Author Archives: Eko Rizqa

Inilah Alasan Bung Karno Memilih Tanggal 17 Agustus Sebagai Hari Kemerdekaan Indonesia

bung karnoMembuka-buka kembali buku API SEJARAH jilid 2 Karya Prof. Ahmad Mansur Suryanegara (AMS), sedikit kaget dengan tulisan beliau di halaman 162 yang menyatakan bahwa “Proklamator” menjalankan ibadah shaum. Dalam buku API SEJARAH ini tertulis :

” Kemudian, sebagai fakta sejarah yang tidak dapat dipungkiri, Teks Proklamasi dituliskan oleh Proklamator dan diketik oleh Sajoeti Melik, serta ditanda tangani oleh kedua Proklamator pada waktu makan sahur shaum Ramadhan 1364. Boeng Hatta menuturkan makan sahur di rumah Laksamada Maeda. Kemudian, Teks Proklamasi dibacakan pada saat Proklamator menjalankan ibadah shaum“.

Meskipun AMS tidak menyebutkan siapa yang dimaksud dengan Proklamator tersebut apakah Boeng Hatta atawa Boeng Karno, tetapi sejarah mencatat bahwa yang membacakan teks proklamasi adalah Ir. Soekarno. Yang jadi pertanyaan apakah benar Boeng Karno menjalankan puasa saat teks proklamasi dibacakan ??

Rasa penasaran akan tulisan AMS di API SEJARAH yang tidak secara detail dan gamblang menjelaskan tentang seputar proklamasi, mendorong saya untuk menelusuri kembali kisah seputar proklamasi yang sebetulnya sudah dibahas dalam dua posting di tahun lalu yaitu tentang  Pegangsaan Timur 56 ; Proklamasi dan Sang Merah Putih danKejadian Disekitar Proklamasi 17 Agustus 1945 . Hanya saja tentang ramadhan bulan dimana teks proklamasi dibacakan luput dari tulisan di dua posting diatas. Read the rest of this entry

Iklan

Baju Dinas Putih, Antara Guru atau Anak Magang

P_20151026_092157***
Sore tadi, selepas mengrus sesuatu di bank, tetiba ingin jalan2 sebentar ke toserba Jadi Baru, menengok sepatu pantofel, mengganti sepatu lama yang sudah terauskan sol dan rupa bentukny. Tetapi tiba2 kulihat bajuku, baju putih seperti yang dikenakan jokowi.

Ah, langsung kubatalkan rencana ke JB sore ini. Teringat setahun lalu, saat PPL PPG. Selepas pulang sekolah, pergi ke toko Progo Jogja bersama Jawi Winarno mencari sesuatu disana. Saat berjalan dengan asyiknya, Ibu separuh baya memanggilku, menanyakan tentang kulkas yang sedang dipegangnya. Aku hanya melambaikan tangan, trus berjalan. Kupikir ibu2 itu pasti bersungut2. Sok sokan sekli anak ini, mgkin begitu pikirnya.

Kuperhatikan seksama di dalam toko progo. Ya, bnyk wajah2 muda berpakaian putih dan bwrbawahan hitam, persis seperti baju yg kukenakan. Sepertinya mereka anak magang atau siswa yg sedang PPL, entahlah.

Ya, takkan ku pergi ke Jadi Baru sore tadi. Aku tak mau saat asyik melihat sepatu, tetiba ada ibu2 yg meminta dibawakan sepatu nomor skian kepadaku, atau tba2 dipanggil memanggul kardus2 ke dalam gudang, atau ttib dsuruh mengepel lantai karna ketumpahan susu bayi, hehe.

Sepertinya kebijakan baju putih pada hari selsa di sebgian instansi pemerintah harus ditinjau ulang. Biarlah para petiggi nun jauh di sono pakai baju2 putih itu. Biarlah para guru pakai baju warna lain, moso podo karo anak magang lan mahasiswa PPL an.

Mbuh aku ngomong opo, hohoho. Sing pnting Merdeka!

Contoh Poster Publikasi Dauroh Al Qur’an

image
Contoh publikasi poster Dauroh Al Qur’an

Sekejap Jogja dan Pertemuan Tidak Terduga

jogjaa***
Pekan lalu, 2 hari menyambangi Jogja. Entah selalu ada alasan ke kota legenda itu. Bermula dari undangan MGMP geografi se-Kedu di Purworejo dari kamis pagi hingga siang.  Sorenya dilanjutkan ke Wates, diskusi sejenak dengan punggawa buletin pioneer PPG angkatan IV.

Niat hati hendak menginap Masjid Baiturrahman UNY Wates pada malamnya agar pagi2 bisa njegur ke kolam renang UNY Wates yang ciamik itu, tapi malamnya sudah terlanjur janji dengan seorang pengurus RRI Jogja. Bercengkrama lama dengan beliau pada, eh ternyata asalnya beliau adalah satu kecamatan denganku, hanya beda desa saja. Rupanya sudah belasan tahun merantau ke Wamena, dan barulah belum lama kembali mudik ke tanah Jawa

Keesokan siangnya, 3 pertemuan tidak terduga terjadi dalam tempo yang hampir bersamaan. Pada waktu itu, diriku hendak makan siang. Tetiba terbersit ingin makan nasi padang di Gang Guru. Ya, nasi padang yang sering kusambangi kala masih jadi mahasiswa. Bisa Ambil nasi sebanyak banyaknya biar tenaga selalu setrong, hehe.

Kurang lebih 30 meter sebelum sampai tujuan, lamat2 kulihat 2 orang yang tidak asing. Ya, mereka 2 anak PPG seangkatanku, baru keluar dari sebuah fotocopy an. Mereka dari kejauhan tertawa melihatku, aku pun tertawa kemudian menghentikan laju motorku. Pertemuan yang tiada dinyana, karna malam hari nya salah satu dari mereka dibocorkan undangan pernikahnnya yang masih disembunyikan, yang membuat geger se grup WA SM-3Tmalinau.

Sejurus semenit kemudian, tiba2 lewat seorang kawan lama, angkatan 2007 beda jurusan berhenti di depan Warung Padang yang kutuju. Saling memandang, say hello sejenak dan kusampaikan akan kususul dia di dalam warung padang.

Setelah ngobrol dengan kedua teman PPG ku, kususul temanku angktan 2007 tdi ke dalam. Saat mengmbil nasi di warung padang, muncullah seorang muridku dari SMA Pejagoan yang baru saja diterima di FIS UNY. Ngobrollah sejenak dengan muridku itu, menceritakan sedikit kisah nya. Ah, bahagia sekali bisa melihat murid yang kuajar cuma sebulan itu bisa menjadi bagian dari UNY.

Selesai ngobrol dengan muridku tadi, kini kusambangi temanku yang sudah menungguku. Alhamdulillah dia sudah menjadi dosen-meski msh berstatus kontrak-di jurusannya, yakni Pendidikan Ekonomi. Kelihatannya dia senang sekali berjumpa denganku. Waktu menunjukkan jam setengah 12 siang, sebentr lagi Jum’atan. Kami berpisah, saat kubayar nasi padangku, ternyata sudah dibayarkan temanku yang satu ini. Thanks berat brooh,, moga ente cepet dapat jodoh, hehe.

Ya, itulah tentang pertemuan terduga dengan 3 adegan yang berbeda dalam satu waktu. Gusti Allah adalah sutradara sekaligus penulis skenaeio terhebat. Mudah bagiNya untuk mempertemukan, memisahkan, mendekatkan, atau menjauhkan. Manusia berencana tapi Tuhan yang menentukan.

La haula wala quwwata illa billah.

Read the rest of this entry

DIBUKA, Pre Order Buku “PARA PIONIR” 

Rp 10.000 per pcs disumbangakan untuk program “Sepatu untuk Lesten”

Buku “Para Pionir” merupakan buku kumpulan cerita tentang pengalaman mengajar para Guru Sarjana Mendidik di daerah Terdepan, Terluar dan Tertinggal (SM-3T). Buku ini bercerita tentang suka duka serta berbagai pengalaman menarik serta inspiratif selama mereka bertugas di seluruh pelosok Indonesia, dari Aceh sampai Papua.

Keuntungan 10 ribu per pcs dari penjualan buku akan disumbangkan untuk program ‘Sepatu untuk Lesten”. Program ini bertujuan untuk menyediakan SEPATU SEKOLAH dan alat-alat belajar bagi siswa SD di pelosok Lesten, Kabupaten Gayo Lues, Nanggroe Aceh Darussalam.

HARGA : Rp 39.000,00.

Tahap Pre Order
1. Waktu Pre Order Tahap I : 29 April s/d 6 Mei 2016
2. Transfer : 29 April s/d 12 Mei 2016
3. Pengiriman Buku : 13 Mei 2016

Cara pre Order
1. Ketik Nama, Jumlah pemesanan, Alamat lengkap beserta Kode Pos, dan kirim via SMS/WA/Telegram ke 085743321133 atau pin BB 5E1C9415
2. Setelah itu kami akan memberi tahu total biaya (harga buku + ongkos kirim)
3. Pemesan mentransfer total biaya ke rekening BNI 0374797600 a.n Eko Rizqa Sari
4. Pemesan mengkonfirmasi pembayaran berikut foto bukti transfer via WA/SMS/Telegram ke 085743321133
5. Buku mulai dikirimkan tanggal 13 Mei 2016

NB :
Kami juga menerima donasi selain dari pembelian buku. Rekening BNI 0374797600 a.n Eko Rizqa Sari

Kontak person 085743321133

Silahkan Share Informasi ini, semoga menjadi amal jariyah saudara sekalian.

Mari Maju Bersama, Mencerdaskan Indonesia

 

 

 

 

 

150 Peserta Ikuti Training ESQ

KEBUMEN (kebumenekspres.com)-Sedikitnya 150 peserta mengikuti training ESQ (Emotional Spiritual Quotient) yang dilaksanakan di Hotel dan Rumah Makan Candisari, Karanganyar. Para peserta yang merupakan siswa SMP-SMA di Kabupaten Kebumen itupun antusias mengikuti kegiatan yang digelar selama dua hari Sabtu-Minggu (26-27 Maret 2016) tersebut.

Ketua Panitia Hadi Salim mengatakan, melalui kegiatan kemarin, pihaknya berharap para peserta dapat menjadi pribadi-pribadi yang memiliki akhlak mulia. Kali ini ESQ membidik para remaja SMP dan SMA berlatar belakang anak yatim/piatu maupun dhuafa yang berdomisili di area kota bermaskot burung lawet ini. Sehingga seluruh peserta sama sekali tidak dipungut biaya untuk mengikuti acara ini, karena biaya penyelenggaraan murni dari para donatur,” kata pria yang akrab disapa Ayah Hadi tersebut.

Read the rest of this entry

Training Motivasi bersama IKRIMAS Triwarno

oleh : Eko Rizqa S.

Ikatan Remaja masjid Triwarno (IKRIMAS) Nurul Huda Triwarno, Kutowinangun bekerjasama dengan beberapa Sekolah Dasar di Kecamatan Kutowinangun mengadakan Training Motivasi. Kegiatan ini dilaksanakan pada Kamis malam, 24 Maret 2016 di pelataran MI Triwarno dan Jum’at pagi, 25 Maret 2015 di SD N 1 Triwarno. Ada 6 Sekolah yang mengikuti yakni SD N 1 Triwarno, SD N 2 Triwarno, SD N 1 Korowelang, SD N 2 Jlegiwinangun, MI Triwarno dan MI Pejagatan. Jumlah peserta sekitar 150 orang yang merupakan siswa-siswi kelas 6.

Materi yang diberikan adalah muhasabah bagi siswa-siswi sebelum menghadapi UN, introspeksi diri, motivasi, dan birruilwalidain kepada kedua orang tua. Pemateri kali ini adalah Ayah Hadi dari Jakarta. Meski diiringi hujan gerimis, para peserta sangat antusias mengikutinya sampai akhir. Banyak wali siswa juga hadir dan turut mengikuti agenda ini.

Read the rest of this entry

KOMPARATOR BATUAN Tipe A

tipe A 1

komparator batuan media pembelajaran geografi

tipe A 3

Komparator batuan media pembelajaran geografi

tipe A 2

Komparator batuan media pembelajaran geografi

Media pembelajaran ini dapat digunakan untuk meningkatkan pemahaman dan pengetahuan pada

  1. Pelajaran IPA pada jenjang SD
  2. Pelajaran IPA dan IPS pada jenjang SMP
  3. Pelajaran Geografi SMA
  4. SMK Pertambangan
  5. Jurusan-jurusan di bangku perkuliahan seperti jurusan pertambangan, geodesi, geologi, dan lain sebagainya

SPESIFIKASI PRODUK

Ukuran 16 x 25 cm

Ukuran 16 X 25 cm

Batuan masih dalam bentuk bongkahan asli (belum dihaluskan)

Dalam 1 buah set terdiri atas 3 jenis sampel batuan yakni batuan

A. BEKU

  1. Basalt
  2. Granit
  3. Gabro
  4. Andesit
  5. Diabas
  6. DasiT

B. SEDIMEN

  1. Kuarsit
  2. Serpentinit
  3. Sekis Mika
  4. Filit
  5. Marmer
  6. Gneis

C. METAMORF/MALIHAN

  1. Rijang
  2. Konglomerat
  3. Batupasir
  4. Batugamping Numulites
  5. Batugamping Merah
  6. Kalkarenit

Di bagian belakang terdapat penjelasan singkat untuk masing-masing batuan

Harga : Rp 50.000,00

Info lebih lanjut hubungi

WA/SMS/Telegram : 0857 433 211 33 atau kunjungi okestore89.blogspot.co.id

 

 

Berkelana di Rimba Raya Kalimantan

oleh : Eko Rizqa S

Berlatar ladang di tengah hutan

Berlatar belakang kawasan ladang berpindah milik penduduk Long Ampung

Kami berlima ditugaskan mengajar selama setahun di perbatasan Indonesia dan Malaysia. Long Ampung nama tempatnya. Terletak di kabupaten Malinau, Kalimantan Utara. Dari kota kabupaten dibutuhkan waktu sekitar 1,5 jam dengan menggunakan pesawat perintis untuk menjangkaunya.

Salah satu pengalaman yang tidak akan terlupa adalah ketika ikut berwisata bersama siswa di hutan, di pinggiran sungai Tekuwau. Perjalanan sangat menguras energi karena harus naik turun bukit dan menerobos lebatnya pepohonan khas hutan hujan tropis. Di sepanjang perjalanan kulihat bekas lahan yang dibakar. Rupanya warga sekitar sedang membuka lahan baru. Kegiatan ini kita kenal dengan sebutan ladang berpindah. Jika sudah tidak bisa ditanami lagi, maka lahan tersebut dibiarkan saja dan kelak akan menjadi hutan kembali.

Read the rest of this entry

Sedikit Kisah dari Perjalanan Gowes Wates-Kebumen

 

Jpeg

Bersepeda dari Wates ke Kebumen

 

oleh : Eko Rizqa S

Akhirnya satu lagi ide nyeleneh bisa kesampaian. Pergi untuk berangkat PPG dengan bersepeda dari Kebumen ke Wates dan pulang sehabis PPG dengan kembali mengayuh roda dua itu.

Ide untuk menggowes terilhami dari cerita Bapak saat masih kuliah di Jogja tahun 80an. Beliau bersama-sama temannya ramai-ramai nyepeda dari Kebumen ke Jogja dengan menggunakan pit unta. Berawal dari dongeng kala itu, tiba-tiba otak kanan membisiki, ayo lakukan-ayo lakukan.

Singkat kisah, singkat cerita, pergilah diriku ke Jogja. Dengan segepok uang pas-pasan sampailah ke toko sepeda hasil rekomendasi jamaah sepedah Googleiyah Jogjakartaiyah. Akhirnya didapatlah sepeda Polygon termurah, Heist seri 1.0. Esok paginya langsung kubawa pulang ke Kebumen. Boleh dibilang nekat juga, sudah berbulan bulan lamanya tidak pernah menjamah sepeda dan kali ini harus langsung memutar pedal sejauh 100 km. yang penting yakin, hehe. Dan akhirnya, sampai juga di rumah setelah menempuh cobaan selama 9 jam. Dari Jogja jam 6 pagi dan sampai rumah jam 3 sore dengan belasan kali beristirahat di pinggir jalan. Dan keesokan harinya, badan tidak bisa digerakkan. Fyuhh,,

Read the rest of this entry

rumah matahari

"sebab tiap kata adalah rumah doa, maka semoga hanya ruh kebaikan yang menjadi penghuninya."

Madinatunnajah Kota Cirebon

This WordPress.com site is the bee's knees

Scripta Manent, Verba Volant

"Yang tertulis akan abadi, yang terucap akan lenyap, bersama hembusan angin"

diarydiar

bahagiakan hati dengan berbagi

U1needth's Blog

dari pendidikan untuk perbaikan (from tarbiyah for ishlah)

DWI BUDIYANTO

learning, leading, serving

catatan peradaban

meraih ridha Illahi...

Iftihatinjannah's Blog

Just another WordPress.com weblog

Berbagi Inspirasi

Kebaikan dalam Kesederhanaan

rumah matahari

"sebab tiap kata adalah rumah doa, maka semoga hanya ruh kebaikan yang menjadi penghuninya."

Madinatunnajah Kota Cirebon

This WordPress.com site is the bee's knees

Scripta Manent, Verba Volant

"Yang tertulis akan abadi, yang terucap akan lenyap, bersama hembusan angin"

diarydiar

bahagiakan hati dengan berbagi

U1needth's Blog

dari pendidikan untuk perbaikan (from tarbiyah for ishlah)

DWI BUDIYANTO

learning, leading, serving

catatan peradaban

meraih ridha Illahi...

Iftihatinjannah's Blog

Just another WordPress.com weblog

Berbagi Inspirasi

Kebaikan dalam Kesederhanaan