Monthly Archives: Maret 2012

Kenapa Kita Menolak RUU Kesetaraan Gender #2

oleh: Dr. Adian Husaini

JURNAL Islamia-Republika-INSISTS, edisi Kamis, 22 Maret 2012, menurunkan laporan khusus sebanyak empat halaman tentang RUU Kesetaraan Gender yang sedang dibahas di DPR. Ada beberapa artikel yang secara tajam menyorot RUU yang sedang dibahas di DPR tersebut. Seperti yang kita bahas dalam artikel sebelumnya (klik disini), kesalahan RUU ini berawal dari definisi “gender” itu sendiri, yang meletakkan gender sebagai produk budaya atau konstruk sosial semata.

Tampak jelas, para penyusun RUU KKG ini kurang atau tidak memahami hakekat Islam sebagai agama wahyu, sehingga ia (mereka) memandang semua agama sebagai bagian dari budaya. Agama dipandang sebagai hasil cipta, rasa dan karsa manusia. Semua ajaran agama – termasuk yang mengatur kedudukan dan hubungan laki-laki-perempuan – dipandang sebagai produk budaya, yang bisa diubah-ubah, mengikuti perubahan zaman, dan perubahan sosial-budaya.
Inilah sebenarnya cara pandang liberal terhadap agama. Yakni, menempatkan agama sebagai objek perubahan. Sungguh kasihan, jika seorang sudah terkena virus liberal semacam ini. Sebab, ia tidak akan mempunyai satu pegangan yang pasti dalam hidupnya, selain hawa nafsu-nya sendiri. Ayat-ayat al-Quran dan hadits yang sudah dipahami secara pasti – seperti konsep Islam, bahwa suami adalah pemimpin dalam keluarga – digugat dan dipaksa untuk berubah, mengikuti konsep keluarga dalam tradisi Barat modern yang meletakkan suami dan istri dalam posisi setara dalam segala hal.

Read the rest of this entry

Aku Cemburu

Aku cemburu

Pada mereka yang berani memilih berubah

walau perih dan tidak mudah…

Aku cemburu

Pada mereka yang istiqomah

Walau sangat payah…

Aku cemburu

Pada mereka yang tetap berjuang

Walau tak berujung senang…

Aku cemburu

Pada mereka yang terus bergerak

Sampai jantung yang tak berdetak…

Aku cemburu

Pada mereka yang apapun selalu bernilai Akhirat…

Sedang aku….??

Apapun adalah dunia!!!

(Ustadz Syatori AR)

 

Kenapa Kita Menolak RUU Kesetaraan Gender #1

Oleh: Dr. Adian Husaini

HARIAN Republika (Jumat, 16/3/2012), memberitakan, bahwa Rancangan Undang-undang Keadilan dan Kesetaraan Gender (RUU KKG) sudah mulai dibahas secara terbuka di DPR. Suara pro-kontra mulai bermunculan. Apakah kita – sebagai Muslim – harus menerima atau menolak RUU KKG tersebut? Jika menelaah Draf RUU KKG/Timja/24/agustus/2011 — selanjutnya kita sebut RUU KKG – maka sepatutnya umat Muslim MENOLAK draf RUU ini. Sebab, secara mendasar berbagai konsep dalam RUU tersebut bertentangan dengan konsep-konsep dasar ajaran Islam. Ada sejumlah alasan yang mengharuskan kita – sebagai Muslim dan sebagai orang Indonesia – menolak RUU KKG ini.

Pertama, definisi “gender” dalam RUU ini sudah bertentangan dengan konsep Islam tentang peran dan kedudukan perempuan dalam Islam. RUU ini mendefinisikan gender sebagai berikut: “Gender adalah pembedaan peran dan tanggung jawab laki-laki dan perempuan yang merupakan hasil konstruksi sosial budaya yang sifatnya tidak tetap dan dapat dipelajari, serta dapat dipertukarkan menurut waktu, tempat, dan budaya tertentu dari satu jenis kelamin ke jenis kelamin lainnya.” (pasal 1:1)

Definisi gender seperti itu adalah sangat keliru. Sebab, menurut konsep Islam, tugas, peran, dan tanggung jawab perempuan dan laki-laki baik dalam keluarga (ruang domestik) maupun di masyarakat (ruang publik) didasarkan pada wahyu Allah, dan tidak semuanya merupakan produk budaya. Tanggung jawab laki-laki sebagai kepala keluarga dan pencari nafkah keluarga adalah berdasarkan wahyu (al-Quran dan Sunnah Rasul). Sepanjang sejarah Islam, di belahan dunia mana saja, tanggung jawab laki-laki sebagai kepala keluarga sudah dipahami, merupakan perkara yang lazim dalam agama Islam (ma’lumun minad din bid-dharurah). Bahwa yang menjadi wali dan saksi dalam pernikahan adalah laki-laki dan bukan perempuan. Ini juga sudah mafhum.

Read the rest of this entry

Contoh Mukaddimah Ceramah

Bagi yang belum terbiasa berceramah, yang membuat agak grogi dan jengah adalah soal pembukaan atau mukaddimah awal ceramah/ kultum. Dan ini menjadi sangat penting karena letaknya di awal. Jika kita mendapati kesalahan di awal, biasanya akan lebih bertambah grogi setelahnya. Jadilah materi yang sudah siapkan menjadi bertebaran begitu saja di luar kepala. Nah, untuk membantu mengurangi permasalahan tersebut. Berikut kami tampilkan sekian contoh mukaddimah ceramah/kultum,  yang kami pilih karena singkat dan praktis, agar lebih mudah dihafalkan, dipahami dan dipraktekkan. Semoga bermanfaat,

اَلْحَمْدُ ِللهِ الْمَلِكِ الْحَقِّ الْمُبِيْنِ، الَّذِي حَبَانَا بِالْإِيْمَانِ واليقينِ. اَللَّهُمَّ صَلِّ عَلَى سَيِّدِنَا مُحَمَّد،ٍ خَاتَمِ الأَنْبِيَاءِ وَالمُرْسَلِين، وَعَلَى آلِهِ الطَّيِّبِيِن، وَأَصْحَابِهِ الأَخْيَارِ أَجْمَعِين، وَمَنْ تَبِعَهُمْ بِإِحْسَانٍ إِلَى يَوْمِ الدِّيْنِ. أَمَّا بَعْدُ

Segala puji bagi Allah, al-Malik Al-Haqq, Al-Mubin, yang memberikan kita iman dan keyakinan. Ya Allah, limpahkan shalawat pada pemimpin kami Muhammad, penutup para nabi dan rasul, dan begitu pula pada keluarganya yang baik, kepada para sahabat piluhan, dan yang mengikuti mereka dengan penuh ihsan hingga hari kiamat. Read the rest of this entry

Barat dan Islam: Dibutuhkan penghargaan tanpa Diskriminasi

Hampir tiap hari kita mendengar analisis, ungkapan, kesimpulan, persepsi-persepsi dari ilmuwan, cendekiawan dan politikus Barat tentang Islam. Dari kacamata Barat, diingkari atau tidak, citra Islam terasosiasi tidak baik. Jarang, ada seseorang yang mampu menggambarkan dialektika dunia Barat dan dunia Islam, tanpa terjebak di lubang prasangka, curiga, sinisme, atau kebencian. Inilah stigma terhadap Islam.

Subhanallah. Tidak seperti yang lain, seorang politikus dari partai CDU (Kristen-Demokrat) yang pernah 18 tahun duduk di parlemen Jerman, Jürgen Todenhöfer, tiba-tiba telah membaca al-Quran. Juga tidak seperti yang lain, ia telah menghabiskan bertahun-tahun hidupnya pada banyak perjalanan di dunia islam: Iraq, Iran, Libya, Sudan sampai Afghanistan. Setelah membaca, mengamati dan berpikir, Todenhöfer akhirnya menulis. Hasilnya sebuah buku berjudul, “Feindbild Islam – Zehn Thesen gegen Hass” (Potret Buruk Islam – Sepuluh Tesis Anti Kebencian”), yang terbit di akhir tahun 2011.

Todenhöfer, dalam tesis pertama, mengingatkan fakta sejarah yang sering terlupa di dua abad terakhir. Menurutnya, Barat justru jauh lebih brutal daripada dunia Muslim. Jutaan warga sipil Arab tewas sejak kolonialisme dimulai. Atas nama kolonialisasi, Prancis pernah membunuh lebih dari dua juta penduduk sipil di Aljazair, dalam kurun waktu 130 tahun. Atas nama kolonialisasi, Italia pernah menggunakan phosphor dan gas mustard untuk menghabisi penduduk sipil di Libya. Atas nama kolonialisasi, Spanyol juga pernah menggunakan senajata kimia di Marokko.

Read the rest of this entry

Berbagi Cerita setelah Seminar Rhenald Khasali

Oleh: Eko Rizqa S*

Baru saja, Kopma UNY mengadakan seminar Kewirausahaan di akhir kepengurusan 2011. Tema yang diangkat kali ini adalah Mutasi DNA Wirausaha dengan menghadirkan Pembicara Utama Prof. Rhenald Khasali. Selain Rhenald Khasali terdapat pula pembicara yang lain, tapi topik kita kali ini adalah membahas apa yang disampaikan Rhenald Khasali.

Saat beliau pertama kali masuk panggung, penonton langsung bertepuk tangan, menyambut pembicara utama yang dinanti. Tahukah apa yang pertama kali ditanyakan Rhenald kepada peserta? Beliau menanyakan siapakah diantara mereka yang sudah punya passport dan sudah pernah ke luar negeri? Hanya sebagian yang mengacungkan tangan. Kemudian, ditanyakan siapakah yang belum punya passport dan ingin keluar ngeri? Kini sebgian besar peserta mengacungkan tangan. Nggak mungkin, itu jawaban pak Rhenald setelah peserta mengacungkan tangan. Tidak mungkin pergi keluar negeri kalau belum punya passport. Dan hadirin pun tertawa.

Prolog diatas sebenarnya dimaksudkan Pak Rhenald agar para peserta bisa sukses dan bisa bertualang ke negeri, bertulang ke negeri antah berantah dan negeri yang tidak terbanyangkan sebelumnya, mencari inspirasi, mencari ide baru, dan memperluas wawasan. OK, kini kita ke sesi inti dari seminar Rhenald Khasali. Dari sekitar 2 jam beliau berbicara sepertinya tidak cukup dituliskan disini. Kalau ingin lebih tahu lebih banyak tentang ide ide beliau bisa baca di bukunya. Saya tuliskan beberapa poin penting yang saya anggap penting.

Read the rest of this entry

Sekilas tentang Badai Matahari

oleh : Eko Rizqa S

 

 

 

 

Akhir-akhir ini sering kita dengan tentang fenomena badai matahari yang melanda bumi dan mengakibatkan berbagai permasalahan di bidang telekomunikasi dan sebagainya. Ada juga sebagian yang menghubungkan fenomena ini dengan ramalan suku maya tenang kiamat 2012. Tapi tenang saja, selama umat Islam menegakkan shalat dan Al Quran masih diamalkan kiamat belum akan datang. Fenomena badai matahari adalah fenomena alam biasa dan terjadi secara berkala.

Badai matahari adalah ledakan besar di atmosfer matahari yang dapat melepaskan energi sebesar 6 x 1.025 joule. Badai matahari menyebabkan efek terhadap semua lapisan atmosfer matahari (fotosfer, korona, dan kromosfer). Siklus badai matahari terjadi setiap 11 tahun. Puncak siklus ke-24 menurut perkiraan LAPAN, terjadi pada bulan Oktober 2013. Peneliti di negara lain memperkirakan pada pertengahan 2013. Saat terjadi badai matahari, partikel berenergi tinggi berupa proton dan elektron dari matahari yang dapat meneyebabkan gangguan magnet bumi. Badai matahari tidak berdampak langsung kepada manusia di bumi. Badai matahari dimulai dengan munculnya ledakan matahari yang massif pada awal pekan ini dan tumbuh menyerupai gelembung sabun raksasa melesat keluar matahari dengan kecepatan sekitar 7,2 juta kilometer per jam saat ini bergerak menuju bumi. Serbuan partikel ini diperkirakan sampai ke bumi kamis (8/3-2012).

Read the rest of this entry

TIPS DAN TRIK PRAKTIS MEMBUAT KARYA TULIS ILMIAH

Image

oleh : Eko Rizqa S.*

A.    Mukaddimah
Mahasiswa merupakan elemen penting dan merupakan pilar peradaban bagi suatu bangsa. Mahasiswa sebagai iron stock, agent of change dan moral force memiliki potensi yang cukup kuat bagi pembangunan nasional. Dunia kampus sangat kental kaitannya dengan dunia penelitian yang merupakan salah satu unsur dari Tri Darma Perguruan Tinggi. Secara praktis, mahasiswa diwajibkan membuat Skripsi/Tugas Akhir yang mewajibkan ia melakukan penelitian untuk menyelesaikan kewajiban tersebut.
Kebiasaan berlatih dan membuat karya tulis sejak semester awal akan memudahkan kita menjalani kehidupan kampus. Kenapa demikian? Karena banyak sekali manfaat yang kita dapatkan dari membuat karya tulis ilmiah. Selain bisa memenangkan lomba, manfaat yang lebih penting yaitu lebih mudah mengerjakan skripsi/Tugas akhir karena kita sedari dini sudah terbiasa membuat karya tulis ilmiah.

B.    Menggali ide
Menentukan dan menemukan ide permasalahan adalah pekerjaan penting. Bagi para peneliti pemula, menemukan ide permasalahan adalah pekerjaan yang sulit. Padahal, mengetahui permasalahan dan merumuskan secara tepat dapat dipandang sudah membuat 50% karya tulis ilmiah. Mahasiswa sering mengalami jalan buntu ketika memikirkan masalah apa yang diungkap dalam karya ilmiahnya. Untuk menemukan ide, seseorang tidak mesti jenius. Ide kreatif dapat dimunculkankan setiap orang tanpa melihat latar belakangnya. Ada beberapa cara menemukan ide kreatif, diantaranya:
Read the rest of this entry

rumah matahari

"sebab tiap kata adalah rumah doa, maka semoga hanya ruh kebaikan yang menjadi penghuninya."

Madinatunnajah Kota Cirebon

This WordPress.com site is the bee's knees

Scripta Manent, Verba Volant

"Yang tertulis akan abadi, yang terucap akan lenyap, bersama hembusan angin"

diarydiar

bahagiakan hati dengan berbagi

U1needth's Blog

dari pendidikan untuk perbaikan (from tarbiyah for ishlah)

DWI BUDIYANTO

learning, leading, serving

catatan peradaban

meraih ridha Illahi...

Iftihatinjannah's Blog

Just another WordPress.com weblog

Berbagi Inspirasi

Kebaikan dalam Kesederhanaan

rumah matahari

"sebab tiap kata adalah rumah doa, maka semoga hanya ruh kebaikan yang menjadi penghuninya."

Madinatunnajah Kota Cirebon

This WordPress.com site is the bee's knees

Scripta Manent, Verba Volant

"Yang tertulis akan abadi, yang terucap akan lenyap, bersama hembusan angin"

diarydiar

bahagiakan hati dengan berbagi

U1needth's Blog

dari pendidikan untuk perbaikan (from tarbiyah for ishlah)

DWI BUDIYANTO

learning, leading, serving

catatan peradaban

meraih ridha Illahi...

Iftihatinjannah's Blog

Just another WordPress.com weblog

Berbagi Inspirasi

Kebaikan dalam Kesederhanaan