Outdoor Activity : Perjalanan Sederhana nan Penuh Cerita (Cerita tentang Kehidupan Asrama PPG SM3T UNY eps. 5)


Geger mengguncang asrama saat pengumuman pembagian kelompok ditempelkan di dinding pengumuman. Sebaaain besar yang terdaftar bus 1 berisikan pasangan yang sudah menjalin ikatan. Tentulah hal ini membuat pertanyaan besar bagi sebagian yang lain. Jikalau tujan outbond-yang kemudian diubah menjadi outdoor activity– adalah mengakrabkan antar peserta PPG SM-3T dan kelas Reguler yang belum saling mengenal maka seyogyanya komposisi peserta antar kelompok terdiri dari mereka yang jarang bersua. Karena hal mengganjal itulah maka penulis iseng-iseng membuat meme untuk mempertanyakan hal itu. Bukan bermaksud membuat rusuh, hanya sekedar menyindir sedikit, hehe.

Dalam kegiatan ini, penulis menjadi koordinator bus sekaligus merangkap menjadi koordinator kelompok. Malas rasanya ditunjuk menjadi koordinator karena ingin rasanyamenjadi rakyat jelata saja yang bisa menikmati perjalanan dengan santai 🙂 . Tapi ya sudahlah, toh kegiatan ini kegiatan yang happy. Senang rasanya saat mengetahui rute yang akan kami lewati. Tidak jauh. Hanya beberapa kilometer saja. Jalurnya juga sudah bisa kureka-reka. Dari lab geospasial berjalan ke selatan kemudian berjalan ke barat sedikit, sampailah ke pantai Depok untuk bergembira. it’s simple

sudah kuduga

hmm… sudah kuduga


Awal perjalanan berjalan lancar. Kami diturunkan di SD Bungkus 1, selanjutnya bergerak ke selatan menuju pos 2. Pos 2 berada di atas bukit kecil. Untuk melewatinya, kami harus sedikit berkeringat. Rupanya tanjakan menuju bukit itu itu berpasir, sedikit tergopoh-gopoh untuk mencapai puncak. Sesampai di atas tanjakan yang lumayan berat itu tiba-tiba sudah terlupakan saat melihat senyuman manis penjaga pos 2. senyuman paling manis yang kulihat hari itu.

Tanjakan menuju pos 2

Pos 3 kemudian menanti. Tujuan berikutnya adalah lab geospasial. Salah satu tempat kenangan yang berkesan. Disini kami berisitirahat selama 10 menit sambil mengamati struktur bangunannya yang unik. FYI, Laboratorium Geospasial Pesisir Parangtritis didirikan pada tahun 2002 yang di pimpin oleh A. Ari Dartoyo dan merupakan wujud kerjasama antara Badan Informasi Geospasial (BIG) yang dulunya dikenal dengan nama Bakosurtanal, dengan Fakultas Geografi UGM dan Pemerintah Kabupaten Bantul. Tugas utamanya melakukan riset yang berhubungan dengan segala sesuatu tentang kepesisiran. Diantaranya tentang gumuk pasir yang membentang luas di pesisir pantai Parangtritis dan merupakan satu fonomena alam yang unik, peta potensi ikan bagi nelayan dan lain sebagainya.

Jika kita cermati, laboratorium Geospasial dibagi menjadi 3 bagian utama yang memiliki filosofi pembentukan gumuk pasir, yaitu
a. Bentuk kerucut  melambangkan gunung Merapi
b. Bentuk lorong melambangkan sungai Opak dan sungai Progo.
c. Ruang pameran melambangkan gumuk pasir di Parangtritis.

Tiga bangungan utama yang ada di sana, mencoba menggambarkan proses terjadinya gumuk pasir itu sendiri. Bangunan berbentuk piramid menggambarkan gunung merapi yang sering erupsi dan menghasilkan pasir. Pasir dari gunung merapi tersebut mengalir ke laut melalui kali Opak, yang digambarkan dengan bangunan lorong pengetahuan. Sedangkan museum pasir, bebatuan dan karang laut, menggambarkan gumuk pasir yang ada di Parangtritis. Pasir yang terbawa ke laut dihempas kembali ke tepian oleh gelombang laut dan setelah kering tertiup oleh angin tenggara yang cukup kuat sehingga terbentuklah gumuk pasir itu.

Setelah puas berfoto dan melihat-lihat lab geospasial, perjalananpun kembali dilanjutkan. Perjalanan menuju ke selatan, melewati rimbunan pepohonan pesisir. Perjalanan yang menyenangkan. beberapa kali celetukan terlontar dari para gameholic. mereka berujar tempat ini cocok sekali dijadikan tempat perang-perangan dan berburu para sniper. Owalah, dasar para pecandu game, hohoho.

Pos 4 sudah ditemukan. Kini perjalanan diteruskan menuju pos 5. Di tengah perjalanan menuju pos 5 terjadi perdebatan mengenai rute yang kami lewati. Beberapa petunjuk jalan membingungkan. Di sebuah pertigaan terdapat tanda halangan, artinya tidak boleh dilewati. Tetapi anehnya di belakang tanda tersebut terdapat pita kuning sebagai petunjuk jalan yang benar. Akhirnya kuputuskan tetap melewati tanda halangan tersebut, yang penting arah tersebut menuju ke selatan, menuju pantai.

Sepanjang perjalanan menuju pos 5 kami melewati kenampakan gumuk pasir. Gumuk pasir ini tidak seluas gumuk pasir yang berada di sisi barat Parangtritis tetapi cukup lumayan sebagai gambaran daerah padang Pasir di Timur Tengah sana. Untuk diketahuinkenampakan gumuk pasir ini adalah satu-satunya di asia Tenggara lho. Akhirnya kami mendapati jalan raya. Dari situ terlihat pos 5 di sebelah timur kami berdiri. sesampai pos 5 kami baru menyadari rute yang kami gunakan sedikit melenceng. Rembugan dengan petugas pos menghasilkan hipotesis bahwasanya ada tangan usil yang mengubah rute. Dan memang benar, banyak regu yang melewati ruteku.

Berlatar gumuk pasir

Setelah menikmati pisang rebus sebagai pengganjal perut, perjalanan kembali diteruskan menyusuri jalan raya menuju pos 6 yang berada di depan pos TNI AU. pos TNI AU bertugas menjaga lapangan terbang Federasi Aero Sport Indonesia (FASI). lapangan terbang ini sering digunakan untuk berbagai macam kejuaraan seperti gantole ataupun paralayang. Jogja air show juga sering diadakan disini. Setelah pamit dari pos 6, kafilah kecil kami menyusur pantai dan akhirnya menemukan pos terkakhir, warung makan. Alhamdulillah. Perjalanan kelompokku berjalan lancar.

Ketika menikmati semilir angin selatan selepas makan siang, kasak kusuk tentang teresesatnya beberapa rombongan terdengar di telinga. Tidak tanggung-tanggung mereka terdampar jauh di parangtritis. Aku masih geleng-geleng kepala, padahal di dalam kelompok tersebut banyak warga asli jogja dan jurusan geografi yang seharusnya sudah mengetahui daerah ini di luar kepala. Khusus untuk geografi, daerah selatan Jawa adalah rumah kedua. tempat kami menghabiskan banyak waktu mempraktekan ajaran teori di kelas dengan pengamatan langsung di lapangan.

Berbagai teori dan penafsiran menyeruak mengenai asal musabab 3 kelompok tersesat. Kemungkinan terbesar adalah kesalahan mengikuti petunjuk jalan. Wilayah ini merupakn wilayah yangs sangat cocok untuk kegiatan di luar ruangan, dari mencari jejak, hiking maupun kegiatan lainnya. Jadi tidak heran jika beraneka rupa tanda tertampang di beberapa tempat. Faktor misitis juga tiba-tiba muncul. Konon ada 7 orang yang terpisah dengan rombongan utama saat sedang asyik mengerjakan tugas dari pos sebelumnya. Ketika sedang kebingungan tiba-tiba ada suara laki-laki terdengar, padahal yang tersesat perempuan semua. Merekapun berhamburan menuju ke selatan dan menemukan jalan raya, beberapa puluh meter dari pos 5.

Rute outdoor activity PPG SM3T UNY

Rute outdoor activity PPG SM3T UNY

Itulah sedikit kisah lika liku di kegiatan outdoor activity. Salut untuk kerja panitia. Tidak mudah untuk mengelola kegiatan dengan peserta ratusan orang. Sedikit masukan, persiapan harus lebih matang dan siapkan tim bayangan di beberapa titik rawan. Moga kedepannya, aktivitas seperti ini lebih asyik dan lebih keren lagi. Mari sedikit Piknik, biar tidak Panik.

pranala luar :

tentang lab geospasial : http://anisasp.blogspot.com/2013/12/laboratorium-geospasial-pesisir.html

tentang gumuk pasir : https://pojanwibawa.wordpress.com/tag/gumuk-pasir-atau-sand-dunes-parangtritis/

 

Iklan

About Eko Rizqa

Alumni SMA N 1 Kebumen dan Jurusan Pendidikan Geografi UNY. Suka nulis dan jalan-jalan. Guru SM3T

Posted on 9 Juni 2015, in Backpacker, Hiburan, PPG, SM-3T and tagged , , . Bookmark the permalink. 2 Komentar.

  1. sayangnya gumuk pasirnya sudah mulai ada bangunan dan vegetasi….

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

rumah matahari

"sebab tiap kata adalah rumah doa, maka semoga hanya ruh kebaikan yang menjadi penghuninya."

Madinatunnajah Kota Cirebon

This WordPress.com site is the bee's knees

Scripta Manent, Verba Volant

"Yang tertulis akan abadi, yang terucap akan lenyap, bersama hembusan angin"

diarydiar

bahagiakan hati dengan berbagi

U1needth's Blog

dari pendidikan untuk perbaikan (from tarbiyah for ishlah)

DWI BUDIYANTO

learning, leading, serving

catatan peradaban

meraih ridha Illahi...

Iftihatinjannah's Blog

Just another WordPress.com weblog

Berbagi Inspirasi

Kebaikan dalam Kesederhanaan

rumah matahari

"sebab tiap kata adalah rumah doa, maka semoga hanya ruh kebaikan yang menjadi penghuninya."

Madinatunnajah Kota Cirebon

This WordPress.com site is the bee's knees

Scripta Manent, Verba Volant

"Yang tertulis akan abadi, yang terucap akan lenyap, bersama hembusan angin"

diarydiar

bahagiakan hati dengan berbagi

U1needth's Blog

dari pendidikan untuk perbaikan (from tarbiyah for ishlah)

DWI BUDIYANTO

learning, leading, serving

catatan peradaban

meraih ridha Illahi...

Iftihatinjannah's Blog

Just another WordPress.com weblog

Berbagi Inspirasi

Kebaikan dalam Kesederhanaan

%d blogger menyukai ini: