Rokok dan Mahasiswa


Oleh : Eko Rizqa S.*

Barang yang satu ini akrab dengan kita. Sebagai sahabat di waktu senggang, dan teman di kala sedang banyak pikiran. Ya, itulah rokok. Benda mungil panjang berbentuk tabung. Semua kalangan mengenalnya, semua kalangan menyukainya. Dari rakyat paling jelata sampai pejabat tinggi negara. Mahasiswa pun ikut-ikutan mengkonsumsinya. Aktivitas merokok pun diakukan karena berbagai alasan. Dari mengikuti budaya setempat, sampai menjaga gengsi. Tidak merokok tidak gaul, itu perkataan sebagian orang yang dijadikan justifikasi orang untuk merokok.

Jika kita melihat mahasiswa merokok, harusnya hati ini miris. Mengapa? Karena sebagai golongan yang dianggap cerdas, seharusnya ia tahu kalu asap rokok merupakan benda berbahaya, baik buat individu maupun lingkungan sekeliling. Mungkin ada yang bilang bahwa rokok menyumbang sekian lapangan kerja dan pajak bagi negara. Namun, sekali lagi diingat jika dihitung efek negatif dari rokok lebih besar daripada sekedar lapangan pekerjaan dan pajak.

Mahasiswa yang disebut dengan agent of change, iron stock ataupun embel-embel setinggi langit, masih sangat sedikit apresiasinya dalam upaya mengkampanyekan dan menolak rokok.Yang lebih parah lagi, justru iklan rokok lebih banyak menghiasi lingkungan sekitar kampus dibandingkan dengan iklan lain yang lebih mendidik. Sebagian malah ikut serta dalam lingkaran kepulan bisnis ini, mengajaknya sebagai sponsor dalam berbagai even seperti olahraga maupunmusik. Pihak kampus pun seakan-akan tidak peduli dengan maslah ini. Ironis memang.

Sesungguhnya hal ini tidak akan terjadi seandainya mahasiswa benar-benar sadar bahwa rokok dalah barang yang berbahaya yang akan berdampak buruk bagi kesehatan masyarakat. Mahasiswa sebagai kaum intelek harus menjadi ujung tombak dalam mnegingatkan dan mengkampanyekan ke banyak pihak akan bahaya rokok ini, bukan justru malah sebaliknya sebagai teman akrab dan mensubstitusi uang kiriman orang tua menjadi kepulan asap rokok. Uang tersebut dapat digunakan untuk membeli buku yang pasti jauh lebih bermanfaat jika dibandingkan membeli rokok.

Sekarang saatnya mahasiswa melakukan gerakan. Sebuah gerakan membangun kesadaran mengenai bahaya merokok. Suatu gerakan penyadaran yang besar dimulai dari gerakan yang kecil. Gerakan kecil seperti himbauan agar tidak merokok di dalam lingkungan kampus ataupun tidak melibatkan produsen rokok dalam kegiatan yang dilaksanakan di kampus bisa dijadikan langkah awal. Dengan memulai dari hal ini niscaya gerakan ini akan menjadi besar dan menyadarkan semua pihak akan bahayanya merokok  Hidup mahasiswa dan stop merokok!

 

Iklan

About Eko Rizqa

Alumni SMA N 1 Kebumen dan Jurusan Pendidikan Geografi UNY. Suka nulis dan jalan-jalan. Guru SM3T

Posted on 6 April 2012, in opini. Bookmark the permalink. 1 Komentar.

  1. apapun alasana qsarankan, buat generasi muda hindarilah merokok

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

rumah matahari

"sebab tiap kata adalah rumah doa, maka semoga hanya ruh kebaikan yang menjadi penghuninya."

Madinatunnajah Kota Cirebon

This WordPress.com site is the bee's knees

Scripta Manent, Verba Volant

"Yang tertulis akan abadi, yang terucap akan lenyap, bersama hembusan angin"

diarydiar

bahagiakan hati dengan berbagi

U1needth's Blog

dari pendidikan untuk perbaikan (from tarbiyah for ishlah)

DWI BUDIYANTO

learning, leading, serving

catatan peradaban

meraih ridha Illahi...

Iftihatinjannah's Blog

Just another WordPress.com weblog

Berbagi Inspirasi

Kebaikan dalam Kesederhanaan

rumah matahari

"sebab tiap kata adalah rumah doa, maka semoga hanya ruh kebaikan yang menjadi penghuninya."

Madinatunnajah Kota Cirebon

This WordPress.com site is the bee's knees

Scripta Manent, Verba Volant

"Yang tertulis akan abadi, yang terucap akan lenyap, bersama hembusan angin"

diarydiar

bahagiakan hati dengan berbagi

U1needth's Blog

dari pendidikan untuk perbaikan (from tarbiyah for ishlah)

DWI BUDIYANTO

learning, leading, serving

catatan peradaban

meraih ridha Illahi...

Iftihatinjannah's Blog

Just another WordPress.com weblog

Berbagi Inspirasi

Kebaikan dalam Kesederhanaan

%d blogger menyukai ini: