TIPS DAN TRIK PRAKTIS MEMBUAT KARYA TULIS ILMIAH


Image

oleh : Eko Rizqa S.*

A.    Mukaddimah
Mahasiswa merupakan elemen penting dan merupakan pilar peradaban bagi suatu bangsa. Mahasiswa sebagai iron stock, agent of change dan moral force memiliki potensi yang cukup kuat bagi pembangunan nasional. Dunia kampus sangat kental kaitannya dengan dunia penelitian yang merupakan salah satu unsur dari Tri Darma Perguruan Tinggi. Secara praktis, mahasiswa diwajibkan membuat Skripsi/Tugas Akhir yang mewajibkan ia melakukan penelitian untuk menyelesaikan kewajiban tersebut.
Kebiasaan berlatih dan membuat karya tulis sejak semester awal akan memudahkan kita menjalani kehidupan kampus. Kenapa demikian? Karena banyak sekali manfaat yang kita dapatkan dari membuat karya tulis ilmiah. Selain bisa memenangkan lomba, manfaat yang lebih penting yaitu lebih mudah mengerjakan skripsi/Tugas akhir karena kita sedari dini sudah terbiasa membuat karya tulis ilmiah.

B.    Menggali ide
Menentukan dan menemukan ide permasalahan adalah pekerjaan penting. Bagi para peneliti pemula, menemukan ide permasalahan adalah pekerjaan yang sulit. Padahal, mengetahui permasalahan dan merumuskan secara tepat dapat dipandang sudah membuat 50% karya tulis ilmiah. Mahasiswa sering mengalami jalan buntu ketika memikirkan masalah apa yang diungkap dalam karya ilmiahnya. Untuk menemukan ide, seseorang tidak mesti jenius. Ide kreatif dapat dimunculkankan setiap orang tanpa melihat latar belakangnya. Ada beberapa cara menemukan ide kreatif, diantaranya:
1.    Membaca
Sadarilah bahwa sebenarnya ide bukan berasal dari luar diri kita. Ide ada di dalam diri kita dan hanya perlu pemantik untuk dikeluarkan ketika diperlukan dan dihadapkan pada kondisi yang menimbulkan ide keluar. Dengan banyak membaca maka cadangan ide kita semakin besar. Membaca disini tidak hanya buku, termasuk di dalamnya membaca dari hasil browsing kita di internet dan berita terupdate saat ini.
2.    Diskusi
Diskusi disini adalah diskusi ilmiah baik secara formal (seminar, lokakarya, kajian, dsb) maupun non formal (obrolan santai dengan teman, sambil mengerjakan tugas dsb). Melalui diskusi dapat memberikan manfaat, antara lain:
a.    Orang lain dapat melihat persoalan dari sisi lain sehingga menimbulkan ide-ide baru yang bermanfaat.
b.    Melalui diskusi, masing-masing ide akan mendapat kritikan sehingga diperoleh ide baru yang lebih baik
c.    Masalah yang didiskusikan akan mengerucut dan lebih simpel

3.    Eksplorasi
Eksplorasi disini adalah mengeksplorkan ide-ide kalian ke dunia sesungguhnya. UKMP dan UKMF penelitian UNY sering melakukannya dan kalian dapat mengikutinya. Coba seringlah pergi ke tempat-tempat yang kalian anggap menyenangkan atau menyedihkan. Disana kita mencoba untuk peduli terhadap lingkungan, apalagi terhadap lingkungan yang perlu adanya penyelesaian masalah yang ada disana. Amatilah lingkungan tersebut dan gambarkanlah kembali apa yang kita ingat. Tujuannya adalah untuk melatih dan mempertajam ingatan kita dalam membangun kreativitas, karena baik indra penglihatan, pendengaran, penciuman, maupun pengecapan maupun peraba memperoleh berbagai masukan setiap hari. Membangun kreativitas berarti mempertajam pikiran, dan itu berarti meningkatkan kepekaan penginderaan kita.
Sebagai contoh, ketika anda pergi ke Merapi paska gempa, anda akan melihat banyak pasir yang beserakan, manfaatkanlah pasir tersebut untuk memberdayakan masyarakat. Banyak anak-anak yang bersekolah di SD seadanya, anda bisa menemukan solusi untuk membuat sekolah alternatif atau sekolah alam disana.

4.    Merenung dan Menikmati alam
Betapa banyak teori-teori eksak yang muncul dari perenungan dan memikirkan alam, misalnya Newton yang melihat apel jatuh dan menjadi teori gravitasi, atau Archimedes yang sedang berendam di bak mandi dan menemukan hukum Archimedes. Tuhan pun memerintah kita untuk selalu memikirkan apa yang Dia ciptakan.
“sesungguhnya dalam penciptaan langit dan bumi, silih bergantinya malam dan siang, bahteta yang berlayar di laut memabawa apa yang berguna bagi manusia, dan apa yang Allah turunkan dari langit berupa air, lalu dengan air itu dia hidupkan bumi sesudah mati (kering)-nya dan dia sebarkan di bumi itu segala jenis hewan, dan pengisaran angin dan awan yang dikendalaikan antara langit dan bumi, sungguh (terdapat) tanda-tanda (keesaaan dan kebesaran Allah) bagi kaum yang memikirkan”. (Q.S Al-Baqarah :164)

C.    Merealisaikan ide kreatif menjadi karya
Ketika ide kreatif telah ditemukan, pekerjaan belum selsesai. Ide itu adalah awal pijakan dari tugas selanjutnya yaitu meraciknya menjadi sebuah tulisan. Dalam penulisan karya tulis, sistematika penulisan menjadi sebuah keniscayaan karena lewat sistematika itulah tulisan kita bisa tertata dengan baik dan dapat dipahami orang lain dengan jelas. Sistematika penulisan karya tulis berbeda-beda tergantung dengan jenis karya tulis tersebut. Secara garis besar, sistematika karya tulis terdiri dari 5 bab. Bab tersebut biasanya terdiri dari Pendahuluan, Kajian Teori/pustaka, Metode penelitian, Pembahasan, dan Penutup. Tidak semua penjelasan per bab dapat dijelaskan disini. Pada kesempatan kali ini yang akan dipaparkan adalah tentang bab Pendahuluan saja.
1.    BAB I PENDAHULUAN
Bagian ini terdiri dari: latar belakang, identifikasi masalah, pembatasan masalah, rumusan masalah, tujuan dan manfaat.
a.    Latar Belakang Masalah
Latar Belakang adalah membandingkan antara apa yang seharusnya dengan kenyataannya. Untuk membandingkan keduanya adalah dengan cara pengumpulan data. Sumber data dapat berwujud narasumber, buku, makalah, jurnal, berita, dan sebagainya.
b.    Identifikasi masalah
Identifikasi masalah harus berdasar dari apa yang ditulis dalam latar belakang masalah dan berbentuk pernyataan, misal
1)    Kurangnya tempat sampah di kampus menyebabkan mahasiswa UNY membuang sampah sembarangan
2)    Metode ceramah dalam pembelajaran sejarah menyebabkan siswa menjadi bosan
c.    Pembatasan masalah
Pembatasan masalah mencantumkan permasalahan pokok dari identifikasi masalah yang reliable untuk dipecahkan dengan penyusunan karya tulis
d.    Rumusan masalah
Rumusan masalah biasanya berbentuk pertanyaan, misalnya: Bagaimana efektivitas penerapan metode inquiry dalam meningkatkan minat siswa dalam belajar geografi?
e.    Tujuan penulisan atau penelitian
Tujuan penulisan terkait dengan rumusan masalah, yaitu menegaskan apa yang hendak ditemukan dari penelitian tersebut. Biasanya dimulai dengan kata “untuk mengetahui”, “untuk merumuskan” dan lain sebagainya.
f.    Manfaat penulisan atau penelitian
Bagian ini menunjukkan bahwa penelitian yang dilaksanakan tidak mengada-ada dan diyakini memberikan manfaat bagi perkembangan ilmu pengetahuan maupun pihak-pihak terkait, sehingga hasil penelitian tidak sia-saia.

Sumber Bacaan

Suyitno. Makalah Penelitian: Motivasi dan Cara Memunculkan Ide Permasalahan Karya Tulis Ilmiah
Khusnul Aini Azizah. Makalah Penelitian: Penulisan Karya Tulis Mahasiswa “Menemukan Ide Kreatif dan Mewujudkannya Menjadi Prestasi

Iklan

About Eko Rizqa

Alumni SMA N 1 Kebumen dan Jurusan Pendidikan Geografi UNY. Suka nulis dan jalan-jalan. Guru SM3T

Posted on 6 Maret 2012, in Karya Tulis. Bookmark the permalink. 2 Komentar.

  1. Write more, thats all I have to say. Literally, it seems as though you relied on the video to make your point. You obviously know what youre talking about, why throw away your intelligence on just posting videos to your site when you could be giving us something enlightening to read? feeeeddgcaad

  1. Ping-balik: Sistematika Penulisan Paper/Makalah | Cah Kebumen 89

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

rumah matahari

"sebab tiap kata adalah rumah doa, maka semoga hanya ruh kebaikan yang menjadi penghuninya."

Madinatunnajah Kota Cirebon

This WordPress.com site is the bee's knees

Scripta Manent, Verba Volant

"Yang tertulis akan abadi, yang terucap akan lenyap, bersama hembusan angin"

diarydiar

bahagiakan hati dengan berbagi

U1needth's Blog

dari pendidikan untuk perbaikan (from tarbiyah for ishlah)

DWI BUDIYANTO

learning, leading, serving

catatan peradaban

meraih ridha Illahi...

Iftihatinjannah's Blog

Just another WordPress.com weblog

Berbagi Inspirasi

Kebaikan dalam Kesederhanaan

rumah matahari

"sebab tiap kata adalah rumah doa, maka semoga hanya ruh kebaikan yang menjadi penghuninya."

Madinatunnajah Kota Cirebon

This WordPress.com site is the bee's knees

Scripta Manent, Verba Volant

"Yang tertulis akan abadi, yang terucap akan lenyap, bersama hembusan angin"

diarydiar

bahagiakan hati dengan berbagi

U1needth's Blog

dari pendidikan untuk perbaikan (from tarbiyah for ishlah)

DWI BUDIYANTO

learning, leading, serving

catatan peradaban

meraih ridha Illahi...

Iftihatinjannah's Blog

Just another WordPress.com weblog

Berbagi Inspirasi

Kebaikan dalam Kesederhanaan

%d blogger menyukai ini: