi di sekolah tersebut. Beberapa diantaranya menjadi pertapa yang mendalami ilmu CPNSan yang sebagian daripadanya berhasil lolos seleksi. Sebagian juga dari mereka tiba-tiba menjadi backpacker, goweser, fotografer, iciper kuliner, blogger, dan traveller garis keras. Sebagian lagi mendadak beriwrausaha. Sebagian lagi pasrah menjadi penatalaksana rumah tangga, membantu ayah dan bunda mengepel, nyuci, dan nyetrika. Dan sebagian lagi-mungkin yang paling banyak- berubah profesi menjadi pengacara a.k.a pengangguran banyak acara, hehehe.

5 bulan bukanlah waktu yang pendek untuk menunggu. Alumni SM3T yang kebanyakan mengalami kegalauan tingkat akut menyambut dengan ceria saat dibuka pendaftaran PPG SM3T pada akhir bulan Februari. Rautan emosi dan gelisah yang ditampilkan air muka sejak awal tahun karena ketidakpastian pendaftaran, kini berubah menjadi luapan gairah nan sumringah. Semua menyambut dengan gembira, mengingatkan lagu pemilu Orde Baru. Bernada riang, bertempo cepat dan bersemangat.

Read the rest of this entry

Jagoan-Jagoan Tembak di Tapal Batas

https://i0.wp.com/jakartagreater.com/wp-content/uploads/2014/12/image387.jpg

dimuat juga di : http://jakartagreater.com/jagoan-jagoan-tembak-di-tapal-batas/

Kali ini, saya akan menceritakan kemampuan para penduduk perbatasan yang rata-rata jago menembak. Hutan hujan tropis yang mengelilingi desa mereka menyimpan banyak sumber daya hewani yang bisa dimanfaatkan. Lingkungan yang berupa hutan belantara menjadikan masyarakat pandai berburu, susur hutan, dan mencari jejak. Beberapa hewan yang sering diburu diantaranya kancil, payau, kijang, babi hutan dan sebagainya. Kegiatan berburu yang dilakukan tidak lagi mengunakan alat tradisional seperti sumpit atau tombak. Sebagian besar penduduk disini sudah menggunakan senapan penabur untuk berburu. Senjata penabur memiliki satu amunisi dalam satu kali tembak, dan apabila sudah mengenai sasaran, maka amunisi tersebut akan pecah menjadi beberapa pecahan proyektil.

Hewan buruan biasanya dijual di pasar, terkadang juga dimakan sendiri. Hewan buruan itulah yang menjadi sumber protein hewani untuk masyarakat sekitar. 1 ikat daging kijang atau kancil (kurang lebih 1 kg) dihargai 30 ribu. Jauh lebih murah daripada seekor ayam potong yang bisa mencapai 150-200 ribu per ekor. Tapi anehnya, murid-muridku lebih bersemangat memakan ayam potong karena mereka bilang bosan dengan daging hewan buruan. Sedangkan bagi kami, guru SM3T, tentu lebih memilih daging kijang karena tidak bakal ditemui di pasar-pasar di Jawa. Jika siswa kami mendapat buruan, biasanya mereka datang ke rumah dinas kami, dan kami pun dengan suka hati membelinya. Karena saking enaknya daging hewan buruan, sering kami mabuk kekenyangan, hehe. Read the rest of this entry

Para Patok Hidup Perbatasan

Dimuat juga di http://jakartagreater.com/para-patok-hidup-perbatasan/

Latihan Pengibaran bendera di Perbatasan

Latihan Pengibaran bendera di Perbatasan

Menjaga perbatasan negara janganlah sekedar dimaknai menjaga benda mati yang ditandai dengan patok atau koordinat-koordinat lintang dan bujur. Ada Sumber Daya Manusia yang justru harus lebih diperhatikan daripada hanya sekedar menunggu tanda simbolis berupa patok.

Sering kita dengar banyak warga negara Indonesia yang justru lebih nyaman dan enjoy hidup bersama negara jiran. Mereka mungkin sudah muak dengan segala janji-janji yang melambung tinggi, tetapi entah berapa yang ditepati. Janganlah salahkan pula jika mereka tak tahu siapa Presidennya atau bagaimana cara menyanyi Indonesia Raya jika sinyal, siaran radio, buku-buku atau guru tak sampai ke tempat mereka tinggal.

Salah satu program pemerintah untuk mendukung pengembangan Sumber Daya Manusia di perbatasan adalah dengan program Sarjana Mendidik di daerah Terdepan, Terluar, Tertinggal (SM-3T). Diantara rekan sekalian mungkin lebih mengenal Indonesia Mengajar yang digagas Anies Baswedan. Programnya hampir mirip dengan Indonesia Mengajar tetapi program ini cakupannya lebih luas dari jenjang PAUD, TK, SMP, SMA dan program ini langsung di bawah Kementerian Pendidikan Nasional. Program ini dibuat untuk ‘menambal’ kekurangan guru di daerah 3T sampai jumlah guru di sekolah tersebut mencukupi sekaligus meningkatkan kualitas sekolah. Setelah setahun mengabdi, maka kami akan dikuliahkan pendidikan profesi guru (PPG) selama setahun dan setelah lulus PPG, ada tawaran menjadi PNS dan kembali ke daerah 3T tersebut.

 

Read the rest of this entry

rumah matahari

"sebab tiap kata adalah rumah doa, maka semoga hanya ruh kebaikan yang menjadi penghuninya."

Madinatunnajah Kota Cirebon

This WordPress.com site is the bee's knees

Scripta Manent, Verba Volant

"Yang tertulis akan abadi, yang terucap akan lenyap, bersama hembusan angin"

diarydiar

bahagiakan hati dengan berbagi

U1needth's Blog

dari pendidikan untuk perbaikan (from tarbiyah for ishlah)

DWI BUDIYANTO

learning, leading, serving

catatan peradaban

meraih ridha Illahi...

Iftihatinjannah's Blog

Just another WordPress.com weblog

Berbagi Inspirasi

Kebaikan dalam Kesederhanaan

rumah matahari

"sebab tiap kata adalah rumah doa, maka semoga hanya ruh kebaikan yang menjadi penghuninya."

Madinatunnajah Kota Cirebon

This WordPress.com site is the bee's knees

Scripta Manent, Verba Volant

"Yang tertulis akan abadi, yang terucap akan lenyap, bersama hembusan angin"

diarydiar

bahagiakan hati dengan berbagi

U1needth's Blog

dari pendidikan untuk perbaikan (from tarbiyah for ishlah)

DWI BUDIYANTO

learning, leading, serving

catatan peradaban

meraih ridha Illahi...

Iftihatinjannah's Blog

Just another WordPress.com weblog

Berbagi Inspirasi

Kebaikan dalam Kesederhanaan