Monthly Archives: Agustus 2016

Inilah Alasan Bung Karno Memilih Tanggal 17 Agustus Sebagai Hari Kemerdekaan Indonesia

bung karnoMembuka-buka kembali buku API SEJARAH jilid 2 Karya Prof. Ahmad Mansur Suryanegara (AMS), sedikit kaget dengan tulisan beliau di halaman 162 yang menyatakan bahwa “Proklamator” menjalankan ibadah shaum. Dalam buku API SEJARAH ini tertulis :

” Kemudian, sebagai fakta sejarah yang tidak dapat dipungkiri, Teks Proklamasi dituliskan oleh Proklamator dan diketik oleh Sajoeti Melik, serta ditanda tangani oleh kedua Proklamator pada waktu makan sahur shaum Ramadhan 1364. Boeng Hatta menuturkan makan sahur di rumah Laksamada Maeda. Kemudian, Teks Proklamasi dibacakan pada saat Proklamator menjalankan ibadah shaum“.

Meskipun AMS tidak menyebutkan siapa yang dimaksud dengan Proklamator tersebut apakah Boeng Hatta atawa Boeng Karno, tetapi sejarah mencatat bahwa yang membacakan teks proklamasi adalah Ir. Soekarno. Yang jadi pertanyaan apakah benar Boeng Karno menjalankan puasa saat teks proklamasi dibacakan ??

Rasa penasaran akan tulisan AMS di API SEJARAH yang tidak secara detail dan gamblang menjelaskan tentang seputar proklamasi, mendorong saya untuk menelusuri kembali kisah seputar proklamasi yang sebetulnya sudah dibahas dalam dua posting di tahun lalu yaitu tentang  Pegangsaan Timur 56 ; Proklamasi dan Sang Merah Putih danKejadian Disekitar Proklamasi 17 Agustus 1945 . Hanya saja tentang ramadhan bulan dimana teks proklamasi dibacakan luput dari tulisan di dua posting diatas. Read the rest of this entry

Iklan

Baju Dinas Putih, Antara Guru atau Anak Magang

P_20151026_092157***
Sore tadi, selepas mengrus sesuatu di bank, tetiba ingin jalan2 sebentar ke toserba Jadi Baru, menengok sepatu pantofel, mengganti sepatu lama yang sudah terauskan sol dan rupa bentukny. Tetapi tiba2 kulihat bajuku, baju putih seperti yang dikenakan jokowi.

Ah, langsung kubatalkan rencana ke JB sore ini. Teringat setahun lalu, saat PPL PPG. Selepas pulang sekolah, pergi ke toko Progo Jogja bersama Jawi Winarno mencari sesuatu disana. Saat berjalan dengan asyiknya, Ibu separuh baya memanggilku, menanyakan tentang kulkas yang sedang dipegangnya. Aku hanya melambaikan tangan, trus berjalan. Kupikir ibu2 itu pasti bersungut2. Sok sokan sekli anak ini, mgkin begitu pikirnya.

Kuperhatikan seksama di dalam toko progo. Ya, bnyk wajah2 muda berpakaian putih dan bwrbawahan hitam, persis seperti baju yg kukenakan. Sepertinya mereka anak magang atau siswa yg sedang PPL, entahlah.

Ya, takkan ku pergi ke Jadi Baru sore tadi. Aku tak mau saat asyik melihat sepatu, tetiba ada ibu2 yg meminta dibawakan sepatu nomor skian kepadaku, atau tba2 dipanggil memanggul kardus2 ke dalam gudang, atau ttib dsuruh mengepel lantai karna ketumpahan susu bayi, hehe.

Sepertinya kebijakan baju putih pada hari selsa di sebgian instansi pemerintah harus ditinjau ulang. Biarlah para petiggi nun jauh di sono pakai baju2 putih itu. Biarlah para guru pakai baju warna lain, moso podo karo anak magang lan mahasiswa PPL an.

Mbuh aku ngomong opo, hohoho. Sing pnting Merdeka!

Contoh Poster Publikasi Dauroh Al Qur’an

image
Contoh publikasi poster Dauroh Al Qur’an

Sekejap Jogja dan Pertemuan Tidak Terduga

jogjaa***
Pekan lalu, 2 hari menyambangi Jogja. Entah selalu ada alasan ke kota legenda itu. Bermula dari undangan MGMP geografi se-Kedu di Purworejo dari kamis pagi hingga siang.  Sorenya dilanjutkan ke Wates, diskusi sejenak dengan punggawa buletin pioneer PPG angkatan IV.

Niat hati hendak menginap Masjid Baiturrahman UNY Wates pada malamnya agar pagi2 bisa njegur ke kolam renang UNY Wates yang ciamik itu, tapi malamnya sudah terlanjur janji dengan seorang pengurus RRI Jogja. Bercengkrama lama dengan beliau pada, eh ternyata asalnya beliau adalah satu kecamatan denganku, hanya beda desa saja. Rupanya sudah belasan tahun merantau ke Wamena, dan barulah belum lama kembali mudik ke tanah Jawa

Keesokan siangnya, 3 pertemuan tidak terduga terjadi dalam tempo yang hampir bersamaan. Pada waktu itu, diriku hendak makan siang. Tetiba terbersit ingin makan nasi padang di Gang Guru. Ya, nasi padang yang sering kusambangi kala masih jadi mahasiswa. Bisa Ambil nasi sebanyak banyaknya biar tenaga selalu setrong, hehe.

Kurang lebih 30 meter sebelum sampai tujuan, lamat2 kulihat 2 orang yang tidak asing. Ya, mereka 2 anak PPG seangkatanku, baru keluar dari sebuah fotocopy an. Mereka dari kejauhan tertawa melihatku, aku pun tertawa kemudian menghentikan laju motorku. Pertemuan yang tiada dinyana, karna malam hari nya salah satu dari mereka dibocorkan undangan pernikahnnya yang masih disembunyikan, yang membuat geger se grup WA SM-3Tmalinau.

Sejurus semenit kemudian, tiba2 lewat seorang kawan lama, angkatan 2007 beda jurusan berhenti di depan Warung Padang yang kutuju. Saling memandang, say hello sejenak dan kusampaikan akan kususul dia di dalam warung padang.

Setelah ngobrol dengan kedua teman PPG ku, kususul temanku angktan 2007 tdi ke dalam. Saat mengmbil nasi di warung padang, muncullah seorang muridku dari SMA Pejagoan yang baru saja diterima di FIS UNY. Ngobrollah sejenak dengan muridku itu, menceritakan sedikit kisah nya. Ah, bahagia sekali bisa melihat murid yang kuajar cuma sebulan itu bisa menjadi bagian dari UNY.

Selesai ngobrol dengan muridku tadi, kini kusambangi temanku yang sudah menungguku. Alhamdulillah dia sudah menjadi dosen-meski msh berstatus kontrak-di jurusannya, yakni Pendidikan Ekonomi. Kelihatannya dia senang sekali berjumpa denganku. Waktu menunjukkan jam setengah 12 siang, sebentr lagi Jum’atan. Kami berpisah, saat kubayar nasi padangku, ternyata sudah dibayarkan temanku yang satu ini. Thanks berat brooh,, moga ente cepet dapat jodoh, hehe.

Ya, itulah tentang pertemuan terduga dengan 3 adegan yang berbeda dalam satu waktu. Gusti Allah adalah sutradara sekaligus penulis skenaeio terhebat. Mudah bagiNya untuk mempertemukan, memisahkan, mendekatkan, atau menjauhkan. Manusia berencana tapi Tuhan yang menentukan.

La haula wala quwwata illa billah.

Read the rest of this entry

rumah matahari

"sebab tiap kata adalah rumah doa, maka semoga hanya ruh kebaikan yang menjadi penghuninya."

Madinatunnajah Kota Cirebon

This WordPress.com site is the bee's knees

Scripta Manent, Verba Volant

"Yang tertulis akan abadi, yang terucap akan lenyap, bersama hembusan angin"

diarydiar

bahagiakan hati dengan berbagi

U1needth's Blog

dari pendidikan untuk perbaikan (from tarbiyah for ishlah)

DWI BUDIYANTO

learning, leading, serving

catatan peradaban

meraih ridha Illahi...

Iftihatinjannah's Blog

Just another WordPress.com weblog

Berbagi Inspirasi

Kebaikan dalam Kesederhanaan

rumah matahari

"sebab tiap kata adalah rumah doa, maka semoga hanya ruh kebaikan yang menjadi penghuninya."

Madinatunnajah Kota Cirebon

This WordPress.com site is the bee's knees

Scripta Manent, Verba Volant

"Yang tertulis akan abadi, yang terucap akan lenyap, bersama hembusan angin"

diarydiar

bahagiakan hati dengan berbagi

U1needth's Blog

dari pendidikan untuk perbaikan (from tarbiyah for ishlah)

DWI BUDIYANTO

learning, leading, serving

catatan peradaban

meraih ridha Illahi...

Iftihatinjannah's Blog

Just another WordPress.com weblog

Berbagi Inspirasi

Kebaikan dalam Kesederhanaan