Category Archives: Lain-lain

Training Motivasi bersama IKRIMAS Triwarno

oleh : Eko Rizqa S.

Ikatan Remaja masjid Triwarno (IKRIMAS) Nurul Huda Triwarno, Kutowinangun bekerjasama dengan beberapa Sekolah Dasar di Kecamatan Kutowinangun mengadakan Training Motivasi. Kegiatan ini dilaksanakan pada Kamis malam, 24 Maret 2016 di pelataran MI Triwarno dan Jum’at pagi, 25 Maret 2015 di SD N 1 Triwarno. Ada 6 Sekolah yang mengikuti yakni SD N 1 Triwarno, SD N 2 Triwarno, SD N 1 Korowelang, SD N 2 Jlegiwinangun, MI Triwarno dan MI Pejagatan. Jumlah peserta sekitar 150 orang yang merupakan siswa-siswi kelas 6.

Materi yang diberikan adalah muhasabah bagi siswa-siswi sebelum menghadapi UN, introspeksi diri, motivasi, dan birruilwalidain kepada kedua orang tua. Pemateri kali ini adalah Ayah Hadi dari Jakarta. Meski diiringi hujan gerimis, para peserta sangat antusias mengikutinya sampai akhir. Banyak wali siswa juga hadir dan turut mengikuti agenda ini.

Read the rest of this entry

Sedikit Kisah dari Perjalanan Gowes Wates-Kebumen

 

Jpeg

Bersepeda dari Wates ke Kebumen

 

oleh : Eko Rizqa S

Akhirnya satu lagi ide nyeleneh bisa kesampaian. Pergi untuk berangkat PPG dengan bersepeda dari Kebumen ke Wates dan pulang sehabis PPG dengan kembali mengayuh roda dua itu.

Ide untuk menggowes terilhami dari cerita Bapak saat masih kuliah di Jogja tahun 80an. Beliau bersama-sama temannya ramai-ramai nyepeda dari Kebumen ke Jogja dengan menggunakan pit unta. Berawal dari dongeng kala itu, tiba-tiba otak kanan membisiki, ayo lakukan-ayo lakukan.

Singkat kisah, singkat cerita, pergilah diriku ke Jogja. Dengan segepok uang pas-pasan sampailah ke toko sepeda hasil rekomendasi jamaah sepedah Googleiyah Jogjakartaiyah. Akhirnya didapatlah sepeda Polygon termurah, Heist seri 1.0. Esok paginya langsung kubawa pulang ke Kebumen. Boleh dibilang nekat juga, sudah berbulan bulan lamanya tidak pernah menjamah sepeda dan kali ini harus langsung memutar pedal sejauh 100 km. yang penting yakin, hehe. Dan akhirnya, sampai juga di rumah setelah menempuh cobaan selama 9 jam. Dari Jogja jam 6 pagi dan sampai rumah jam 3 sore dengan belasan kali beristirahat di pinggir jalan. Dan keesokan harinya, badan tidak bisa digerakkan. Fyuhh,,

Read the rest of this entry

Cerita tentang Kehidupan Asrama PPG SM3T UNY (Eps. 3) Antara Usia dan Kepingan Mozaik

Senja di Wates

Senja di Rusunawa PPG UNY Wates

 

Semburat merah saga bergradasi dibalik gulungan cumulus. Sinaran senja terpantul di jendela-jendela bangunan asrama. Angin lembah mulai turun menggusur hawa panas. Burung-burung mulai kembali ke peraduan. Pandanganku mengarah ke utara, memandang lapangan bola, ladang pertanian dan perbukitan Menoreh di batas cakrawala.

Tidak terasa, 26 tahun sudah kutapaki hidup. Bak asteroid yang melayang-layang diantara Mars dan Yupiter, aku tak tahu kelak akan terbawa kemana nasibku esok kelak. Apakah tetap terombang-ambing dan bertubrukan dengan planetoid, atau berdarah menembus perlapisan-perlapisan atmosfer hingga akhirnya mendarat di Lautan Raja Ampat dan akhirnya merasakan sepenggal firdaus disana.

Terlahir dari ayah dan ibu yang berprofesi sebagai guru, tidak menjadikanku berminat mengikuti jejak mereka. Saat Orde Baru, kehidupan seorang guru pas-pasan saja. Bahkan gajinya lebih kecil dari gaji buruh pabrik di kota besar. Barulah setelah Gus Dur bertahta, kesejahteraan guru meningkat. Kehidupan guru tidak lagi walayamutu walayahya. Meski demikian, niat mengikuti jejak orangtuaku tiada terbersit juga. Apalagi aku bersekolah di SMA favorit, dimana kampus-kampus nomor wahid semacam UI, UGM, dan ITB adalah patokan kesuksesan.

Read the rest of this entry

Cerita tentang Kehidupan Asrama PPG SM3T UNY (Eps. 2) Membangun Pondasi Pertama

Catatan Sore di Lantai 3

(Catatan Kecil tentang Kehidupan asrama PPG SM3T UNY Angkatan III)

suasana pemilihan Pak Lurah PPG SM3T UNY Angkatan III

suasana pemilihan Pak Lurah PPG SM3T UNY Angkatan III

 

Kondisi kamar di rusunawa putra dan putri kosong melompong. Hanya tertinggal sedikit jejak-jejak peradaban PPG Angkatan II. Hanya nampak poster-poster bola klub kesayangan, stiker-stiker, kata-kata motivasi, tempelan ayat Kursy, ember pecah ataupun capstock yang telah patah beberapa cabangnya. Selain itu, tidak ada lagi ghanimah yang dapat ditemukan. Khusus rusunawa putra, ada bonus khusus di luar kamar. Kotoran burung gereja secara massif, terstruktur dan sistematis tersebar merata di sepanjang lorong. Kotoran burung membuat besi pengaman di lorong kamar menjadi bercorak unik, putih kecoklatan berlatar warna hitam

Karena sebab utama itulah maka pada hari Rabu digalakkan gugur gunung pembersihan rusunawa. Semua resimen dari sayap barat dan timur dari lantai 3 dan 4 putra bersungguh-sungguh mengkinclongkan rusunawa. Pasukan utama menyapu ruangan, mengepel lantai, dan mengelap kaca. Satu pleton khusus membersihkan tempat mandi dan kakus. Satu pleton pilihan bertugas khusus menggosok sisi luar kamar dari kotoran burung gereja yang sekenanya sendiri membuang hajat. Beberapa serdadu memprotes susahnya membersihkan kotoran kering itu. kalaulah Dodit SUCI 4 lulusan UNS itu ada disini mungkin dia akan bilang“ jadi, kamu yang enak-enakan terbang, aku yang harus membersihkan kotoranmu” hehe.

Read the rest of this entry

Catatan Selepas Senja (eps.1) Awoal Kehidupan PPG Bermula (Kehidupan di Asrama PPG SM3T UNY)

(Catatan Kecil tentang Kehidupan asrama PPG SM3T UNY Angkatan III, ditulis di lantai 3)

Pembukaan PPG SM-3T

Pembukaan PPG SM-3T UNY Angkatan III

 

Jeda menganggur yang hampir setengah tahun membuat bimbang alumni SM3T. Waktu yang sangat tanggung untuk bekerja secara formal di sekolah. Jikapun ada yang mengajar di sekolah, bisanya hanya menjadi guru pengganti ataupun punya perjanjian khusus dengan sekolah bersangkutan bahwa mereka hanya sebentar saja mengabdi di sekolah tersebut. Beberapa diantaranya menjadi pertapa yang mendalami ilmu CPNSan yang sebagian daripadanya berhasil lolos seleksi. Sebagian juga dari mereka tiba-tiba menjadi backpacker, goweser, fotografer, iciper kuliner, blogger, dan traveller garis keras. Sebagian lagi mendadak beriwrausaha. Sebagian lagi pasrah menjadi penatalaksana rumah tangga, membantu ayah dan bunda mengepel, nyuci, dan nyetrika. Dan sebagian lagi-mungkin yang paling banyak- berubah profesi menjadi pengacara a.k.a pengangguran banyak acara, hehehe.

5 bulan bukanlah waktu yang pendek untuk menunggu. Alumni SM3T yang kebanyakan mengalami kegalauan tingkat akut menyambut dengan ceria saat dibuka pendaftaran PPG SM3T pada akhir bulan Februari. Rautan emosi dan gelisah yang ditampilkan air muka sejak awal tahun karena ketidakpastian pendaftaran, kini berubah menjadi luapan gairah nan sumringah. Semua menyambut dengan gembira, mengingatkan lagu pemilu Orde Baru. Bernada riang, bertempo cepat dan bersemangat.

Read the rest of this entry

Suka Duka Melatih Lagu Wajib Nasional di Perbatasan

Melatih Lagu Wajib Nasional di SD Nah, sekarang coba kalian baca nada yang saya tulis di papan!”

Sore itu jam pelajaran seni budaya kosong, guru mata pelajaran tersebut sedang berhalangan hadir. Setelah mendapatkan izin Kepala Sekolah untuk mengisi jam kosong di kelas XI, aku bergegas lari menuju lokasi kelas itu. Beberapa saat kemudian, kutuliskan angka satu sampai tujuh yang biasanya dikenal sebagai not angka pada pelajaran seni musik. Selanjutnya, kuminta murid-muridku untuk membacanya.

“Satu, dua, tiga, empat….,” teriak beberapa orang di antara mereka dengan cukup lantang. Aku sempat terkejut mendengarkan cara baca mereka. Benarkah mereka tidak mengerti sama sekali hal dasar seperti ini? Aku mencoba berpikir keras waktu itu. Ya, kita harus siap dengan setiap kemungkinan perbedaan kemampuan akademik siswa di daerah perbatasan dan Jawa pada umumnya. Namun saat mengamati ekspresi senyum jahil mereka, aku sadar… mungkin mereka ingin sedikit relax setelah beberapa pelajaran hitung yang sangat membingungkan. Yeah, they are just kidding me! Hehe…

“Ya, sekarang lupakan sejenak pelajaran Matematika kalian, kita belajar nada dulu!” ujarku sambil tersenyum mengamati tingkah jahil mereka. Menit selanjutnya berjalan cukup lancar ketika aku mulai menerangkan beberapa jenis nada kepada mereka.

Read the rest of this entry

Jagoan-Jagoan Tembak di Tapal Batas

https://i0.wp.com/jakartagreater.com/wp-content/uploads/2014/12/image387.jpg

dimuat juga di : http://jakartagreater.com/jagoan-jagoan-tembak-di-tapal-batas/

Kali ini, saya akan menceritakan kemampuan para penduduk perbatasan yang rata-rata jago menembak. Hutan hujan tropis yang mengelilingi desa mereka menyimpan banyak sumber daya hewani yang bisa dimanfaatkan. Lingkungan yang berupa hutan belantara menjadikan masyarakat pandai berburu, susur hutan, dan mencari jejak. Beberapa hewan yang sering diburu diantaranya kancil, payau, kijang, babi hutan dan sebagainya. Kegiatan berburu yang dilakukan tidak lagi mengunakan alat tradisional seperti sumpit atau tombak. Sebagian besar penduduk disini sudah menggunakan senapan penabur untuk berburu. Senjata penabur memiliki satu amunisi dalam satu kali tembak, dan apabila sudah mengenai sasaran, maka amunisi tersebut akan pecah menjadi beberapa pecahan proyektil.

Hewan buruan biasanya dijual di pasar, terkadang juga dimakan sendiri. Hewan buruan itulah yang menjadi sumber protein hewani untuk masyarakat sekitar. 1 ikat daging kijang atau kancil (kurang lebih 1 kg) dihargai 30 ribu. Jauh lebih murah daripada seekor ayam potong yang bisa mencapai 150-200 ribu per ekor. Tapi anehnya, murid-muridku lebih bersemangat memakan ayam potong karena mereka bilang bosan dengan daging hewan buruan. Sedangkan bagi kami, guru SM3T, tentu lebih memilih daging kijang karena tidak bakal ditemui di pasar-pasar di Jawa. Jika siswa kami mendapat buruan, biasanya mereka datang ke rumah dinas kami, dan kami pun dengan suka hati membelinya. Karena saking enaknya daging hewan buruan, sering kami mabuk kekenyangan, hehe. Read the rest of this entry

Sosok Muhammad Anis Matta, Lc

Anis Matta

“Pahlawan Muda…di tangan merekalah, Indonesia akan mengambil gilirannya, bukan hanya dalam mensejahterakan negerinya, tapi juga dalam memimpin dunia yang mulai terseok-seok!”, kalimat itu ia teriakan ditengah ribuan pendengar. Semua sepi, semua hening, dan nafas-nafas tertahankan di dada hanya untuk mendengarkan setiap butir kata, yang ia ucapkan penuh makna. Kata-katanya menjadi inspirasi, menyentuh pribadi, bagi trainer, bagi guru, bagi penceramah, dan bagi seluruh pemuda di penjuru negeri dengan semangat berapi-api.
Dia adalah H. Muhammad Anis Matta, Lc. Masa mudanya tak ia habiskan berhura-hura, namun penuh gelora berjuang dan membaca. Prestasi SD nya jelek tak seberapa, tapi di Pesantren (Darul Arqam) Gombara, posisinya kukuh tak bergeser dari kursi juara, dari tahun 80 hingga 86.

Organisasi dikenalnya sejak kecil, dan kelas satu SMA sudah bukan lagi anggota biasa, tapi sudah mampu menjadi instruktur IPM lalu kelas dua menjadi sekretaris cabang Muhammadiyyah. Namun tumpukan prestasi masa muda tak membuat ia berbangga. Ia rasakan kepedihan batin, keresahan membuncah-buncah, juga panggilan nurani untuk tak henti mengasah diri. LIPIA Jakartalah jamuan sejarah baginya walau kesempatan kuliah di Fikom UNHAS juga terbuka.

Ia lahap dua belas jam sehari buku-bukunya saat liburan, dan lima jam di luar diktat saat masa kuliahan. Bahkan dosen LIPIA nya berkata “jika saja ada nilai lebih dari mumtaz, Anis Matta pasti kan mampu melibas“, maka dari itu tak pernah sekalipun ia terkalahkan sebagai orang tercerdas juga tergigih, dalam nilai kuliah akhir ataupun ratusan buku mutakhir, dari Psikologi terapan, teori-teori belajar, pengembangan diri, konsep-konsep Politik, negara, pergerakan, bisnis, dan sastra-sastra tingkat dunia.

Read the rest of this entry

rumah matahari

"sebab tiap kata adalah rumah doa, maka semoga hanya ruh kebaikan yang menjadi penghuninya."

Madinatunnajah Kota Cirebon

This WordPress.com site is the bee's knees

Scripta Manent, Verba Volant

"Yang tertulis akan abadi, yang terucap akan lenyap, bersama hembusan angin"

diarydiar

bahagiakan hati dengan berbagi

U1needth's Blog

dari pendidikan untuk perbaikan (from tarbiyah for ishlah)

DWI BUDIYANTO

learning, leading, serving

catatan peradaban

meraih ridha Illahi...

Iftihatinjannah's Blog

Just another WordPress.com weblog

Berbagi Inspirasi

Kebaikan dalam Kesederhanaan

rumah matahari

"sebab tiap kata adalah rumah doa, maka semoga hanya ruh kebaikan yang menjadi penghuninya."

Madinatunnajah Kota Cirebon

This WordPress.com site is the bee's knees

Scripta Manent, Verba Volant

"Yang tertulis akan abadi, yang terucap akan lenyap, bersama hembusan angin"

diarydiar

bahagiakan hati dengan berbagi

U1needth's Blog

dari pendidikan untuk perbaikan (from tarbiyah for ishlah)

DWI BUDIYANTO

learning, leading, serving

catatan peradaban

meraih ridha Illahi...

Iftihatinjannah's Blog

Just another WordPress.com weblog

Berbagi Inspirasi

Kebaikan dalam Kesederhanaan