Market Day SD IT Ibnu Abbas: Sarana Pengembangan Jiwa Kewirausahaan Sedari Dini


Image

oleh : Eko Rizqa S.

Sekolah sebagi salah satu sarana tempat belajar mengajar merupakan wadah candradimuka dalam pembentukan karakter dan nilai pada anak. Di sekolah, siswa tidak hanya diajari how to know pada suatu materi tapi how to do. Jika siswa diajarkan sedari dini cara untuk melakukan sesuatu dengan praktek langsung maka ilmu tersebut akan lebih mengena daripada hanya diberi tahu secara teoritik di dalam kelas.

Pemerintah sekarang ini sedang giat-giatnya melaksanakan program pengembangan kewirausahaan bagi masyarakat. Program kewirausahan ini diharapkan bisa menghasilkan banyak lapangan pekerjaan baru secara mandiri tanpa hanya bergantung kepada pemerintah. Penanaman jiwa-jiwa kewirausahaan ini akan lebih efektif jika dilakukan dengan praktek tidak hanya berkutat pada penyampaian di kelas.

SD IT Ibnu Abbas sebagai salah satu lembaga pendidikan di Kebumen menyadari bahwa pendidikan tentang kewirausahaan perlu ditanamkan sejak dini. Salah satu kegiatan yang dilakukan untuk mengimplementasikannya adalah dengan mengadakan kegiatan yang disebut Market Day. Market Day adalah suatu kegiatan dimana para siswa menjajakan barang dagangan mereka yang kemudian ditawarkan kepada guru dan siswa lain. Seluruh siswa sangat bersemangat mengikuti agenda ini. Barang-barang yang dijual dibedakan tipa kelasnya. Semisal kelas 4 hanya boleh menjual makanan basah serta pernak-pernik, kelas 2 hanya boleh menjual alat tulis, dan sejenisya. Hal ini dimaksudkan agar barang yang dijual tidak sama.

Yang menarik adalah kreativitas beberapa siswa kelas 5 dan 6. Kelas 5 dan 6 akhwat rata-rata mengunsung konsep kafe sedangkan kelas 5 dan 6 ikhwan sebagian besar menjadi pedagang asongan. Kafe dibuat semenarik mungkin. Guru dan siswa lain yang berkunjung pun menjadi kerasan makan dan minum di ‘kafe dadakan’ yang dibuat. Terdapat kelas yang menyajikan konsep kafe horror. Menunya juga dibuat serem. Setelah saya pesen menu yang paling horor namanya, setelah begitu datang eng… ing… eng, eh ternyata hanya roti isi.

Jika kelas akhwat lebih memilih konsep kafe, maka kelas ikhwan sepertinya tidak betah jika hanya menunggu pelanggan. Mereka bergerilya kesana kemari menjualkan barang dagangannya. Ada yang dengan PD nya membawa buah mangga dijual satuan dengan harga seribu rupiah per buah. Ada juga yang menjual 2 buah martabak seharga lima ratus rupiah/ 2 buah (murah banget nggak?). Pedagang-pedagang asongan inipun sangat militan. Mereka menawari para guru dan siswa lain berkali sampai kadang memaksa karena barangnya belum laku-laku. Ada yang memasang muka memelas, akhirnya karena kasihan saya beli barang dagangannya, setelah itu mukanya ceria kembali, hehehe.

Begitulah seklias certia tantang Market Day di SD IT Ibnu Abbas, walaupun hanya berlangsung 3 jam tapi sangat berkesan bagi anak-anak. Meski banyak yang tidak laku dan sampai berkeringat-keringat menjajakannya mereka tetap senang dan kembali menanyakan kapan kembali diadakan kegiatan yang serupa. Terakhir, setelah dihitung pendapatan hari itu ternyata didaptkan keuntungan yang lumayan, dan saya dapat kebagian lima ribu rupiah dari kelas yang saya bimbing. Alhamdulillah, lumayan buat beli bensin untuk pulang hari itu.

Berita Lain:

Partisipasi SD IT Ibnu Abbas dalam Kemwil VI

Iklan

About Eko Rizqa

Alumni SMA N 1 Kebumen dan Jurusan Pendidikan Geografi UNY. Suka nulis dan jalan-jalan. Guru SM3T

Posted on 29 Desember 2012, in Berita, Catatan SD IT, Pendidikan and tagged , , . Bookmark the permalink. Tinggalkan komentar.

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

rumah matahari

"sebab tiap kata adalah rumah doa, maka semoga hanya ruh kebaikan yang menjadi penghuninya."

Madinatunnajah Kota Cirebon

This WordPress.com site is the bee's knees

Scripta Manent, Verba Volant

"Yang tertulis akan abadi, yang terucap akan lenyap, bersama hembusan angin"

diarydiar

bahagiakan hati dengan berbagi

U1needth's Blog

dari pendidikan untuk perbaikan (from tarbiyah for ishlah)

DWI BUDIYANTO

learning, leading, serving

catatan peradaban

meraih ridha Illahi...

Iftihatinjannah's Blog

Just another WordPress.com weblog

Berbagi Inspirasi

Kebaikan dalam Kesederhanaan

rumah matahari

"sebab tiap kata adalah rumah doa, maka semoga hanya ruh kebaikan yang menjadi penghuninya."

Madinatunnajah Kota Cirebon

This WordPress.com site is the bee's knees

Scripta Manent, Verba Volant

"Yang tertulis akan abadi, yang terucap akan lenyap, bersama hembusan angin"

diarydiar

bahagiakan hati dengan berbagi

U1needth's Blog

dari pendidikan untuk perbaikan (from tarbiyah for ishlah)

DWI BUDIYANTO

learning, leading, serving

catatan peradaban

meraih ridha Illahi...

Iftihatinjannah's Blog

Just another WordPress.com weblog

Berbagi Inspirasi

Kebaikan dalam Kesederhanaan

%d blogger menyukai ini: