Cerita tentang Kehidupan Asrama PPG SM3T UNY (Eps. 2) Membangun Pondasi Pertama


Catatan Sore di Lantai 3

(Catatan Kecil tentang Kehidupan asrama PPG SM3T UNY Angkatan III)

suasana pemilihan Pak Lurah PPG SM3T UNY Angkatan III

suasana pemilihan Pak Lurah PPG SM3T UNY Angkatan III

 

Kondisi kamar di rusunawa putra dan putri kosong melompong. Hanya tertinggal sedikit jejak-jejak peradaban PPG Angkatan II. Hanya nampak poster-poster bola klub kesayangan, stiker-stiker, kata-kata motivasi, tempelan ayat Kursy, ember pecah ataupun capstock yang telah patah beberapa cabangnya. Selain itu, tidak ada lagi ghanimah yang dapat ditemukan. Khusus rusunawa putra, ada bonus khusus di luar kamar. Kotoran burung gereja secara massif, terstruktur dan sistematis tersebar merata di sepanjang lorong. Kotoran burung membuat besi pengaman di lorong kamar menjadi bercorak unik, putih kecoklatan berlatar warna hitam

Karena sebab utama itulah maka pada hari Rabu digalakkan gugur gunung pembersihan rusunawa. Semua resimen dari sayap barat dan timur dari lantai 3 dan 4 putra bersungguh-sungguh mengkinclongkan rusunawa. Pasukan utama menyapu ruangan, mengepel lantai, dan mengelap kaca. Satu pleton khusus membersihkan tempat mandi dan kakus. Satu pleton pilihan bertugas khusus menggosok sisi luar kamar dari kotoran burung gereja yang sekenanya sendiri membuang hajat. Beberapa serdadu memprotes susahnya membersihkan kotoran kering itu. kalaulah Dodit SUCI 4 lulusan UNS itu ada disini mungkin dia akan bilang“ jadi, kamu yang enak-enakan terbang, aku yang harus membersihkan kotoranmu” hehe.

Peserta PPG SM3T UNY membersihkan rusunawa dengan riang gembira

Peserta PPG SM3T UNY membersihkan rusunawa dengan riang gembira

 

Di sela-sela pembersihan, pak Lurah berkeliling di setiap sudut. Pak Lurah sedang menjalankan tugas kedinasan pertama. Baru beberapa jam dia menjabat sebagai Lurah putra melalui proses yang dramatis. Begini ceritanya, pada malam Rabu, 3 Maret 2015 diadakanlah pertemuan perdana antara penghuni rusunawa yang baru dengan pengelola asrama. Agar kegiatan keasramaan dapat terlaksana dengan baik maka perlulah dibuat hierarki organisasi asrama. Agar kepengurusan dirasa adil sekaligus mengakomodir kebhinekaan para penghuni rusunawa, maka pengelola asrama meminta perwakilan tiap region wilayah untuk maju ke depan. Selain itu, perwakilan tiap jurusan diminta pula berkumpul. Setelah pertemuan dengan pengurus asrama selesai, perwakilan yang telah ditunjuk melakukan rapat pembentukan hierarki organisasi asrama.

Rapat yang semula dikira hanya menentukan format terbaik pemilihan lurah tiba-tiba mengarah ke pemilihan lurah. Calonnya tentu saja dari perwakilan daerah dan perwakilan kelas. Mungkin dikarenakan suasana yang bersemangat ataupun karena masih terngiang-ngiang desakan pengelola asrama agar selekasnya membuat struktur asrama membuat pemilihan Lurah dan bu Lurah tergesa gesa sekaligus tiada terkonsep. Dinamika terjadi di dalam pemilihan tersebut, dari maju mundurnya calon, cara pemilihan sampai keogahan calon terpilih menerima hasil voting. Pemungutan suara untuk Lurah menghasilkan Imam Aji Subagyo sebagai Lurah terpilih. Endang Mardiah Khairuzal terpilih menjadi Bu Lurah. Malam telah larut, rapat pun diakhiri. Pembahasan pak Lurah dan Bu Lurah usai sudah. Meskipun demikian, banyak yang pulang dengan perasaan mengganjal dengan pemilihan Lurah yang begitu cepat dan mendadak. Aji, yang terpilih menjadi lurah pun belum mau kusalami, dia selalu mengatakan masih menolak jabatan lurah meski telah terpilih.

Nampak Adi, Yusuf dan Imam Aji menolak dicalonkan menjadi Lurah

Nampak Adi, Yusuf dan Imam Aji menolak dicalonkan menjadi Lurah

Keesokan harinya, semua warga rusunawa PPG dikumpulkan di lapangan futsal yang membelah rusunawa putra dan putri. MC memberikan maklumat tentang hajatan tadi malam yang telah menghasilkan pemimpin baru. Batalion putri sepertinya bersikap tenang dan menyambut baik hasil tadi malam. Sedangkan batalion putra terdengar kasak kusuk dan desas-desus tentang ketidaksepakatan hasil pemilihan Lurah tadi malam. Pada saat situasi kurang mengenakkan tersebut, Aji muncul ke depan barisan. Spontan dia mengajukan pengunduran diri dari jabatan Pak Lurah. Dia merasa pemilihan tadi malam kurang fair karena terkesan terburu-buru dan dirasa belum mendengarkan suara peserta PPG yang lain tentang tata cara pemilihan Lurah.

Akhirnya semua peserta putra setuju agar diadakan pemilihan suara ulang. Posisi rapat besar kini bergeser di ruang makan lantai 1. Pemilihan lurah ini menajdi dialektika tatacara pemilihan lurah, apakah menggunakan pilihan langsung yang kita contek dari demokrasi barat atau menggunakan cara demokrasi Pancasila, menggunakan sistem perwakilan yang bermusyawarah untuk mencapai mufakat? Setelah terjadi dinamika yang cukup alot, akhirnya disepakati setiap RT mengirimkan bakal calon lurah terbaiknya untuk diadakan pemilihan secara terbuka di depan majelis rakyat.

Selain memilih bakal calon lurah, setiap RT juga diwajibkan memilih ketua RT sebagai hulubalang pemerintahan asrama PPG. Dari 4 RT putra, hanya 2 RT yang mengirimkan wakilnya. 2 RT yang lain menyatakan dirinya mundur. Pertarungan sepertinya akan terjadi sengit. 2 calon yang maju adalah Kareka Ananda dan Miftahul Khoir. Kombinasi antara kesamaan jurusan, kesamaan penempatan, ataupun kesamaan daerah layak diperhatikan dengan seksama. Kompetisi yang menarik, tidak akan ada yang menang mutlak.

Pemungutan suara untuk Lurah dilakukan saat itu juga. Pemilihan tidak menggunakan kertas suara atau diatur oleh KPU, tapi cukup mengacungkan tangan. Setiap kepala sudah dihitung. Hak rakyat sudah terpenuhi dan akhirnya mengahasilkan Miftahul Khoir Abdurahman sebagai lurah. Kareka sebagai pemenang kedua mendapat posisi spesial sebagai Sekretaris dan dipanggil sebagai Pak Carik. Tahniah! Aji, Kareka, dan Mifta dan para ketua RT akhirnya bersalaman dan bergandengan tangan siap bersama-sama mengemban amanah menyejahterakan segenap peserta PPG. Suatu hal yang indah sekali, seakan berfriksi di awal tapi bisa berfusi kembali di akhir.

Drama di asrama PPG SM3T berakhir dengan elok. Kumpulan calon guru profesional ini bisa mengolah konflik dengan cara yang baik. Tiada ego yang berlebihan, tiada pukulan yang dihempaskan. Semua bisa diselesaikan dengan cara yang baik. Kemampuan mengelola maslah ini adalah pondasi yang sangat penting dalam kehidupan bermasyarakat dan bernegara kelak. Kita sudah merasa jengah dengan keributan politk di level elit dan seakan-akan terasa gelap masa depan negri ini. Tapi disini, di kota Wates yang mungil ini, secercah harapan kembali muncul dari para kombatan SM3T. Kita semua dapat mengelola konflik dengan baik, menyelesaikan dengan cara yang baik pula. Sebuah softskill yang dapat kita tebarkan di penjuru Indonesia.

Drama di asraama PPG SM3T semakin indah setelah diakhiri dengan gotong royong membersihkan rusunawa. Sebuah harmonitas yang berpadu dengan kearifan lokal. Sangat asyik sekali.

Hari-hari pertama di asrama PPG SM3T telah dilalui dengan sangat luar biasa. Mudah-mudahan semua permasalahan kedepan dapat diselesaikan dengan cara sebaik-baiknya. Tidak ada perkara yang tidak bisa selesai jika kita bicara dengan baik-baik. Akhirnya, bolehkanlah saya mengutip sebuah iklan di TV yang sarat makna. Kita kutip iklan S*riwangi “mari ngeteh, mari bicara”. Atau kalau anda suka ngopi, bolehlah diganti dengan kalimat “ mari ngopi, mari bicara”. Maknai pesan iklan tersebut, anda akan tahu bagaimana cara menyelesaikan masalah.

Sekian. Salam teh anget,

 

Tulisan ini adalah pandangn subjektif penulis. Bila ada komentar atau suatu hal yang perlu dibetulkan bisa disampaikan di kolom komentar. Bila ada blogger PPG SM3T UNY yang memiliki tulisan tentang PPG SM3T UNY bisa menghubungi saya untuk mempublikasikannya. Terimakasih. Salam hangat

Iklan

About Eko Rizqa

Alumni SMA N 1 Kebumen dan Jurusan Pendidikan Geografi UNY. Suka nulis dan jalan-jalan. Guru SM3T

Posted on 17 Maret 2015, in Lain-lain, Pendidikan, PPG, SM-3T and tagged , , , . Bookmark the permalink. 4 Komentar.

  1. salam kenal mas sebelumnya,saya SM-3T angkatan V LPTK UNNES,dan berniat mengikuti PPG diUNY kebetulan saya dari jurusan geografi juga…saya mau tanya jarak dri asrama wates ketempat kuliah PPG jauh tidak ya?terimakasih sebelumnya

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

rumah matahari

"sebab tiap kata adalah rumah doa, maka semoga hanya ruh kebaikan yang menjadi penghuninya."

Madinatunnajah Kota Cirebon

This WordPress.com site is the bee's knees

Scripta Manent, Verba Volant

"Yang tertulis akan abadi, yang terucap akan lenyap, bersama hembusan angin"

diarydiar

bahagiakan hati dengan berbagi

U1needth's Blog

dari pendidikan untuk perbaikan (from tarbiyah for ishlah)

DWI BUDIYANTO

learning, leading, serving

catatan peradaban

meraih ridha Illahi...

Iftihatinjannah's Blog

Just another WordPress.com weblog

Berbagi Inspirasi

Kebaikan dalam Kesederhanaan

rumah matahari

"sebab tiap kata adalah rumah doa, maka semoga hanya ruh kebaikan yang menjadi penghuninya."

Madinatunnajah Kota Cirebon

This WordPress.com site is the bee's knees

Scripta Manent, Verba Volant

"Yang tertulis akan abadi, yang terucap akan lenyap, bersama hembusan angin"

diarydiar

bahagiakan hati dengan berbagi

U1needth's Blog

dari pendidikan untuk perbaikan (from tarbiyah for ishlah)

DWI BUDIYANTO

learning, leading, serving

catatan peradaban

meraih ridha Illahi...

Iftihatinjannah's Blog

Just another WordPress.com weblog

Berbagi Inspirasi

Kebaikan dalam Kesederhanaan

%d blogger menyukai ini: