Category Archives: Inspirasi

Inilah Alasan Bung Karno Memilih Tanggal 17 Agustus Sebagai Hari Kemerdekaan Indonesia

bung karnoMembuka-buka kembali buku API SEJARAH jilid 2 Karya Prof. Ahmad Mansur Suryanegara (AMS), sedikit kaget dengan tulisan beliau di halaman 162 yang menyatakan bahwa “Proklamator” menjalankan ibadah shaum. Dalam buku API SEJARAH ini tertulis :

” Kemudian, sebagai fakta sejarah yang tidak dapat dipungkiri, Teks Proklamasi dituliskan oleh Proklamator dan diketik oleh Sajoeti Melik, serta ditanda tangani oleh kedua Proklamator pada waktu makan sahur shaum Ramadhan 1364. Boeng Hatta menuturkan makan sahur di rumah Laksamada Maeda. Kemudian, Teks Proklamasi dibacakan pada saat Proklamator menjalankan ibadah shaum“.

Meskipun AMS tidak menyebutkan siapa yang dimaksud dengan Proklamator tersebut apakah Boeng Hatta atawa Boeng Karno, tetapi sejarah mencatat bahwa yang membacakan teks proklamasi adalah Ir. Soekarno. Yang jadi pertanyaan apakah benar Boeng Karno menjalankan puasa saat teks proklamasi dibacakan ??

Rasa penasaran akan tulisan AMS di API SEJARAH yang tidak secara detail dan gamblang menjelaskan tentang seputar proklamasi, mendorong saya untuk menelusuri kembali kisah seputar proklamasi yang sebetulnya sudah dibahas dalam dua posting di tahun lalu yaitu tentang  Pegangsaan Timur 56 ; Proklamasi dan Sang Merah Putih danKejadian Disekitar Proklamasi 17 Agustus 1945 . Hanya saja tentang ramadhan bulan dimana teks proklamasi dibacakan luput dari tulisan di dua posting diatas. Read the rest of this entry

150 Peserta Ikuti Training ESQ

KEBUMEN (kebumenekspres.com)-Sedikitnya 150 peserta mengikuti training ESQ (Emotional Spiritual Quotient) yang dilaksanakan di Hotel dan Rumah Makan Candisari, Karanganyar. Para peserta yang merupakan siswa SMP-SMA di Kabupaten Kebumen itupun antusias mengikuti kegiatan yang digelar selama dua hari Sabtu-Minggu (26-27 Maret 2016) tersebut.

Ketua Panitia Hadi Salim mengatakan, melalui kegiatan kemarin, pihaknya berharap para peserta dapat menjadi pribadi-pribadi yang memiliki akhlak mulia. Kali ini ESQ membidik para remaja SMP dan SMA berlatar belakang anak yatim/piatu maupun dhuafa yang berdomisili di area kota bermaskot burung lawet ini. Sehingga seluruh peserta sama sekali tidak dipungut biaya untuk mengikuti acara ini, karena biaya penyelenggaraan murni dari para donatur,” kata pria yang akrab disapa Ayah Hadi tersebut.

Read the rest of this entry

Training Motivasi bersama IKRIMAS Triwarno

oleh : Eko Rizqa S.

Ikatan Remaja masjid Triwarno (IKRIMAS) Nurul Huda Triwarno, Kutowinangun bekerjasama dengan beberapa Sekolah Dasar di Kecamatan Kutowinangun mengadakan Training Motivasi. Kegiatan ini dilaksanakan pada Kamis malam, 24 Maret 2016 di pelataran MI Triwarno dan Jum’at pagi, 25 Maret 2015 di SD N 1 Triwarno. Ada 6 Sekolah yang mengikuti yakni SD N 1 Triwarno, SD N 2 Triwarno, SD N 1 Korowelang, SD N 2 Jlegiwinangun, MI Triwarno dan MI Pejagatan. Jumlah peserta sekitar 150 orang yang merupakan siswa-siswi kelas 6.

Materi yang diberikan adalah muhasabah bagi siswa-siswi sebelum menghadapi UN, introspeksi diri, motivasi, dan birruilwalidain kepada kedua orang tua. Pemateri kali ini adalah Ayah Hadi dari Jakarta. Meski diiringi hujan gerimis, para peserta sangat antusias mengikutinya sampai akhir. Banyak wali siswa juga hadir dan turut mengikuti agenda ini.

Read the rest of this entry

Berkelana di Rimba Raya Kalimantan

oleh : Eko Rizqa S

Berlatar ladang di tengah hutan

Berlatar belakang kawasan ladang berpindah milik penduduk Long Ampung

Kami berlima ditugaskan mengajar selama setahun di perbatasan Indonesia dan Malaysia. Long Ampung nama tempatnya. Terletak di kabupaten Malinau, Kalimantan Utara. Dari kota kabupaten dibutuhkan waktu sekitar 1,5 jam dengan menggunakan pesawat perintis untuk menjangkaunya.

Salah satu pengalaman yang tidak akan terlupa adalah ketika ikut berwisata bersama siswa di hutan, di pinggiran sungai Tekuwau. Perjalanan sangat menguras energi karena harus naik turun bukit dan menerobos lebatnya pepohonan khas hutan hujan tropis. Di sepanjang perjalanan kulihat bekas lahan yang dibakar. Rupanya warga sekitar sedang membuka lahan baru. Kegiatan ini kita kenal dengan sebutan ladang berpindah. Jika sudah tidak bisa ditanami lagi, maka lahan tersebut dibiarkan saja dan kelak akan menjadi hutan kembali.

Read the rest of this entry

Jaga Kesehatan Gaess!! (Cerita tentang kehidupan asrama PPG SM3T UNY eps.4)

nikmat waktu dan nikmat sehat

 

 

 

 

 

Ada dua kenikmatan yang sering terlupakan oleh banyak orang: nikmat sehat dan waktu luang.” (HR. Bukhari, no: 5933)

Lebih dari 2 purnama kita bersama. Semula-mula masih malu-malu jika saling bersua, tetapi kini saling asyik bercengkerama. Pada mulanya saling jaim dan meng cool kan raut muka, tapi kini semua tiada yang menutupi belangnya. Suasana semakin cair, setiap hari pula mengenal rekan-rekan baru, entah karena kejadian tidak sengaja, mengikuti eksul yang sama atau karena ada tiba-tiba jatuh cinta pada si dia.

Pekan-pekan dan bulan pertama, api semangat berkobar menggelora mengikuti segala macam perkuliahan dan agenda asrama. Rasa semangat itulah yang membuat segala kegiatan bisa dilibas dengan sempurna. Namun, lambut laun bahan bakar semangat itu berkurang dan berkurang. Semangat mulai mengendur, tubuh pun mulai mulai kelimpungan mengimbangi aktivitas-aktivitas yang dilakukan. Ditambah lagi pada beberapa kesempatan cuaca kurang bersahabat dan ditambah lagi Program Wajib KMD, sehingga tubuh pun harus mengeluarkan tenaga ekstra untuk kerja rodi-mungkin lebih tepat disebut belajar rodi-. Akhirnya, bertumbanglah satu persatu pelakon PPG.

Read the rest of this entry

Cerita tentang Kehidupan Asrama PPG SM3T UNY (Eps. 3) Antara Usia dan Kepingan Mozaik

Senja di Wates

Senja di Rusunawa PPG UNY Wates

 

Semburat merah saga bergradasi dibalik gulungan cumulus. Sinaran senja terpantul di jendela-jendela bangunan asrama. Angin lembah mulai turun menggusur hawa panas. Burung-burung mulai kembali ke peraduan. Pandanganku mengarah ke utara, memandang lapangan bola, ladang pertanian dan perbukitan Menoreh di batas cakrawala.

Tidak terasa, 26 tahun sudah kutapaki hidup. Bak asteroid yang melayang-layang diantara Mars dan Yupiter, aku tak tahu kelak akan terbawa kemana nasibku esok kelak. Apakah tetap terombang-ambing dan bertubrukan dengan planetoid, atau berdarah menembus perlapisan-perlapisan atmosfer hingga akhirnya mendarat di Lautan Raja Ampat dan akhirnya merasakan sepenggal firdaus disana.

Terlahir dari ayah dan ibu yang berprofesi sebagai guru, tidak menjadikanku berminat mengikuti jejak mereka. Saat Orde Baru, kehidupan seorang guru pas-pasan saja. Bahkan gajinya lebih kecil dari gaji buruh pabrik di kota besar. Barulah setelah Gus Dur bertahta, kesejahteraan guru meningkat. Kehidupan guru tidak lagi walayamutu walayahya. Meski demikian, niat mengikuti jejak orangtuaku tiada terbersit juga. Apalagi aku bersekolah di SMA favorit, dimana kampus-kampus nomor wahid semacam UI, UGM, dan ITB adalah patokan kesuksesan.

Read the rest of this entry

Suka Duka Melatih Lagu Wajib Nasional di Perbatasan

Melatih Lagu Wajib Nasional di SD Nah, sekarang coba kalian baca nada yang saya tulis di papan!”

Sore itu jam pelajaran seni budaya kosong, guru mata pelajaran tersebut sedang berhalangan hadir. Setelah mendapatkan izin Kepala Sekolah untuk mengisi jam kosong di kelas XI, aku bergegas lari menuju lokasi kelas itu. Beberapa saat kemudian, kutuliskan angka satu sampai tujuh yang biasanya dikenal sebagai not angka pada pelajaran seni musik. Selanjutnya, kuminta murid-muridku untuk membacanya.

“Satu, dua, tiga, empat….,” teriak beberapa orang di antara mereka dengan cukup lantang. Aku sempat terkejut mendengarkan cara baca mereka. Benarkah mereka tidak mengerti sama sekali hal dasar seperti ini? Aku mencoba berpikir keras waktu itu. Ya, kita harus siap dengan setiap kemungkinan perbedaan kemampuan akademik siswa di daerah perbatasan dan Jawa pada umumnya. Namun saat mengamati ekspresi senyum jahil mereka, aku sadar… mungkin mereka ingin sedikit relax setelah beberapa pelajaran hitung yang sangat membingungkan. Yeah, they are just kidding me! Hehe…

“Ya, sekarang lupakan sejenak pelajaran Matematika kalian, kita belajar nada dulu!” ujarku sambil tersenyum mengamati tingkah jahil mereka. Menit selanjutnya berjalan cukup lancar ketika aku mulai menerangkan beberapa jenis nada kepada mereka.

Read the rest of this entry

Para Patok Hidup Perbatasan

Dimuat juga di http://jakartagreater.com/para-patok-hidup-perbatasan/

Latihan Pengibaran bendera di Perbatasan

Latihan Pengibaran bendera di Perbatasan

Menjaga perbatasan negara janganlah sekedar dimaknai menjaga benda mati yang ditandai dengan patok atau koordinat-koordinat lintang dan bujur. Ada Sumber Daya Manusia yang justru harus lebih diperhatikan daripada hanya sekedar menunggu tanda simbolis berupa patok.

Sering kita dengar banyak warga negara Indonesia yang justru lebih nyaman dan enjoy hidup bersama negara jiran. Mereka mungkin sudah muak dengan segala janji-janji yang melambung tinggi, tetapi entah berapa yang ditepati. Janganlah salahkan pula jika mereka tak tahu siapa Presidennya atau bagaimana cara menyanyi Indonesia Raya jika sinyal, siaran radio, buku-buku atau guru tak sampai ke tempat mereka tinggal.

Salah satu program pemerintah untuk mendukung pengembangan Sumber Daya Manusia di perbatasan adalah dengan program Sarjana Mendidik di daerah Terdepan, Terluar, Tertinggal (SM-3T). Diantara rekan sekalian mungkin lebih mengenal Indonesia Mengajar yang digagas Anies Baswedan. Programnya hampir mirip dengan Indonesia Mengajar tetapi program ini cakupannya lebih luas dari jenjang PAUD, TK, SMP, SMA dan program ini langsung di bawah Kementerian Pendidikan Nasional. Program ini dibuat untuk ‘menambal’ kekurangan guru di daerah 3T sampai jumlah guru di sekolah tersebut mencukupi sekaligus meningkatkan kualitas sekolah. Setelah setahun mengabdi, maka kami akan dikuliahkan pendidikan profesi guru (PPG) selama setahun dan setelah lulus PPG, ada tawaran menjadi PNS dan kembali ke daerah 3T tersebut.

 

Read the rest of this entry

Sosok Muhammad Anis Matta, Lc

Anis Matta

“Pahlawan Muda…di tangan merekalah, Indonesia akan mengambil gilirannya, bukan hanya dalam mensejahterakan negerinya, tapi juga dalam memimpin dunia yang mulai terseok-seok!”, kalimat itu ia teriakan ditengah ribuan pendengar. Semua sepi, semua hening, dan nafas-nafas tertahankan di dada hanya untuk mendengarkan setiap butir kata, yang ia ucapkan penuh makna. Kata-katanya menjadi inspirasi, menyentuh pribadi, bagi trainer, bagi guru, bagi penceramah, dan bagi seluruh pemuda di penjuru negeri dengan semangat berapi-api.
Dia adalah H. Muhammad Anis Matta, Lc. Masa mudanya tak ia habiskan berhura-hura, namun penuh gelora berjuang dan membaca. Prestasi SD nya jelek tak seberapa, tapi di Pesantren (Darul Arqam) Gombara, posisinya kukuh tak bergeser dari kursi juara, dari tahun 80 hingga 86.

Organisasi dikenalnya sejak kecil, dan kelas satu SMA sudah bukan lagi anggota biasa, tapi sudah mampu menjadi instruktur IPM lalu kelas dua menjadi sekretaris cabang Muhammadiyyah. Namun tumpukan prestasi masa muda tak membuat ia berbangga. Ia rasakan kepedihan batin, keresahan membuncah-buncah, juga panggilan nurani untuk tak henti mengasah diri. LIPIA Jakartalah jamuan sejarah baginya walau kesempatan kuliah di Fikom UNHAS juga terbuka.

Ia lahap dua belas jam sehari buku-bukunya saat liburan, dan lima jam di luar diktat saat masa kuliahan. Bahkan dosen LIPIA nya berkata “jika saja ada nilai lebih dari mumtaz, Anis Matta pasti kan mampu melibas“, maka dari itu tak pernah sekalipun ia terkalahkan sebagai orang tercerdas juga tergigih, dalam nilai kuliah akhir ataupun ratusan buku mutakhir, dari Psikologi terapan, teori-teori belajar, pengembangan diri, konsep-konsep Politik, negara, pergerakan, bisnis, dan sastra-sastra tingkat dunia.

Read the rest of this entry

Inspirasi

Oleh: Eko Rizqa S

inspire-be-inspired_1

Inspirasi merupakan barang mahal, kadang bagi sebagian orang tak dapat diukur dengan apapun. Inspirasi menjelma menjadi sebuah cahaya yang menerangi kegelapan, menimbulkan decak kagum di antara kejumudan pikiran, menjadi sebuah oase di tengah tanah gurun dan semilir angin di padang yang kerontang. Inspirasi bisa didapatkan dari siapa pun, dimana pun, dan kapan pun. Kita sering kali mendapatkannya dari ucapan dan tindakan orang-orang besar yang kita tahu kapabilitasnya. Namun, tak jarang juga diperoleh dari seseorang yang biasa-biasa saja, yang kehidupannya pun biasa-biasa saja.

Sebuah inspirasi tidaklah mesti berbentuk ide-ide yang besar maupun tindakan-tindakan hebat. Suatu perbuatan kecil yang kadang disepelekan dapat menjadi penyentak jiwa dan pembuka mata hati yang terkunci. Pernah dengar seorang Aa Gym membersihkan toilet di tempat sebuah acara berlangsung. Kebersihan sebagian dari iman tak sekadar hadits belaka, namun suatu hal yang mesti dibuktikan dengan suatu hal yang konkret, bukan retorika atau pun wacana yang ditempel di dinding maupun papan pengumuman.

Ada sebuah kisah nyata, seorang mahasiswi dari keluarga yang kurang mampu memulungi sampah untuk membiayai kuliah. Di tengah keterbatasan itu, dia tidak berkeluh kesah atau pun hanya memendam keinginannya. Dia tahu bahwa hidup adalah perjuangan. Perjuangan yang dilakukan harus dengan usaha, maka usaha memulung sampah dilakukannya agar mendapatkan apa yang ia cita-citakan. Tidak ada pekerjaan yang hina asalkan pekerjaan itu halal dan tidak merugikan orang lain. Maka, tidak salah jika W.S. Rendra mengatakan dalam sajaknya bahwa perjuangan adalah pelaksanaan dari kata-kata. Mahasiswi putri itu telah membuktikannya.

Inspirasi adalah hal yang menggerakkan. Menggerakkan alam bawah sadar untuk bisa meniru suatu perbuatan. Inspirasi sebuah kebaikan mengilhami mata hati untuk sadar sesadar-sadarnya mengenai sebuah hal mulia dan mengimplementasikan dalam kehidupan yang dijalani. Bersihkan hati kita, dengarkanlah suara nurani paling dalam, dan lakukanlah.suatu hal dengan niat yang benar, maka lama-kelamaan inspirasi kebaikan akan didapatkan orang lain dari kita. Jadikanlah ucapan, tingkah laku, dan kerja keras kita sebagai suatu hal yang menginspirasi dalam hal kebaikan. Selamat menginspirasi dunia. Wallahu a’lam.

rumah matahari

"sebab tiap kata adalah rumah doa, maka semoga hanya ruh kebaikan yang menjadi penghuninya."

Madinatunnajah Kota Cirebon

This WordPress.com site is the bee's knees

Scripta Manent, Verba Volant

"Yang tertulis akan abadi, yang terucap akan lenyap, bersama hembusan angin"

diarydiar

bahagiakan hati dengan berbagi

U1needth's Blog

dari pendidikan untuk perbaikan (from tarbiyah for ishlah)

DWI BUDIYANTO

learning, leading, serving

catatan peradaban

meraih ridha Illahi...

Iftihatinjannah's Blog

Just another WordPress.com weblog

Berbagi Inspirasi

Kebaikan dalam Kesederhanaan

rumah matahari

"sebab tiap kata adalah rumah doa, maka semoga hanya ruh kebaikan yang menjadi penghuninya."

Madinatunnajah Kota Cirebon

This WordPress.com site is the bee's knees

Scripta Manent, Verba Volant

"Yang tertulis akan abadi, yang terucap akan lenyap, bersama hembusan angin"

diarydiar

bahagiakan hati dengan berbagi

U1needth's Blog

dari pendidikan untuk perbaikan (from tarbiyah for ishlah)

DWI BUDIYANTO

learning, leading, serving

catatan peradaban

meraih ridha Illahi...

Iftihatinjannah's Blog

Just another WordPress.com weblog

Berbagi Inspirasi

Kebaikan dalam Kesederhanaan