Category Archives: Pendidikan

Baju Dinas Putih, Antara Guru atau Anak Magang

P_20151026_092157***
Sore tadi, selepas mengrus sesuatu di bank, tetiba ingin jalan2 sebentar ke toserba Jadi Baru, menengok sepatu pantofel, mengganti sepatu lama yang sudah terauskan sol dan rupa bentukny. Tetapi tiba2 kulihat bajuku, baju putih seperti yang dikenakan jokowi.

Ah, langsung kubatalkan rencana ke JB sore ini. Teringat setahun lalu, saat PPL PPG. Selepas pulang sekolah, pergi ke toko Progo Jogja bersama Jawi Winarno mencari sesuatu disana. Saat berjalan dengan asyiknya, Ibu separuh baya memanggilku, menanyakan tentang kulkas yang sedang dipegangnya. Aku hanya melambaikan tangan, trus berjalan. Kupikir ibu2 itu pasti bersungut2. Sok sokan sekli anak ini, mgkin begitu pikirnya.

Kuperhatikan seksama di dalam toko progo. Ya, bnyk wajah2 muda berpakaian putih dan bwrbawahan hitam, persis seperti baju yg kukenakan. Sepertinya mereka anak magang atau siswa yg sedang PPL, entahlah.

Ya, takkan ku pergi ke Jadi Baru sore tadi. Aku tak mau saat asyik melihat sepatu, tetiba ada ibu2 yg meminta dibawakan sepatu nomor skian kepadaku, atau tba2 dipanggil memanggul kardus2 ke dalam gudang, atau ttib dsuruh mengepel lantai karna ketumpahan susu bayi, hehe.

Sepertinya kebijakan baju putih pada hari selsa di sebgian instansi pemerintah harus ditinjau ulang. Biarlah para petiggi nun jauh di sono pakai baju2 putih itu. Biarlah para guru pakai baju warna lain, moso podo karo anak magang lan mahasiswa PPL an.

Mbuh aku ngomong opo, hohoho. Sing pnting Merdeka!

Iklan

DIBUKA, Pre Order Buku “PARA PIONIR” 

Rp 10.000 per pcs disumbangakan untuk program “Sepatu untuk Lesten”

Buku “Para Pionir” merupakan buku kumpulan cerita tentang pengalaman mengajar para Guru Sarjana Mendidik di daerah Terdepan, Terluar dan Tertinggal (SM-3T). Buku ini bercerita tentang suka duka serta berbagai pengalaman menarik serta inspiratif selama mereka bertugas di seluruh pelosok Indonesia, dari Aceh sampai Papua.

Keuntungan 10 ribu per pcs dari penjualan buku akan disumbangkan untuk program ‘Sepatu untuk Lesten”. Program ini bertujuan untuk menyediakan SEPATU SEKOLAH dan alat-alat belajar bagi siswa SD di pelosok Lesten, Kabupaten Gayo Lues, Nanggroe Aceh Darussalam.

HARGA : Rp 39.000,00.

Tahap Pre Order
1. Waktu Pre Order Tahap I : 29 April s/d 6 Mei 2016
2. Transfer : 29 April s/d 12 Mei 2016
3. Pengiriman Buku : 13 Mei 2016

Cara pre Order
1. Ketik Nama, Jumlah pemesanan, Alamat lengkap beserta Kode Pos, dan kirim via SMS/WA/Telegram ke 085743321133 atau pin BB 5E1C9415
2. Setelah itu kami akan memberi tahu total biaya (harga buku + ongkos kirim)
3. Pemesan mentransfer total biaya ke rekening BNI 0374797600 a.n Eko Rizqa Sari
4. Pemesan mengkonfirmasi pembayaran berikut foto bukti transfer via WA/SMS/Telegram ke 085743321133
5. Buku mulai dikirimkan tanggal 13 Mei 2016

NB :
Kami juga menerima donasi selain dari pembelian buku. Rekening BNI 0374797600 a.n Eko Rizqa Sari

Kontak person 085743321133

Silahkan Share Informasi ini, semoga menjadi amal jariyah saudara sekalian.

Mari Maju Bersama, Mencerdaskan Indonesia

 

 

 

 

 

150 Peserta Ikuti Training ESQ

KEBUMEN (kebumenekspres.com)-Sedikitnya 150 peserta mengikuti training ESQ (Emotional Spiritual Quotient) yang dilaksanakan di Hotel dan Rumah Makan Candisari, Karanganyar. Para peserta yang merupakan siswa SMP-SMA di Kabupaten Kebumen itupun antusias mengikuti kegiatan yang digelar selama dua hari Sabtu-Minggu (26-27 Maret 2016) tersebut.

Ketua Panitia Hadi Salim mengatakan, melalui kegiatan kemarin, pihaknya berharap para peserta dapat menjadi pribadi-pribadi yang memiliki akhlak mulia. Kali ini ESQ membidik para remaja SMP dan SMA berlatar belakang anak yatim/piatu maupun dhuafa yang berdomisili di area kota bermaskot burung lawet ini. Sehingga seluruh peserta sama sekali tidak dipungut biaya untuk mengikuti acara ini, karena biaya penyelenggaraan murni dari para donatur,” kata pria yang akrab disapa Ayah Hadi tersebut.

Read the rest of this entry

Training Motivasi bersama IKRIMAS Triwarno

oleh : Eko Rizqa S.

Ikatan Remaja masjid Triwarno (IKRIMAS) Nurul Huda Triwarno, Kutowinangun bekerjasama dengan beberapa Sekolah Dasar di Kecamatan Kutowinangun mengadakan Training Motivasi. Kegiatan ini dilaksanakan pada Kamis malam, 24 Maret 2016 di pelataran MI Triwarno dan Jum’at pagi, 25 Maret 2015 di SD N 1 Triwarno. Ada 6 Sekolah yang mengikuti yakni SD N 1 Triwarno, SD N 2 Triwarno, SD N 1 Korowelang, SD N 2 Jlegiwinangun, MI Triwarno dan MI Pejagatan. Jumlah peserta sekitar 150 orang yang merupakan siswa-siswi kelas 6.

Materi yang diberikan adalah muhasabah bagi siswa-siswi sebelum menghadapi UN, introspeksi diri, motivasi, dan birruilwalidain kepada kedua orang tua. Pemateri kali ini adalah Ayah Hadi dari Jakarta. Meski diiringi hujan gerimis, para peserta sangat antusias mengikutinya sampai akhir. Banyak wali siswa juga hadir dan turut mengikuti agenda ini.

Read the rest of this entry

KOMPARATOR BATUAN Tipe A

tipe A 1

komparator batuan media pembelajaran geografi

tipe A 3

Komparator batuan media pembelajaran geografi

tipe A 2

Komparator batuan media pembelajaran geografi

Media pembelajaran ini dapat digunakan untuk meningkatkan pemahaman dan pengetahuan pada

  1. Pelajaran IPA pada jenjang SD
  2. Pelajaran IPA dan IPS pada jenjang SMP
  3. Pelajaran Geografi SMA
  4. SMK Pertambangan
  5. Jurusan-jurusan di bangku perkuliahan seperti jurusan pertambangan, geodesi, geologi, dan lain sebagainya

SPESIFIKASI PRODUK

Ukuran 16 x 25 cm

Ukuran 16 X 25 cm

Batuan masih dalam bentuk bongkahan asli (belum dihaluskan)

Dalam 1 buah set terdiri atas 3 jenis sampel batuan yakni batuan

A. BEKU

  1. Basalt
  2. Granit
  3. Gabro
  4. Andesit
  5. Diabas
  6. DasiT

B. SEDIMEN

  1. Kuarsit
  2. Serpentinit
  3. Sekis Mika
  4. Filit
  5. Marmer
  6. Gneis

C. METAMORF/MALIHAN

  1. Rijang
  2. Konglomerat
  3. Batupasir
  4. Batugamping Numulites
  5. Batugamping Merah
  6. Kalkarenit

Di bagian belakang terdapat penjelasan singkat untuk masing-masing batuan

Harga : Rp 50.000,00

Info lebih lanjut hubungi

WA/SMS/Telegram : 0857 433 211 33 atau kunjungi okestore89.blogspot.co.id

 

 

Sekolah Pra Nikah PPG SM-3T UNY

IMG-20160117-WA0001

Sekolah Pra Nikah PPG SM-3T UNY di Masjid Baiturrahman UNY Wates bersama Ustadz Cahyadi Takariawan 

Unit kegiatan Kerohanian Islam (UKKI) PPG SM-3T UNY Angkatan III mengadakan Sekolah Pra Nikah (SPN). Acara SPN dilaksanakan sebanyak 4 kali pertemuan, setiap pertemuan terdiri dari 2 sesi. Pertemuan pertama dilaksanakan (14/12) lalu  dan berakhir (5/1). Salah seorang panitia, Eko Rizqa Sari, mengatakan bahwa salah satu tujuan diadakannya SPN agar peserta PPG SM-3T bisa mempersiapkan diri lebih matang untuk menempuh jenjang berikutnya yaitu pernikahan.

Rangkaian kegiatan SM-3T selama hampir 2,5 tahun mensyaratkan pesertanya untuk tidak menikah agar bisa mengikuti kegiatan SM-3T dan PPG dengan fokus. “Padahal jika ditinjau dari segi usia, banyak peserta PPG yang sudah memasuki masa ideal untuk menikah dan akan menyegerakan untuk menikah setelah selesainya kegiatan PPG. SPN menjadi semacam pembekalan agar peserta PPG bias mempersiapkan diri secara, fisik, mental, dan rohani. Selain itu, diharapkan peserta PPG yang notabene adalah para calon pendidik professional dapat memiliki keluarga yang menjadi panutan bagi masyarakat di sekitarnya,”papar Eko.

Read the rest of this entry

DIALOG INTERAKTIF PENGALAMAN MENGAJAR DI DAERAH 3T BERSAMA RESTORAN PRINGSEWU

P_20151231_221055_LL

Malam pergantian tahun baru 2016 tampak berbeda di Restoran Pringsewu, Yogyakarta. Jika biasanya hanya diisi acara hiburan, maka kali ini ditambah dengan dialog interaktif bersama peserta SM-3T UNY Angkatan III yang sekarang sedang menjalani program PPG SM-3T UNY di Kampus Wates.

Acara ini diselenggarakan oleh Restoran Pringsewu untuk memperingati ulang tahunnya ke 25 yang bekerjasama dengan RRI Yogyakarta. Dalam kesempatan tersebut, 2 peserta PPG menceritakan kisahnya. Pertama adalah Nur Hidayah atau Hida dari jurusan Pendidikan Biologi. Hida menceritakan kisahnya mengajari anak-anak di Ngada, NTT, mengaji dan ilmu agama di daerah tersebut. Sedangkan yang kedua, yaitu Eko Rizqa Sari dari jurusan Pendidikan Geografi. Eko menceritakan pengalaman tentang susahnya menjangkau daerah penempatannya yang berada di tengah hutan belantara Malinau, Kalimantan Utara. Sedangkan pengalaman ketiga diceritakan oleh Faris Fadli seorang difabel yang berjuang dalam dunia pendidikan dan tetap berkuliah meskipun kakinya harus diamputasi karena menderita kanker tulang.

Pengunjung yang hadir terlihat antusias dalam mendengarkan pemaparan yang disampaikan. Salah seorang panitia dari RRI yakni Ibu Isti menyatakan bahwa acara tahun baru kali ini dibuat konsep yang sedikit berbeda dari tahun-tahun sebelumnya. Unsur pendidikan kali ini turut dimasukkan agar momen tahun Baru tidak hanya bersifat hura-hura tapi ada kegiatan yang menginspirasi orang dalam kebaikan.

Beberapa menit menjelang pukul 00.00, Eko juga memberikan motivasi untuk pendengar RRI yang disiarkan secara langsung oleh. Dalam pesannya, Eko memberikan semangat bagi warga Jogja terutama para mahasiswa keguruan agar berani merantau dan memberikan kontribusinya meningkatkan taraf pendidikan di luar Jawa. (eko rizqa)

Berbagi Pengalaman Mengajar di Daerah 3T bersama RRI Yogyakarta

 

Berbagi Pengalaman Mengajar di daerah 3T Bersama RRI Yogyakarta

oleh: Eko Rizqa Sari

Pengalaman sebagai peserta Sarjana Mendidik di daerah Tertinggal, Terdepan, Terluar (SM-3T) selama setahun hendaknya tidak hanya disimpan untuk diri sendiri tetapi harus dibagi. Dengan membagikan pengalaman tersebut,  diharapkan bisa menginspirasi dan memotivasi orang lain agar tergerak dan peduli terhadap kondisi pendidikan di Indonesia.

Tiga peserta SM-3T UNY angkatan III berkesempatan membagikan pengalamannya selama setahun mengabdi kepada RRI Yogyakarta. Ketiga peserta tersebut  kini sedang menjalani Pendidikan Profesi Guru (PPG) di UNY Wates. Eko Rizqa Sari, seorang guru geografi yang mendapatkan daerah penugasan di Malinau, Kalimantan Utara menjadi orang pertama yang menceritakan pengalamannya. Daerah yang menjadi penugasannya merupakan perbatasan langsung antara Indonesia dan Malaysia.

Eko menceritakan pengalamannya bersama tentara penjaga perbatasan melatih murid-murid SD berlatih upacara bendera. SD tersebut belum pernah mengadakan upacara bendera secara mandiri semenjak berdiri 20 tahun yang lalu. Semua pihak menyambut dengan gembira ketika pertama kalinya sang Merah Putih dikibarkan di sekolah tersebut. Camat, kepala desa, polisi, tentara, dan tokoh adat mengikuti upacara yang bersejarah itu. Sungguh hari yang mengharukan.

Kisah kedua diceritakan oleh Yusuf Margani. Yusuf adalah lulusan jurusan PGSD. Dia ditempatkan di desa Lesten, Pining, Gayo Lues, Nanggroe Aceh Darussalam. Sekolah yang diajar oleh Yusuf sangat jauh dari kota. Akses menuju ke sana sangatlah sulit apalagi jika saat hujan turun. Muridnya berjumlah sedikit, kurang dari 30 siswa. Beberapa kelas juga digabung jadi satu karena kekurangan ruangan kelas.

Ada salah satu kejadian yang sangat berkesan bagi Yusuf.  Ketika itu seorang siswa kelas 1 meminjam serutan. “Ara ken rautan?” Tanya bocah tersebut sambil menunjukkan pensil yang panjangnya tinggal 3 cm saja. Mendengar ucapan bocah itu, Yusuf keluar kelas. Bukan untuk mengambil rautan tetapi karena Yusuf tidak ingin siswanya melihat air mata yang keluar membasahi pipinya. Dia sangat merasa pedih melihat kejadian itu. Mereka bersemangat bersekolah meskipun kekurangan sarana belajar.

Cerita terakhir dituturkan oleh Nur Hidayah yang mengajar Biologi. Hida mendapatkan penugasan mengajar di Ngada, pulau Flores, Nusa Tenggara Timur. Di daerah sekitar tempatnya mengajar terdapat beberapa siswa muslim. Hal yang miris adalah sebagian besar dari mereka tidak bisa Baca Tulis Al-Qur’an (BTQ). Melihat kondisi demikian, Hida berinisiatif mengajar mereka BTQ serta pengetahuan dasar keislaman lainnya. Selain itu, Hida juga menginisiasi kegiatan Pramuka di  SMP tempatnya mengajar. Dia melatih siswa-sisiwinya dari nol agar bisa mengikuti Jambore di kabupaten Ngada.

Kisah yang diceritakan oleh guru-guru SM-3T kepada pendengar RRI semoga dapat bermanfaat dan menginspirasi terutama kepada para calon pendidik yang lain. Masih banyak daerah di Indonesia yang belum merasakan pemerataan pembangunan. Mari maju bersama membangun Indonesia. (eko rizqa)

Read the rest of this entry

Cerita tentang Kehidupan Asrama PPG SM3T UNY (Eps. 3) Antara Usia dan Kepingan Mozaik

Senja di Wates

Senja di Rusunawa PPG UNY Wates

 

Semburat merah saga bergradasi dibalik gulungan cumulus. Sinaran senja terpantul di jendela-jendela bangunan asrama. Angin lembah mulai turun menggusur hawa panas. Burung-burung mulai kembali ke peraduan. Pandanganku mengarah ke utara, memandang lapangan bola, ladang pertanian dan perbukitan Menoreh di batas cakrawala.

Tidak terasa, 26 tahun sudah kutapaki hidup. Bak asteroid yang melayang-layang diantara Mars dan Yupiter, aku tak tahu kelak akan terbawa kemana nasibku esok kelak. Apakah tetap terombang-ambing dan bertubrukan dengan planetoid, atau berdarah menembus perlapisan-perlapisan atmosfer hingga akhirnya mendarat di Lautan Raja Ampat dan akhirnya merasakan sepenggal firdaus disana.

Terlahir dari ayah dan ibu yang berprofesi sebagai guru, tidak menjadikanku berminat mengikuti jejak mereka. Saat Orde Baru, kehidupan seorang guru pas-pasan saja. Bahkan gajinya lebih kecil dari gaji buruh pabrik di kota besar. Barulah setelah Gus Dur bertahta, kesejahteraan guru meningkat. Kehidupan guru tidak lagi walayamutu walayahya. Meski demikian, niat mengikuti jejak orangtuaku tiada terbersit juga. Apalagi aku bersekolah di SMA favorit, dimana kampus-kampus nomor wahid semacam UI, UGM, dan ITB adalah patokan kesuksesan.

Read the rest of this entry

Cerita tentang Kehidupan Asrama PPG SM3T UNY (Eps. 2) Membangun Pondasi Pertama

Catatan Sore di Lantai 3

(Catatan Kecil tentang Kehidupan asrama PPG SM3T UNY Angkatan III)

suasana pemilihan Pak Lurah PPG SM3T UNY Angkatan III

suasana pemilihan Pak Lurah PPG SM3T UNY Angkatan III

 

Kondisi kamar di rusunawa putra dan putri kosong melompong. Hanya tertinggal sedikit jejak-jejak peradaban PPG Angkatan II. Hanya nampak poster-poster bola klub kesayangan, stiker-stiker, kata-kata motivasi, tempelan ayat Kursy, ember pecah ataupun capstock yang telah patah beberapa cabangnya. Selain itu, tidak ada lagi ghanimah yang dapat ditemukan. Khusus rusunawa putra, ada bonus khusus di luar kamar. Kotoran burung gereja secara massif, terstruktur dan sistematis tersebar merata di sepanjang lorong. Kotoran burung membuat besi pengaman di lorong kamar menjadi bercorak unik, putih kecoklatan berlatar warna hitam

Karena sebab utama itulah maka pada hari Rabu digalakkan gugur gunung pembersihan rusunawa. Semua resimen dari sayap barat dan timur dari lantai 3 dan 4 putra bersungguh-sungguh mengkinclongkan rusunawa. Pasukan utama menyapu ruangan, mengepel lantai, dan mengelap kaca. Satu pleton khusus membersihkan tempat mandi dan kakus. Satu pleton pilihan bertugas khusus menggosok sisi luar kamar dari kotoran burung gereja yang sekenanya sendiri membuang hajat. Beberapa serdadu memprotes susahnya membersihkan kotoran kering itu. kalaulah Dodit SUCI 4 lulusan UNS itu ada disini mungkin dia akan bilang“ jadi, kamu yang enak-enakan terbang, aku yang harus membersihkan kotoranmu” hehe.

Read the rest of this entry

rumah matahari

"sebab tiap kata adalah rumah doa, maka semoga hanya ruh kebaikan yang menjadi penghuninya."

Madinatunnajah Kota Cirebon

This WordPress.com site is the bee's knees

Scripta Manent, Verba Volant

"Yang tertulis akan abadi, yang terucap akan lenyap, bersama hembusan angin"

diarydiar

bahagiakan hati dengan berbagi

U1needth's Blog

dari pendidikan untuk perbaikan (from tarbiyah for ishlah)

DWI BUDIYANTO

learning, leading, serving

catatan peradaban

meraih ridha Illahi...

Iftihatinjannah's Blog

Just another WordPress.com weblog

Berbagi Inspirasi

Kebaikan dalam Kesederhanaan

rumah matahari

"sebab tiap kata adalah rumah doa, maka semoga hanya ruh kebaikan yang menjadi penghuninya."

Madinatunnajah Kota Cirebon

This WordPress.com site is the bee's knees

Scripta Manent, Verba Volant

"Yang tertulis akan abadi, yang terucap akan lenyap, bersama hembusan angin"

diarydiar

bahagiakan hati dengan berbagi

U1needth's Blog

dari pendidikan untuk perbaikan (from tarbiyah for ishlah)

DWI BUDIYANTO

learning, leading, serving

catatan peradaban

meraih ridha Illahi...

Iftihatinjannah's Blog

Just another WordPress.com weblog

Berbagi Inspirasi

Kebaikan dalam Kesederhanaan