Backpacker Jambi-Palembang-Bandung


Edisi 1, Keberangkatan

Tak lama setelah berpetualang setahun di tanah Borneo, perputaran nasib membawa diriku menjelajah tanah Andalas, Sumatra. Niat semula menjelajah sumatra pada bulan Desember ternyata bisa dipercepat bulan Oktober. Momentumnya adalah ketika Pakde tertua yang berada di Jambi mau menikahkan anaknya yang kedua. Nah, ane didaulat jadi perwakilan keluarga besar di jawa untuk menghadirinya. Sebenarnya sih mereka ingin ikut ke Jambi, tapi berhubung undangannya mendadak, sebagian besar dinas kerja, plus ada keluarga di Jawa yang walimahan, akhirnya tak ada yang bisa ke Jambi. Jadilah diriku yang berstatus pengangguran setengah tertutup yang diutus ke negri sepucuk jambi sembilan lurah itu. Karena mewakili keluarga besar maka biaya perjalanan ditanggung sponsorship keluarga. Alhamdulillah :).

Acara pernikahan di Jambi dilaksanakan hari Kamis, 9 Oktober 2014. Rencananya perjalanan ke Jambi akan menggunakan bis, tapi berhubung hari selasa harus mengambil kartu tes CPNS di Cilacap maka skema perjalanan perlu dimodifikasi agar tidak telat waktu. Dari Kutowinangun, Kebumen sampai Jakarta menggunakan bis DAMRI, terus dari Jakarta menggunakan pesawat sampai Jambi. Alasan utama ane memakai bus DAMRI adalah karena ada shuttle bus DAMRI di Kemayoran yang langsung menuju ke bandara, jadi tidak usah repot cari cari bus lagi. Tarif dari kutowinangun ke Kemayoran 135 ribu. Harga standar untuk kelas PATAS AC. Sedangkan dari Kemayoran ke bandara 30 ribu. Untuk pesawatnya ane gunain Citilink, adeknya Garuda. Alasannya cuma satu, harga termurah. Harga tiket pesawat 467 ribu dan sudah termasuk airpot tax sebesar 40 ribu. Untuk pemesanan tiket ane rekomendasikan pakai traveloka. Aplikasinya enteng, enak, dan jelas informasinya (ini bukan iklan lho). Cuma ane saranin kalau membuka traveloka untuk penerbangan yang sama untuk kedua kalinya, cache di HP /komputer harap dihapus dulu. Jika kita membuka lagi rute yang sama untuk kedua kalinya biasanya harganya naik, jadi perlu dihapus cache nya agar tidak terdeteksi traveloka (jurus ngirit, hehe).

Pada mulanya ane agak waswas pesan tiket secara online tetapi setelah merasakannya ternyata enak dan enggak ribet. Pertama kita buka situs traveloka atau instal aplikasi traveloka di HP (android ya gan, jangan di HP jadul, enggak bakalan bisa). Kedua kita pilih rute dan tanggal, nanti akan muncul banyak pilihan dari harga termahal sampai termurah. Kalau pilih maskapai jangan asal yang termurah tapi lihat dulu keterangannya. Misal jika maskapai X harga tiket 420ribu tapi gak dapat apa apa. Kemudian ada maskapai Y harga tiket 450 ribu tapi sudah termasuk airport tax 40ribu maka otomatis lebih murah maskapai Y. Kenapa demikian? Karena eh karena di bandara kita kan membayar 40ribu lagi sebagai airport tax untuk maskapai X. Jadi totalnya kita membayar 460ribu. Lebih mahal kan :). (Jurus baru lagi untuk ngirit, hehe). Setelab memilih maskapainya mita akan diminta untuk mengisi daftar diri dan sebagainya. Setelah selesai kita akan menerima email pemberitahuan untuk mentransfer biaya tiket pesawat. Bukti kuitansi bisa kita print sendiri atau cukup tunjukkan saja file tersebut ke petugas di bandara.

Jpeg

 

 

 

 

 

 

 

Bandara Soetta subuh hari

Ane sampai Jakarta pukul 4 pagi kemudian lama menuju ke bandara Soetta sekitar sejam. Ane kira subuh-subuh begini, sedikit kendaraan saja yang menuju ke Soetta, tapi ternyata di jalan sudah mulai macet. Buhsyet,, subuh-subuh aja Jakarta macet apalagi siang :(. Oleh karena itu, disarankan ke bandara Soetta jangan terlalu mepet waktunya. Lebih baik menunggu lama di ruang transit daripada dag dig dug di jalanan yang macet. Sampai di bandara jam 5 subuh. Saat mau sampai bandara ditanyain turun di terminal berapa. Ane mikir sejenak, perasaan ane mau turun di bandara bukan terminal deh, hehe. Ternyata setelah itu ane baru tahu kalau bandara Soetta punya banyak terminal keberangkatan dan kedatangan tidak seperti di Adisucipto yang gate nya cuma sedikit. Berhubung ane enggak tahu terminalnya dimana akhirnya ikut saja turun bareng bareng dengan yang lain di terminal 2.

Saat menginjakkan kaki di Soetta pertamakalinya bener bener seperti the lost bacpacker alias wong ilang. Subuh-subuh sudah banyak orang yang berlalu lalang, ada pula yang tidur. Tempat yang pertamakalinya kucari adalah WC, hehe. WC nya bagus, terawat dan ada petugas yang stand by. Baguslah untuk bandara terbesar di republik ini. Saat hendak masuk WC pada mulanya ane khawatir mau ditaruh dimana tas backpack yang gede ini, takut ada yang ngembat. Ternyata ada tempat khusus menaruh tas ini dan kita tidak usah khawatir akan ada yang macam-macam. Konon kalau ada yang mau ngisengin tas kita bakal di ‘matiin’ sama petugas sini. Itu obrolan dengan sopir travel yang ane ajak ngobrol setelah sholat subuh.

CIMG6710

Harganya nggilani, beli nasi Padang bisa dapat 4/5 bungkus

Setelah bersilaturahmi dengan WC dan mau mencari mushola, ane temukan loket Aviastar. Wah, pikiran langsung melayang layang ke TKP sebulan silam, saat masih di Malinau, Kalimantan Utara. Maskapai Aviastar adalah dewa transportasi daerah pedalaman, meskipun suaranya lebih parah dari angkot bobrok manapun. Langsung kufoto sebagai kenangan (ndeso tenan,,). Setelah sholat di mushola, orkestra perut dimulai. Perutku yang semalam cuma diisi 2 buah arem-arem, meminta-minta untuk diisi. Ada banyak resto di sepanjang terminal Soetta tapi pasti harganya membuat gigit jari. Setelah ngobrol-ngobrol dengan beberapa orang ternyata ada warung makan berharga miring di sekitar tempat parkir bandara. Harganya lumayan murah, cuma 10ribuan. Yang penting cukup untuk menghentikan orkes di dalam perut.

Jpeg

Avistar, dewa penerbangan di daerah pedalaman Kalimantan

Terminal Citilink berada di terminal 3, bersebelahan dengan terminal 2, tidak terlalu jauh dari tempat ane turun dari bis. Sekitar jam 8an ane check in dan transit di gate 3D. Sambil menunggu, kugunakan waktu untuk latihan soal CPNS (sok rajin ya). Jarum jam sudah menunjukkan jam 11, pengumuman pesawat jurusan Jambi belum kudengar. Sepertinya ada masalah. Benar saja, jam 11 lewat 10 menit ada pengumuman penundaan pesawat karena kabut asap menyelimuti bandara Sultan Thaha. Waduh,, gawat. Kalau kabut asap tidak segera hilang, gagal rencanaku. Tidak ada plan untuk menginap, ditambah lagi ane benar benar buta Jakarta.

CIMG6709

ini penampakan di atas Jakarta jam 12.30, asap dari Jambi sampai Jakarta

Jarum kini menunjuk jam 12 siang, tiba-tiba ada petugas berteriak di ruang transit. Jurusan Jambi mempersilahkan naik pesawat. Yeee, alhamdulillah \(^_^)/. Di atas Jambi kulihat kebawah, tidak terlihat kota Jambi, hanya terlihat kabut asap bak kumlulan kapas. Kedatanganku disambut asap dan udara panas yang membuat kulit hitamku semakin mengkilat. Di pintu keluar ane dijemput saudara. Aku dibonceng di motornya. Saat kutanya mana helmnya, dia bilang tidak usah. Jalan yang kulewati termasuk jalan utama di kota. Saat kulewati sebuah pos polantas yang cukup besar. Jantungku deg degan, akankah akan ditilang. Kalau di Jogja tidak memakai helm, tipislah domlet kita. Ternyata tak ada satupun polisi disana. Fyuhhh,, welcome to Jambi

CIMG6713

Bandara Sultan Thaha, Jambi

~ 25 Oktober, di atas kereta Kutojaya Selatan ~

Tunggu edisi 2, Bacpacker Jambi-Palembang-Bandung

Iklan

About Eko Rizqa

Alumni SMA N 1 Kebumen dan Jurusan Pendidikan Geografi UNY. Suka nulis dan jalan-jalan. Guru SM3T

Posted on 6 November 2014, in Backpacker, Hiburan, Tips dan Trik and tagged , , . Bookmark the permalink. 2 Komentar.

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

rumah matahari

"sebab tiap kata adalah rumah doa, maka semoga hanya ruh kebaikan yang menjadi penghuninya."

Madinatunnajah Kota Cirebon

This WordPress.com site is the bee's knees

Scripta Manent, Verba Volant

"Yang tertulis akan abadi, yang terucap akan lenyap, bersama hembusan angin"

diarydiar

bahagiakan hati dengan berbagi

U1needth's Blog

dari pendidikan untuk perbaikan (from tarbiyah for ishlah)

DWI BUDIYANTO

learning, leading, serving

catatan peradaban

meraih ridha Illahi...

Iftihatinjannah's Blog

Just another WordPress.com weblog

Berbagi Inspirasi

Kebaikan dalam Kesederhanaan

rumah matahari

"sebab tiap kata adalah rumah doa, maka semoga hanya ruh kebaikan yang menjadi penghuninya."

Madinatunnajah Kota Cirebon

This WordPress.com site is the bee's knees

Scripta Manent, Verba Volant

"Yang tertulis akan abadi, yang terucap akan lenyap, bersama hembusan angin"

diarydiar

bahagiakan hati dengan berbagi

U1needth's Blog

dari pendidikan untuk perbaikan (from tarbiyah for ishlah)

DWI BUDIYANTO

learning, leading, serving

catatan peradaban

meraih ridha Illahi...

Iftihatinjannah's Blog

Just another WordPress.com weblog

Berbagi Inspirasi

Kebaikan dalam Kesederhanaan

%d blogger menyukai ini: