Jaga Kesehatan Gaess!! (Cerita tentang kehidupan asrama PPG SM3T UNY eps.4)


nikmat waktu dan nikmat sehat

 

 

 

 

 

Ada dua kenikmatan yang sering terlupakan oleh banyak orang: nikmat sehat dan waktu luang.” (HR. Bukhari, no: 5933)

Lebih dari 2 purnama kita bersama. Semula-mula masih malu-malu jika saling bersua, tetapi kini saling asyik bercengkerama. Pada mulanya saling jaim dan meng cool kan raut muka, tapi kini semua tiada yang menutupi belangnya. Suasana semakin cair, setiap hari pula mengenal rekan-rekan baru, entah karena kejadian tidak sengaja, mengikuti eksul yang sama atau karena ada tiba-tiba jatuh cinta pada si dia.

Pekan-pekan dan bulan pertama, api semangat berkobar menggelora mengikuti segala macam perkuliahan dan agenda asrama. Rasa semangat itulah yang membuat segala kegiatan bisa dilibas dengan sempurna. Namun, lambut laun bahan bakar semangat itu berkurang dan berkurang. Semangat mulai mengendur, tubuh pun mulai mulai kelimpungan mengimbangi aktivitas-aktivitas yang dilakukan. Ditambah lagi pada beberapa kesempatan cuaca kurang bersahabat dan ditambah lagi Program Wajib KMD, sehingga tubuh pun harus mengeluarkan tenaga ekstra untuk kerja rodi-mungkin lebih tepat disebut belajar rodi-. Akhirnya, bertumbanglah satu persatu pelakon PPG.

Masih lekat dalam ingatan ketika diadakan pemeriksaan kesehatan di kampus Wates dari kampus Pusat. Berduyun-duyun mahasiswa semua jurusan datang memeriksakan kesehatannya. Puluhan jumlahnya. Mulai dari flu, demam, batuk, bahkan sakit perut. Tersiar kabar juga dari sebuah grup di WA, 70% pengunjung UPT Kesehatan di Kampus Pusat adalah mahasiswa PPG. Wow!! Beberapa teman sekelasku juga secara bergantian izin tidak masuk karena sakit. Dan bukan suatu hal yang luar biasa jika ada seorang teman harus rawat inap di rumah sakit.

Penulis pun pernah merasakan kondisi tubuh tidak bisa diajak kompromi. Momok peer teaching ataupun tagihan-tagihan lain benar-benar memeras otak dan badan sampai sekering-keringnya. Bukan lagi suatu hal yang keren kalau kita mengatakan lembur sampai jam 1 atau jam 2 dinihari karena ternyata banyak yang tidak tidur sama sekali karena bayang-bayang kengerian presentasi lebih menakutkan daripada godaan kantuk.

Kalaulah boleh, penulis ingin memberikan solusi. Betul sekali jika SSP, PTK ataupun segala macam tagihan adalah penting, tetapi lebih penting adalah kondisi kesehatan kita. Jangan sampai kita mendzolimi diri sendiri yang akan membuat diri kita binasa. Ada masa dimana tubuh harus diberikan hak-haknya.

Pertama, jangan tidur terlalu larut. Pada malam hari tubuh kita membutuhkan waktu untuk beristirahat, membuang limbah metabolisme, serta menyegarkan kembali kondisi tubuh. jika kita terlalu sering begadang, maka metabolisme tubuh pun terganggu dan otomastis kita rentan sakit karena sistem pertahanan dan kebugaran tubuh kita berkurang.

Jangan lupa pula berolahraga secara teratur. Jika pagi dirasa waktunya terlau sempit, maka waktu sore sempatkanlah waktu meski hanya 15 menit untuk sekedar jogging, bersepeda atau senam sederhana. Jangan sampai kegiatan fisik yang kita lakukan overload di akhir pekan. Kegiatan fisik yang overload justru bisa menyebabkan sakit. Konsumsi madu, susu ataupun obat herbal semacam habbattussauda juga bisa dipertimbangakan. Jangan sampai kita tergantung dengan obat-obatan kimiawi karena dalam jangka panjang dapat merusak tubuh. Oh ya, kebutuhan air putih juga harus dipenuhi. Jangan pelit minum air putih. Tidak perlu menunggu kehausan untuk minum air putih.

Apabila ikhtiar kita menjaga kesehatan ternyata tidak sesuai yang diharapkan dan sakit tetap melanda maka terimalah dengan lapang dada. Sakit yang kita alami akan menghapus dosa-dosa kita, maka sabarlah menghadapinya.

Nabi shallallahu ‘alihi wa sallam bersabda,

“Setiap muslim yang terkena musibah penyakit atau yang lainnya, pasti akan hapuskan kesalahannya, sebagaimana pohon menggugurkan daun-daunnya”[ HR. Al-Bukhari no. 5661 dan Muslim no. 651]

Ambillah hikmah saat kita sakit, mungkin itulah dimana waktu kita diminta bermuhasabah diri dan merasakan betapa nikmatnya sehat yang telah diberikan. Lagu ‘Muhasabah Cinta’ dari Edcoustic sepertinya layak untuk diperdengarkan

Wahai pemilik nyawaku
Betapa lemah diriku ini
Berat ujian dari Mu
Kupasrahkan semua pada Mu

Tuhan baru kusadar
Indah nikmat sehat itu
Tak pandai aku bersyukur
Kini ku harapkan cinta Mu

Reff
Kata kata cinta terucap indah
Mengalir berdzikir di kidung do’a ku
Sakit yang kurasa biar
Jadi penawar dosaku

Butir butir cinta air mataku
Terlihat semua yang Kau beri untukku
Ampuni khilaf dan salah selama ini
Ya Illahi Muhasabah cintaku

Tuhan kuatkan aku
Lindungiku dari putus asa
Jika ku harus mati
Pertemukan aku dengan Mu

Mari kawan seperjuangan seperjalanan, jaga kesehatan kita sebaik-baiknya. Kita akan saling memapah jika ada yang terseok, kita akan saling mengulurkan tangan jika ada yang terjatuh. Perjalanan masih panjang kawan. Masih ada 10 purnama yang harus kita taklukan bersama. Tetaplah bertahan dan bersemangatlah! Saparatoz!

kamu kudu kuat

toni blank saparatoz

 

baca juga :

1. Awal kehidupan bermula (Episode 1)

2. Membangun pondasi pertama (Episode 2)

3. Antara usia dan kepingan mozaik (Episode 3)

Iklan

About Eko Rizqa

Alumni SMA N 1 Kebumen dan Jurusan Pendidikan Geografi UNY. Suka nulis dan jalan-jalan. Guru SM3T

Posted on 11 Mei 2015, in Inspirasi, PPG, SM-3T, Tips dan Trik and tagged , , . Bookmark the permalink. 5 Komentar.

  1. lebih tepatnya gini “Tiba2 jatuh cinta karena mengikuti ekskul yang sama” hahahah….

    “sempatkanlah waktu meski hanya 15 menit untuk sekedar jogging, bersepeda”
    kalo jogging, oke lah, aku baru beli sepatu running hehe,, kalo bersepeda? lah sampeyan saja yang punya sepedanya 😦

    tapi memang betul, olahraga rutin, banyak minum air putih, dan istirahat cukup. Itu penting. Dan penting juga untuk sudah punya pujaan hati atau calon istri, biar lebih semangat ngejalanin PPG hehehehe…. pissss….

    • Yg idemu pertma mungkin bisa takjadikan satu episod sendiri, hehehe. Kalo yg speda tu kan cuma pilihan boleh milih boleh gk.

      Nah tu calon istri ny lum ada e?

  2. Tulisan nya bagus mas eko.. Kita harus menikmati setiap detik hidup yang telah diberi. Biar jadwal padat, tagihan tugas banyak, deathline sudah di depan mata, kalo tubuh kita tumbang karena sakit apalah daya kn.. semangat untuk yang sedang ber-PPG..

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

rumah matahari

"sebab tiap kata adalah rumah doa, maka semoga hanya ruh kebaikan yang menjadi penghuninya."

Madinatunnajah Kota Cirebon

This WordPress.com site is the bee's knees

Scripta Manent, Verba Volant

"Yang tertulis akan abadi, yang terucap akan lenyap, bersama hembusan angin"

diarydiar

bahagiakan hati dengan berbagi

U1needth's Blog

dari pendidikan untuk perbaikan (from tarbiyah for ishlah)

DWI BUDIYANTO

learning, leading, serving

catatan peradaban

meraih ridha Illahi...

Iftihatinjannah's Blog

Just another WordPress.com weblog

Berbagi Inspirasi

Kebaikan dalam Kesederhanaan

rumah matahari

"sebab tiap kata adalah rumah doa, maka semoga hanya ruh kebaikan yang menjadi penghuninya."

Madinatunnajah Kota Cirebon

This WordPress.com site is the bee's knees

Scripta Manent, Verba Volant

"Yang tertulis akan abadi, yang terucap akan lenyap, bersama hembusan angin"

diarydiar

bahagiakan hati dengan berbagi

U1needth's Blog

dari pendidikan untuk perbaikan (from tarbiyah for ishlah)

DWI BUDIYANTO

learning, leading, serving

catatan peradaban

meraih ridha Illahi...

Iftihatinjannah's Blog

Just another WordPress.com weblog

Berbagi Inspirasi

Kebaikan dalam Kesederhanaan

%d blogger menyukai ini: