Catatan Selepas Senja (eps.1) Awoal Kehidupan PPG Bermula (Kehidupan di Asrama PPG SM3T UNY)


(Catatan Kecil tentang Kehidupan asrama PPG SM3T UNY Angkatan III, ditulis di lantai 3)

Pembukaan PPG SM-3T

Pembukaan PPG SM-3T UNY Angkatan III

 

Jeda menganggur yang hampir setengah tahun membuat bimbang alumni SM3T. Waktu yang sangat tanggung untuk bekerja secara formal di sekolah. Jikapun ada yang mengajar di sekolah, bisanya hanya menjadi guru pengganti ataupun punya perjanjian khusus dengan sekolah bersangkutan bahwa mereka hanya sebentar saja mengabdi di sekolah tersebut. Beberapa diantaranya menjadi pertapa yang mendalami ilmu CPNSan yang sebagian daripadanya berhasil lolos seleksi. Sebagian juga dari mereka tiba-tiba menjadi backpacker, goweser, fotografer, iciper kuliner, blogger, dan traveller garis keras. Sebagian lagi mendadak beriwrausaha. Sebagian lagi pasrah menjadi penatalaksana rumah tangga, membantu ayah dan bunda mengepel, nyuci, dan nyetrika. Dan sebagian lagi-mungkin yang paling banyak- berubah profesi menjadi pengacara a.k.a pengangguran banyak acara, hehehe.

5 bulan bukanlah waktu yang pendek untuk menunggu. Alumni SM3T yang kebanyakan mengalami kegalauan tingkat akut menyambut dengan ceria saat dibuka pendaftaran PPG SM3T pada akhir bulan Februari. Rautan emosi dan gelisah yang ditampilkan air muka sejak awal tahun karena ketidakpastian pendaftaran, kini berubah menjadi luapan gairah nan sumringah. Semua menyambut dengan gembira, mengingatkan lagu pemilu Orde Baru. Bernada riang, bertempo cepat dan bersemangat.

Singkat cerita, segenap peserta dari penjuru mata angin bergerak menuju asrama Wates, Kulonprogo, DIY. Bermacam-macam cara mereka datang, melalui pesawat, kapal, kereta, mobil, bus, sepeda kayuh bahkan juga andong. Mereka berasal dari Sumatra, Jawa, Kepulauan Bali dan Nusa Tenggara, Kalimantan, dan Sulawesi. Berasal dari suku-suku yang berwarna-warni dan beraneka agama, berkumpul di DIY sebagai Taman Mini kehidupan Indonesia. Berbhineka wajah penghuni asrama namun ber Tunggal dalam tujuan. Sama-sama menginginkan satu hal, membuat kualitas pendidikan di Indonesia lebih baik dan merata. Dengan kualitas pendidikan yang baik akan membuat negri kita bertamadun, berdiri tegak serata bangsa lain. Insya Allah.

Hari selasa jam 3 sore adalah waktu terakhir calon peserta PPG lapor diri. Tercatat 254 jiwa sudah tercatat dari 272 yang terdaftar. Beberapa dari yang tidak lapor diri dikarenakan telah lolos seleksi CPNS, sebagian telah menikah dan sisanya belum diketahui alasannya. Pada selasa malam, dilakukanlah perkenalan singkat dengan para penanggung jawab asrama dan pemilihan lurah. Rabu keesokan harinya sampai sore harinya dilakukan pilkada ulang lurah, pembersihan asrama, dan pengukuran seragam. Cerita pada hari Rabu Insya Allah akan dijadikan catatan tersendiri.

Pada hari kamis, mulailah Orientasi sesungguhnya. Peserta PPG SM3T berdatangan semenjak pukul 07.30. Tampak mereka berdandan dengan rapi. Mandi pagi-pagi, memakai pakaian terbaik, mengelus rambut menggunakan gatsby serta menyemprotkan minyak wangi. Sepatu pantofel yang berdebu kinipun hitam berseri-seri setelah disemir menggunakan Kiwi. Tas-tas hitam berbodiran SM3T tak lupa dibawa, berisi buku, alat tulis lengkap, laptop, dan yang pasti powerbank untuk gadget yang selalu ditenteng.

image

Para guru ganteng nan eksis

Pukul 08.00 acara dimulai. Materi silih berganti dipaparkan para pemateri. Mulai dari tata kehidupan di asrama, etika, struktur kurikulum, dan lain sebagainya. Dari beberapa materi yang disampaikan, mungkin yang paling menarik perhatian adalah tentang Sertifikat Profesi. PPG merupakan benteng terakhir menghasilkan guru yang benar-benar profesional. Sertifikat profesi ini adalah syarat mutlak mendaftar CPNS di tahun-tahun mendatang. Untuk saat ini, satu-satunya cara mengikuti PPG Pra-jabatan adalah melalui SM3T karena jalur umum belum dibuka untuk saat ini. Hal yang mungkin mengganjal adalah untuk mendapatkan tunjangan profesi ini, kita harus mengajar dan terdaftar menjadi guru di sekolah. Kemudian NUPTK harus diurus sesegera mungkin. Setelah NUPTK dan administrasi lain selesai barulah kita bisa mendapatkan tunjangan profesi ini. Sepertinya ribet dan memakan waktu yang lama. Tapi dari itu semua kita, harus tetap semangat dan optimis untuk menatap masa depan.

Mari kawan-kawan berjuang bersama. Marilah sambut gembira PPG SM-3T. Ucapkan basmalah. Bersiap-siaplah menjadi otak, hati, dan tulang punggung Indonesia.

 

Tulisan ini adalah pandangan subjektif penulis. Bila ada komentar atau suatu hal yang perlu dibetulkan bisa disampaikan di kolom komentar. Bila ada rekan-rekan PPG SM3T UNY yang memiliki tulisan tentang PPG SM3T UNY bisa menghubungi saya untuk mempublikasikannya.

Terimakasih. Salam hangat

Iklan

About Eko Rizqa

Alumni SMA N 1 Kebumen dan Jurusan Pendidikan Geografi UNY. Suka nulis dan jalan-jalan. Guru SM3T

Posted on 9 Maret 2015, in Lain-lain, opini, Pendidikan, SM-3T and tagged , . Bookmark the permalink. 8 Komentar.

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

rumah matahari

"sebab tiap kata adalah rumah doa, maka semoga hanya ruh kebaikan yang menjadi penghuninya."

Madinatunnajah Kota Cirebon

This WordPress.com site is the bee's knees

Scripta Manent, Verba Volant

"Yang tertulis akan abadi, yang terucap akan lenyap, bersama hembusan angin"

diarydiar

bahagiakan hati dengan berbagi

U1needth's Blog

dari pendidikan untuk perbaikan (from tarbiyah for ishlah)

DWI BUDIYANTO

learning, leading, serving

catatan peradaban

meraih ridha Illahi...

Iftihatinjannah's Blog

Just another WordPress.com weblog

Berbagi Inspirasi

Kebaikan dalam Kesederhanaan

rumah matahari

"sebab tiap kata adalah rumah doa, maka semoga hanya ruh kebaikan yang menjadi penghuninya."

Madinatunnajah Kota Cirebon

This WordPress.com site is the bee's knees

Scripta Manent, Verba Volant

"Yang tertulis akan abadi, yang terucap akan lenyap, bersama hembusan angin"

diarydiar

bahagiakan hati dengan berbagi

U1needth's Blog

dari pendidikan untuk perbaikan (from tarbiyah for ishlah)

DWI BUDIYANTO

learning, leading, serving

catatan peradaban

meraih ridha Illahi...

Iftihatinjannah's Blog

Just another WordPress.com weblog

Berbagi Inspirasi

Kebaikan dalam Kesederhanaan

%d blogger menyukai ini: