Monthly Archives: Februari 2012

Membangun Kedaulatan Ekonomi Bangsa melalui Ekonomi Kerakyatan

 

 

 

 

 

oleh : Eko Rizqa S.*
Dalam kepungan agenda ekonomi liberal yang kian menghantam Indonesia, wacana dimunculkannya kembali ekonomi kerakyatan menjadi topik hangat yang diperbincangkan. Perbincangan tidak hanya berlangsung di ruang-ruang diskusi kaum intelektual, tetapi juga diminati pula masyarakat awam. Wacana ekonomi kerakyatan yang telah lama mati suri kini mulai bangkit lagi dan menjadi alternatif dalam membangun kedaulatan ekonomi bangsa ini.

Secara historis, wacana ekonomi kerakyatan sudah ada sejak zaman pra-kemerdekaan. Salah satu pengusung utamanya adalah Bung Hatta. Dalam salah satu pamflet yang berjudul “Menuju Indonesia Merdeka” Bung Hatta secara detail menjelaskan kerakyatan, demokrasi, dan arti penting demokrasi ekonomi sebagai salah satu pilar demokrasi sosial yang dipandangnya cocok bagi Indonesia merdeka. Mengenai kerakyatan sendiri, Bung Hatta menulis:
“Azas kerakyatan mengandung pengertian bahwa kedaulatan berada di tangan rakyat. Segala hukum (recht, peraturan perundang-undangan) harus bersandar pada perasaan keadilan dan kebenaran yang hidup dalam hati rakyat banyak, dan aturan penghidupan haruslah sempurna dan berbahagia buat rakyat kalau ia beralasan kedaulatan rakyat. Asas kedaulatan rakyat inilah yang menjadi sendi pengakuan oleh segala jenis manusia yang beradab bahwa tiap-tiap bangsa memiliki hak untuk menentukan nasib sendiri “(Hatta, 1932).

Read the rest of this entry

Iklan

Memahami Ahlu Sunnah wal-Jamaah

Oleh: Dr. Adian Husaini

JURNAL Islamia-Republika, Kamis (16/2/2012), menurunkan laporan tentang Ahlu Sunnah wal-Jamaah (Aswaja). Pemahaman tentang Aswaja ini sangat penting, sebab saat ini umat Islam dihadapkan dengan berbagai tantangan pemikiran aliran. Ada sejumlah artikel menarik dan penting yang dibahas dalam Jurnal yang terbit atas kerjasama Harian Republika dan Institute for the Study of Islamic Thought and Civilizations (INSISTS).

Dalam tulisannya yang berjudul “Prinsip dan Ukhuwah Ahlu Sunnah wal-Jamaah”, Dr. Khalif Muammar memberikan definisi dan tantangan Aswaja. Abd al-Qahir al-Baghdadi (m. 429H/1037M), dalam kitabnya, al-Farq Bayn al-Firaq, Ahlus Sunnah wal-Jamaah menjelaskan, bahwa Aswaja terdiri atas  delapan (8) kelompok: (i). Mutakallimun, atau Ahli ilmu Tawhid, (ii). Ahli Fiqh aliran al-Ra’y dan al-Hadith, (iii). Ahli Hadis,(iv). Ahli Ilmu Bahasa, (v). Ahli Qiraat dan Tafsir, (vi). Ahli Tasawwuf, (vii) Para Mujahidin, dan (viii). Masyarakat awam yang mengikut pegangan Ahlus Sunnah wal-Jama’ah.

Read the rest of this entry

DOSEN BERKARAKTER SEBAGAI TUMPUAN UTAMA IMPLEMENTASI PENDIDIKAN KARAKTER

 

 

 

 

 

Suatu saat Khalifah Harun Al Rasyid pernah meminta Imam Malik mendatanginya. “Datanglah ke tempat kami.” katanya.“ Agar anak-anak kami dapat mendengarkan kitab al Muwattha”. Dengan tegas Imam Malik mengatakan. “Semoga Allah menjayakan Amirul Mukminin. Ilmu itu datang dari lingkungan kalian. Jika kalian memuliakannya, ia jadi mulia. Jika kalian merendahkannya ia jadi hina. Ilmu harus didatangi, bukan mendatangi. Dan ketika khalifah menyuruh kedua putranya datang ke masjid untuk belajar dengan rakyat, Imam malik mengatakan, “Tak apa, tapi dengan syarat mereka tidak boleh melangkahi bahu jamaah dan bersedia duduk di posisi mana saja yang lapang bagi mereka.”

Kisah di atas terjadi ratusan tahun lampau, namun jika direnungkan kita akan mendapat pelajaran tak terhingga. Imam Malik ingin mengingatkan kita bahwa proses belajar tidak hanya sekedar transfer ilmu tetapi juga transfer nilai. Sedari awal, beliau mengingatkan bahwa dibutuhkan motivasi belajar yang kuat dalam mencari ilmu meskipun mereka adalah termasuk golongan terpandang sekalipun. Selain perkara motivasi, beliau juga menekankan sikap positif dalam belajar. Sikap kesombongan dalam diri dihilangkan untuk mendapatkan ilmu yang didapatkan. Esensi yang ditanamkan Imam Malik sesungguhnya adalah guru/pengajar jangan hanya mentransfer ilmu saja tetapi juga mengajarkan nilai-nilai positif untuk objek yang dia ajar. Pendidikan karakter sudah diterapkan disini. Kisah di atas adalah sebuah cara untuk mengimplementasikan pendidikan karakter bagi peserta didik,

Read the rest of this entry

Saat Izrail Mengajak Pergi

Image

Manusia yang pernah merasakan muda
pasti akan merasakan tua
Manusia yang pernah merasakan hdup
pasti kelak akan merasakan mati
Itulah undang-undangnya hidup dan kehidupan
Tak bisa ditinjau kembali
Apalagi  diganggu gugat Read the rest of this entry

rumah matahari

"sebab tiap kata adalah rumah doa, maka semoga hanya ruh kebaikan yang menjadi penghuninya."

Madinatunnajah Kota Cirebon

This WordPress.com site is the bee's knees

Scripta Manent, Verba Volant

"Yang tertulis akan abadi, yang terucap akan lenyap, bersama hembusan angin"

diarydiar

bahagiakan hati dengan berbagi

U1needth's Blog

dari pendidikan untuk perbaikan (from tarbiyah for ishlah)

DWI BUDIYANTO

learning, leading, serving

catatan peradaban

meraih ridha Illahi...

Iftihatinjannah's Blog

Just another WordPress.com weblog

Berbagi Inspirasi

Kebaikan dalam Kesederhanaan

rumah matahari

"sebab tiap kata adalah rumah doa, maka semoga hanya ruh kebaikan yang menjadi penghuninya."

Madinatunnajah Kota Cirebon

This WordPress.com site is the bee's knees

Scripta Manent, Verba Volant

"Yang tertulis akan abadi, yang terucap akan lenyap, bersama hembusan angin"

diarydiar

bahagiakan hati dengan berbagi

U1needth's Blog

dari pendidikan untuk perbaikan (from tarbiyah for ishlah)

DWI BUDIYANTO

learning, leading, serving

catatan peradaban

meraih ridha Illahi...

Iftihatinjannah's Blog

Just another WordPress.com weblog

Berbagi Inspirasi

Kebaikan dalam Kesederhanaan