Monthly Archives: Desember 2014

Jagoan-Jagoan Tembak di Tapal Batas

https://i0.wp.com/jakartagreater.com/wp-content/uploads/2014/12/image387.jpg

dimuat juga di : http://jakartagreater.com/jagoan-jagoan-tembak-di-tapal-batas/

Kali ini, saya akan menceritakan kemampuan para penduduk perbatasan yang rata-rata jago menembak. Hutan hujan tropis yang mengelilingi desa mereka menyimpan banyak sumber daya hewani yang bisa dimanfaatkan. Lingkungan yang berupa hutan belantara menjadikan masyarakat pandai berburu, susur hutan, dan mencari jejak. Beberapa hewan yang sering diburu diantaranya kancil, payau, kijang, babi hutan dan sebagainya. Kegiatan berburu yang dilakukan tidak lagi mengunakan alat tradisional seperti sumpit atau tombak. Sebagian besar penduduk disini sudah menggunakan senapan penabur untuk berburu. Senjata penabur memiliki satu amunisi dalam satu kali tembak, dan apabila sudah mengenai sasaran, maka amunisi tersebut akan pecah menjadi beberapa pecahan proyektil.

Hewan buruan biasanya dijual di pasar, terkadang juga dimakan sendiri. Hewan buruan itulah yang menjadi sumber protein hewani untuk masyarakat sekitar. 1 ikat daging kijang atau kancil (kurang lebih 1 kg) dihargai 30 ribu. Jauh lebih murah daripada seekor ayam potong yang bisa mencapai 150-200 ribu per ekor. Tapi anehnya, murid-muridku lebih bersemangat memakan ayam potong karena mereka bilang bosan dengan daging hewan buruan. Sedangkan bagi kami, guru SM3T, tentu lebih memilih daging kijang karena tidak bakal ditemui di pasar-pasar di Jawa. Jika siswa kami mendapat buruan, biasanya mereka datang ke rumah dinas kami, dan kami pun dengan suka hati membelinya. Karena saking enaknya daging hewan buruan, sering kami mabuk kekenyangan, hehe. Read the rest of this entry

Iklan

Para Patok Hidup Perbatasan

Dimuat juga di http://jakartagreater.com/para-patok-hidup-perbatasan/

Latihan Pengibaran bendera di Perbatasan

Latihan Pengibaran bendera di Perbatasan

Menjaga perbatasan negara janganlah sekedar dimaknai menjaga benda mati yang ditandai dengan patok atau koordinat-koordinat lintang dan bujur. Ada Sumber Daya Manusia yang justru harus lebih diperhatikan daripada hanya sekedar menunggu tanda simbolis berupa patok.

Sering kita dengar banyak warga negara Indonesia yang justru lebih nyaman dan enjoy hidup bersama negara jiran. Mereka mungkin sudah muak dengan segala janji-janji yang melambung tinggi, tetapi entah berapa yang ditepati. Janganlah salahkan pula jika mereka tak tahu siapa Presidennya atau bagaimana cara menyanyi Indonesia Raya jika sinyal, siaran radio, buku-buku atau guru tak sampai ke tempat mereka tinggal.

Salah satu program pemerintah untuk mendukung pengembangan Sumber Daya Manusia di perbatasan adalah dengan program Sarjana Mendidik di daerah Terdepan, Terluar, Tertinggal (SM-3T). Diantara rekan sekalian mungkin lebih mengenal Indonesia Mengajar yang digagas Anies Baswedan. Programnya hampir mirip dengan Indonesia Mengajar tetapi program ini cakupannya lebih luas dari jenjang PAUD, TK, SMP, SMA dan program ini langsung di bawah Kementerian Pendidikan Nasional. Program ini dibuat untuk ‘menambal’ kekurangan guru di daerah 3T sampai jumlah guru di sekolah tersebut mencukupi sekaligus meningkatkan kualitas sekolah. Setelah setahun mengabdi, maka kami akan dikuliahkan pendidikan profesi guru (PPG) selama setahun dan setelah lulus PPG, ada tawaran menjadi PNS dan kembali ke daerah 3T tersebut.

 

Read the rest of this entry

MENJAGA ASA DI TENGAH KETERBATASAN

oleh : Eko Rizqa S.

dimuat juga di http://jakartagreater.com/menjaga-asa-di-tengah-keterbatasan/

Bersama Danton pos PAMTAS Long Nawang

Bersama Danton Pos Long Nawang

Disini saya akan sedikit menceritakan kehidupan sehari-hari para prajurit penjaga perbatasan Indonesia di kabupaten Malinau, Kalimantan Utara yang berbatasan langsung dengan Sarawak Malaysia. Nama daerahnya adalah Apau Kayan, tepat di tengah-tengah jantung Kalimantan. Kebetulan saya juga bertugas menjadi guru SM3T yang bertugas setahun di perbatasan sehingga sering berinteraksi dengan para mereka.

Saat pertamakali bersilaturahmi ke pos PAMTAS (Pos penjaga Perbatasan) Long Ampung kesan yang saya dapatkan adalah miris. Bagaimana tidak, fasilitas yang dimiliki jauh dari kata layak. Listrik hanya menyala pada malam hari. Bangunan kayu yang sudah mulai lapuk. Senjata yang paling canggih pun masih senapan mesin ringan jenis FN Minimi.

Untuk sarana transportasi, hanya ada 1 motor trail untuk satu pos yang berjumlah 20 orang. Sehingga jika hendak bepergian ramai ramai kadang nebeng atau pinjam mobil yang dimiliki warga. Jika tidak kendaraan, terpaksa jalan kaki sampai ke kampung terdekat. Untuk pergeseran pasukan dan logistik dari Tarakan ke Long Ampung yang biasanya menggunakan helikopter Mi-17 buatan Rusia sekarang menggunakan pesawat perintis komersil. Hal ini disebabkan Heli Mi-17 tersebut ada yang jatuh dan mengalami kerusakan mesin. Mungkin diantara kita masih ada yang ingat tentang jatuhnya heli tersebut tahun lalu yang menewaskan penumpangnya. Nah itulah heli yang digunakan sebagai tulang punggung operasional disana. Selama ketidakadaan Heli tersebut otomatis pengiriman logistik dan pergerakan pasukan pun terganggu.

Kondisi jalan di perbatasan setelah diguyur hujan

dorong-dorong kalau musim hujan

Read the rest of this entry

rumah matahari

"sebab tiap kata adalah rumah doa, maka semoga hanya ruh kebaikan yang menjadi penghuninya."

Madinatunnajah Kota Cirebon

This WordPress.com site is the bee's knees

Scripta Manent, Verba Volant

"Yang tertulis akan abadi, yang terucap akan lenyap, bersama hembusan angin"

diarydiar

bahagiakan hati dengan berbagi

U1needth's Blog

dari pendidikan untuk perbaikan (from tarbiyah for ishlah)

DWI BUDIYANTO

learning, leading, serving

catatan peradaban

meraih ridha Illahi...

Iftihatinjannah's Blog

Just another WordPress.com weblog

Berbagi Inspirasi

Kebaikan dalam Kesederhanaan

rumah matahari

"sebab tiap kata adalah rumah doa, maka semoga hanya ruh kebaikan yang menjadi penghuninya."

Madinatunnajah Kota Cirebon

This WordPress.com site is the bee's knees

Scripta Manent, Verba Volant

"Yang tertulis akan abadi, yang terucap akan lenyap, bersama hembusan angin"

diarydiar

bahagiakan hati dengan berbagi

U1needth's Blog

dari pendidikan untuk perbaikan (from tarbiyah for ishlah)

DWI BUDIYANTO

learning, leading, serving

catatan peradaban

meraih ridha Illahi...

Iftihatinjannah's Blog

Just another WordPress.com weblog

Berbagi Inspirasi

Kebaikan dalam Kesederhanaan