Monthly Archives: April 2012

Nasyid Terbaru Justice Voice : Facebook Lagi

Kembali hadir nasyid segar datang dari grup nasyid Akapella sesepuh asal Jogja. Justice Voice (JV). Tercatat banyak karya inspiratif, kreatif dan inovatif dari yang sudah 10 tahun melanglang buana dalam dunia per-nasyid-an Indonesia.

Kali ini, Justice Voice menghadirkan nasyid sindiran berbalut akapella dangdut hiphop dengan judul  ‘Facebook Lagi’. Mendengar intro awal saja, Anda akan dibawa dalam nuansa dangdut. Di tengah-tengah lagu ada beberapa lirik yang dibawakan dengan hiphop-rap khas Ebiet Beat A. Sebuah terobosan baru!

Secara lirik tepat sekali jika nasyid ini dipersembahkan bagi Anda yang kecanduan Facebook (FB) dalam hal ‘negatif’. Curhat nggak penting, narsis, menghabiskan waktu untuk hal-hal yang sia-sia. Bukan berarti JV anti-facebook lho? Namun, banyak cara mengoptimalkan FB untuk item yang bermanfaat, seperti berbagi semangat/motivasi/nasihat, upload foto-foto inspirasi, atau share link bermanfaat. Untuk melengkapi koleksi nasyid terbaru Anda dengan nasyid Justice Voice “Facebook Lagi” ini, silakan download di link resmi dan halal berikut ini

Resensi Buku : Dilema PKS

Apa dilemanya dan siapa yang dilematis?-

Dilema itu adalah situasi yang sulit dan membingungkan. Maka harus ada jawaban dari pertanyaan, Dilema dalam memilih apa dengan apa? Apa yang dibingungkan siapa? Siapa yang bingung? Siapa yang dalam kondisi sulit memilih? Siapa yang sedang sulit memilih apa dengan apa?

Pendahuluan.

Ada satu buku yang cukup cepat mengambil perhatian publik sesaat setelah buku itu beredar. Dilema PKS karya Burhanuddin Muhtadi (BM). Diterbitkan oleh KPG (Kepustakaan Populer Gramedia). Buku ini menambah kekayaan tema PKS. Tema PKS memang cukup mengundang public untuk membacanya, kendati, sejatinya, sudah banyak buku tentang PKS baik yang ditulis oleh orang PKS maupun pihak luar PKS.

Buku ini adalah buku hasil olahan tesis penulisnya di Australian National University (ANU). BM mencoba mencoba menganalisis upaya PKS dengan teori politik yang beliau kuasai. Dalam kajian ilmu politik, sulit memadukan Islam dan demokrasi dan Gerakan Sosial dan Gerakan Politik dalam satu lembaga. Maka, secara teoritis, PKS akan sulit melakukan semuanya itu. Bagi BM, PKS sedang dalam dilema untuk memilih, apakah PKS akan memuaskan Islam atau menguatkan demokrasi?

Bagi kader PKS, tema ini mungkin sudah selesai. Bagi penggemar PKS, buku ini bercerita agak banyak. Bagi pembenci PKS, buku ini bisa menjelaskan ketidaksukaan. Tapi siapapun anda, jika anda ingin melihat bagaimana seorang ahli ilmu politik melihat upaya yang sedang dilakukan PKS, maka buku ini layak dipertimbangkan untuk dibaca. Setidaknya buku ini empirik, ramah dan tidak membabibuta dalam menuduh PKS.

Read the rest of this entry

1 Kakak 7 Keponakan

Jangan Risaukan (1 Kakak 7 Ponakan)

Image

Jangan risaukan awan hitam, petir, atau banjir
Masih ada pepohonan yang ditanam sebelum kamu lahir
Jangan cemaskan masa depan, kini, atau nanti
Masih ada kesempatan yang ketemu bila kau cari

Matahari membagi rata sinarnya
Air laut membagi adil asinnya
Batu gunung sekeras padas semua
Padi jagung berbuah pada musimnya

Jangan risaukan
Jangan cemaskan
Jangan hiraukan
Jangan takutkan

Jangan hiraukan hantu blau, setan, dan berhala
Masih ada persahabatan, yang tumbuh dimana saja
Jangan takutkan nenek sihir, sapu, atau tipu
Masih ada pengharapan yang bulat pada yang Satu

Mungkin kawan-kawan masih ingat lirik lagu diatas. Lagu ini adalah theme song sinetron 1 kakak 7 ponakan, sinetron karya Arswendo Atmowiloto. Lagunya dinyanyikan oleh Sandy Nayoan dan Novia Kolopaking yang sekaligus menjadi pemeran utama di sinetro tersebut, dibantu oleh pemeran-pemeran yang lain. Seperti lagunya, sinetron ini mengajarkan sikap tidak menyerah dalam hidup, sekeras apaun yang harus kita jalani. Kapan lagi ya ada sinetron seperti ini di televisi kita?

Lagunya dapat di download di sini

Mengapa Kita Menolak RUU Kesetaraan Gender #4

“MONYET SAJA TAHU!”

Oleh: Dr. Adian Husaini

Louann Brizendine, M.D., adalah seorang dokter syaraf di University of California, San Francisco, AS. Lulusan Fakultas Kedokteran Harvard ini belakagan popular melalui bukunya, berjudul The Female Brain dan The Male Brain. Melalui penelitian dan pengalamannya yang panjang, selama 25 tahun sebagai dokter, Brizendine menemukan bahwa sejak awal mula kelahirannya, laki-laki dan perempuan sudah memiliki berbagai perbedaan. Bukan hanya fisik, tetapi juga otak, sifat dan perilakunya.

Simaklah paparan Dokter Brizendine berikut ini:

“Otak laki-laki dan perempuan berbeda sejak masa kehamilan. Jelas kalau kita mengatakan bahwa semua sel di dalam otak dan tubuh laki-laki adalah laki-laki. Tetapi, ini berarti ada perbedaan, di setiap tingkatan dari setiap sel, antara otak laki-laki dan perempuan. Sel laki-laki memiliki kromosom Y dan otak perempuan tidak memilikinya. Itu perbedaan kecil. Perbedaan penting mulai terjadi di awal pembentukan otak, ketika gen menetapkan tahapan untuk proses pembentukan tahapan DNA lebih lanjut oleh hormon. Delapan minggu usia kehamilan, testikel laki-laki mungil mulai menghasilkan testosteron yang cukup banyak untuk merendam otak dan pada dasarnya mengubah strukturnya. Selama kehidupannya, otak laki-laki akan dibentuk dan dibentuk ulang sesuai dengan cetak biru yang dirancang oleh gen dan hormon seks laki-laki. Dan, biologi otak laki-laki ini menghasilkan perilaku laki-laki yang unik.” (Louann Brizendine, Male Brain, Mengungkap Misteri Otak Laki-laki, Jakarta: Ufuk Press, 2010, hal.13-14).

Read the rest of this entry

Beginilah Seharusnya Politisi Muslim

Oleh : Eko Rizqa S

Politik itu memiliki dua sisi. Satu sisi dia adalah alat untuk mengubah, tapi di sisi lain juga dunia yang penuh dengan konflik. Jadi kalau kita ingin mencapi satu tujuan, menciptakan perubahn yang besar itu,kita mesti melalui proses panjang dan berkonflik-konflik. Sisi pertama sebagai alat untuk melakukan perubahan mengharuskan seseorang menjadi idealis. Bekerja untuk tujuan yang mulia. Lebih besar dari dirinya sendiri. Lebih besar dari kepentingan pribadinya. Lebih besar dari kepentingan kelompoknya. Dia bekerja untuk kepentingan yang sangat berjangka panjang. Jadi dia sangat idealis.

Dan untuk  menciptakan suatu perubayhan yang jangka panjang, diperlukan pengetahuan yang mendalam tentang masyarakat, tentang negara, tentang ekonomi, tentang pertahanan, tentang apa saja. Jadi dia harus idealis dan berpengetahuan. Karena bernegara itu berarti mengelola orang dalam skala yang amat besar, dan bahwa politik itu pada dasarnya organisasi manusia, maka seorang politisi itu harusnya mempunyai kemampuan dasar sebagai pemikir.  Jadi, dia seorang idealis, dia berpengetahuan, dan dia seorang pemikir. Lalu, dia juga seorang organizer. Punya pengetahuan yang mendalam tentang leadership , tentang orang, tentang komunikasi.

Read the rest of this entry

Mengapa Kita Menolak RUU Kesetaraan Gender#3

Oleh: Dr. Adian Husaini

HARI Rabu (4/4/2012) dan Kamis (5/4/2012), saya diundang oleh dua stasiun TV – yaitu Alif-TV dan Jak-TV untuk mendiskusikan tentang RUU Kesetaraan dan Keadilan Gender (RUU-KKG). Dalam kedua forum tersebut, saya dipanelkan dengan dua aktivis perempuan dan seorang anggota Komisi VIII DPR RI. Ketiga perempuan mendukung RUU KKG. Sementara saya memberikan opini yang berbeda. Memang, saya diundang untuk mengkritisi RUU tersebut.

Artikel sebelumnya klik disini (Artikel 1, Artikel 2)

Di antara hasil dari dua diskusi tersebut, saya semakin paham, bahwa paham Kesetaraan Gender memang bermasalah sejak konsep dasarnya. Inilah yang tampaknya belum dipahami dan disetujui oleh para aktivis KKG. Dalam sebuah diskusi dengan sejumlah pimpinan Organisasi Wanita Islam, ada juga sebagian tokoh wanita Islam yang menyatakan, bahwa RUU KKG tersebut tidak bertentangan dengan Islam.

Terhadap pernyataan itu, saya tunjukkan bukti definisi gender dari naskah dari DPR RI yang beredar: “Gender adalah pembedaan peran dan tanggung jawab laki-laki dan perempuan yang merupakan hasil konstruksi sosial budaya yang sifatnya tidak tetap dan dapat dipelajari, serta dapat dipertukarkan menurut waktu, tempat, dan budaya tertentu dari satu jenis kelamin ke jenis kelamin lainnya.” (pasal 1:1)

Sepintas, definisi semacam itu seolah-olah tampak biasa-biasa saja. Padahal, jika dilihat dalam perspektif ajaran Islam, konsep gender dalam draft RUU tersebut jelas-jelas keliru. Sebab, pembedaan peran dan tanggung jawab laki-laki dan perempuan dalam Islam bukanlah merupakan hasil budaya, tetapi merupakan konsep wahyu. Ketika Rasulullah SAW melarang seorang istri untuk keluar rumah karena dilarang suaminya – meskipun untuk berziarah pada ayahnya yang meninggal dunia – larangan Nabi itu bukanlah budaya Arab. Tetapi, itu merupakan ajaran Islam yang berdasarkan kepada wahyu Allah.

Read the rest of this entry

Rokok dan Mahasiswa

Oleh : Eko Rizqa S.*

Barang yang satu ini akrab dengan kita. Sebagai sahabat di waktu senggang, dan teman di kala sedang banyak pikiran. Ya, itulah rokok. Benda mungil panjang berbentuk tabung. Semua kalangan mengenalnya, semua kalangan menyukainya. Dari rakyat paling jelata sampai pejabat tinggi negara. Mahasiswa pun ikut-ikutan mengkonsumsinya. Aktivitas merokok pun diakukan karena berbagai alasan. Dari mengikuti budaya setempat, sampai menjaga gengsi. Tidak merokok tidak gaul, itu perkataan sebagian orang yang dijadikan justifikasi orang untuk merokok.

Jika kita melihat mahasiswa merokok, harusnya hati ini miris. Mengapa? Karena sebagai golongan yang dianggap cerdas, seharusnya ia tahu kalu asap rokok merupakan benda berbahaya, baik buat individu maupun lingkungan sekeliling. Mungkin ada yang bilang bahwa rokok menyumbang sekian lapangan kerja dan pajak bagi negara. Namun, sekali lagi diingat jika dihitung efek negatif dari rokok lebih besar daripada sekedar lapangan pekerjaan dan pajak.

Read the rest of this entry

rumah matahari

"sebab tiap kata adalah rumah doa, maka semoga hanya ruh kebaikan yang menjadi penghuninya."

Madinatunnajah Kota Cirebon

This WordPress.com site is the bee's knees

Scripta Manent, Verba Volant

"Yang tertulis akan abadi, yang terucap akan lenyap, bersama hembusan angin"

diarydiar

bahagiakan hati dengan berbagi

U1needth's Blog

dari pendidikan untuk perbaikan (from tarbiyah for ishlah)

DWI BUDIYANTO

learning, leading, serving

catatan peradaban

meraih ridha Illahi...

Iftihatinjannah's Blog

Just another WordPress.com weblog

Berbagi Inspirasi

Kebaikan dalam Kesederhanaan

rumah matahari

"sebab tiap kata adalah rumah doa, maka semoga hanya ruh kebaikan yang menjadi penghuninya."

Madinatunnajah Kota Cirebon

This WordPress.com site is the bee's knees

Scripta Manent, Verba Volant

"Yang tertulis akan abadi, yang terucap akan lenyap, bersama hembusan angin"

diarydiar

bahagiakan hati dengan berbagi

U1needth's Blog

dari pendidikan untuk perbaikan (from tarbiyah for ishlah)

DWI BUDIYANTO

learning, leading, serving

catatan peradaban

meraih ridha Illahi...

Iftihatinjannah's Blog

Just another WordPress.com weblog

Berbagi Inspirasi

Kebaikan dalam Kesederhanaan