Mengembalikan Keunggulan Peradaban Islam


Oleh : Eko Rizqa S.

Sungguh, Islam adalah agama yang sempurna. Islam tidak hanya mengajarkan ibadah saja, tetapi semua aspek kehidupan diajarkan. Ilmu pengetahuan mendapatkan kedudukan sangat terhormat di dalam Islam. Nabi Muhammad pun bersabda,

“Tuntutlah ilmu sampai ke negeri Cina”,

“Ada tiga golongan yang dapat memberi syafaat (pertolongan) pada hari kiamat, yaitu para nabi, para ulama (orang yang berilmu), dan para syuhada. Semua ini membuat umat Islam nantinya akan melakukan pencapaian dan penyerapan ilmu besar-besaran dari seluruh dunia. Al Qur’an sendiri adalah buku ilmu. Di dalamnya banyak diberikan penekanan yang besar pada ‘ilm (ilmu). Bahkan ayat pertama yang diturunkan berbunyi Iqra bismirrabbika (Bacalah, dengan nama Tuhanmu).

Sejak zaman kekuasaan dinasti Abbasiyah umat Islam telah melakukan proses penyerapan ilmu pengetahuan dengan sangat tinggi. Ini adalah hasil didikan Rasulullah yang mengutamakan ilmu dan meninggikan derajat orang-orang yang berilmu. Ilmu-ilmu terbaik dari semua peradaban besar dunia, seperti Yunani, Romawi, Persia,India dan Cina, semuanya dikumpulkan, diterjemahkan. dianalisis secara sistematis dan dikembangkan lagi (Laksono, 2010).

Umat Islam seperti menemukan harta karun berisi intan permata. Dengan penuh antusiasme umat Islam mulai menyerap semua ilmu yang ada. Semangat mereka dalam menyerap ilmu sama besarnya dengan semangat mengajarkan agama Islam. Bagi umat Islam saat itu, ini adalah kesempatan meraih kemenangan dunia dan akhirat, Perhatian penguasa saat itu terhadap ilmu juga sangat besar. Bahkan pada zaman Khalifah Harun Al Rasyid dan Al Mu’tashim, buku dihargai dengan emas. Buku yang dihasilkan dihargai dengan emas seberat buku tersebut. Subhanallah.

Umat Islam mulai mengalami kemunduran pada abad 14. Salah satu penyebabnya adalah melemahnya semangat mencari ilmu, mulai timbulnya penyakit wahn (cinta dunia dan takut mati) selain ancaman-ancaman eksternal yang lain. Justru sebaliknya, bangsa Eropa yang selama 1000 tahun lebih mengalami kegelapan mulai bangkit setelah mereka belajar dari pusat-pusat peradaban Islam. Barat pun terus mengalami kemajuan dan memimpin dunia hingga saaat ini. Sedangkan umat Islam masih tertatih-tatih mencari mutiara ilmunya yang hilang.

Dimuat di buletin Progress UKKI tahun 2011

Sekarang yang menjadi pertanyaan, bagaimana mengembalikan kejayaan umat Islam. Jawabannya bisa kita cari dari penggalan kisah diatas, Umat Islam pada awal-awal berkembangnya belajar dari peradaban-peradaban terunggul saat itu, dan carilah ilmu tiada henti dan dengan penuh semangat seakan-akan ilmu adalah harta karun yang berisi intan permata.

Jangan hanya bisa menyalahkan negara-negara Barat yang selalu menekan kita dengan dengan kekuatan ekonomi dan ilmunya. Salahkan diri kita yang masih malas-malasan belajar karena alasan mood. Salahkan diri kita yang tidak disiplin masuk kuliah. Salahkan diri kita yang terlalu banyak membuang waktu untuk hal yang tidak penting . Marilah belajar dari ulama-ulama pada zaman kejayaan Islam. Mereka belajar dengan penuh ketekunan dan keikhlasan. Mari jadikan masing-masing diri kita berkompeten dalam bidangnya masing-masing, profesional dalam melakukan setiap pekerjaan serta kontributif dalam segala aspek kehidupan.

Iklan

About Eko Rizqa

Alumni SMA N 1 Kebumen dan Jurusan Pendidikan Geografi UNY. Suka nulis dan jalan-jalan. Guru SM3T

Posted on 6 Juni 2012, in Islam, Pemikiran and tagged , . Bookmark the permalink. Tinggalkan komentar.

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

rumah matahari

"sebab tiap kata adalah rumah doa, maka semoga hanya ruh kebaikan yang menjadi penghuninya."

Madinatunnajah Kota Cirebon

This WordPress.com site is the bee's knees

Scripta Manent, Verba Volant

"Yang tertulis akan abadi, yang terucap akan lenyap, bersama hembusan angin"

diarydiar

bahagiakan hati dengan berbagi

U1needth's Blog

dari pendidikan untuk perbaikan (from tarbiyah for ishlah)

DWI BUDIYANTO

learning, leading, serving

catatan peradaban

meraih ridha Illahi...

Iftihatinjannah's Blog

Just another WordPress.com weblog

Berbagi Inspirasi

Kebaikan dalam Kesederhanaan

rumah matahari

"sebab tiap kata adalah rumah doa, maka semoga hanya ruh kebaikan yang menjadi penghuninya."

Madinatunnajah Kota Cirebon

This WordPress.com site is the bee's knees

Scripta Manent, Verba Volant

"Yang tertulis akan abadi, yang terucap akan lenyap, bersama hembusan angin"

diarydiar

bahagiakan hati dengan berbagi

U1needth's Blog

dari pendidikan untuk perbaikan (from tarbiyah for ishlah)

DWI BUDIYANTO

learning, leading, serving

catatan peradaban

meraih ridha Illahi...

Iftihatinjannah's Blog

Just another WordPress.com weblog

Berbagi Inspirasi

Kebaikan dalam Kesederhanaan

%d blogger menyukai ini: